SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

SPANDUK

SPANDUK

BERITA UTAMA

Latest Post

Tingkatkan Peran KIM, Kominfo Jatim Gelar Rakor


Dinas Komunikasi dan Informasi (DISKOMINFO) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Rapat Koordinasi, Fasilitasi, dan Monitoring yang bertajuk “Peningkatan Peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) “ yang bertempat di Ruang Arjuna Bakorwil Malang, Rabu (28/5).

Rakor ini dihadiri oleh Dinas Kominfo Prov. Jawa Timur, Dra.Isrowi farida, M.Si dan nara sumber dari STIKOSA AWS Surabaya, Zainal Arifin. Yang mana dalam rapat koornidasi kali ini beliau memberikan materi jurnalistik kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Bakorwil Malang.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bakorwil Malang, Ir. Cipto Wiyono,M. Si, ia mengatakan, kegiatan Rakor ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan peran kelompok informasi masyarakat di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam aspek publikasi, komunikasi dan informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang akuntabel dan mudah diakses masyarakat.

Yang mana Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini dibentuk sebagai mitra kerja pemerintah daerah dalam mendiseminasikan kebijakan pemerintah untuk mencari jalan pemecahan masalah secara efektif melalui pemberdayaan informasi publik dan jejaring komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Setiap pengelola SKPD dan anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) harus sejalan dan satu bahasa dengan kebijakan pemerintah daerah, terutama menyangkut pengelolaan informasi, komunikasi dan publikasi berbagai kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan”, ujar Cipto

Menurut Kabid. Jaringan Komunikasi Dinas Kominfo Prov. Jatim, Dra. Isrowi Farida. M.Si, bahwa peranan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini sangat penting, karena sebagai penyambung lidah antara pemerintah dengan masyarakat. Akan tetapi dalam upaya meningkatkan peranan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini masih terdapat kendala-kendala yang mengakibatkan menurunnya peranan dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) tersebut. "Maka diharapkan dalam Rakor ini adanya bertukar pendapat dan pemikiran dari masing-masing SKPD untuk memaparkan program-program, terobosan maupun inovasi dalam pembinaannya terhadap Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)”.

“Dalam Rapat koordinasi kali ini, Dinas Kominfo Prov. Jatim juga berkesempatan untuk melakukan update data Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sesuai dengan data yang nyata dari masing-masing SKPD yang hadir waktu itu, dan sekaligus juga memberitahukan tentang Lomba Cerdik Cermat Komikatif (LCCK) yang akan di adakan pada akhir tahun 2014” tambah Kabid. Isrowi Farida.

Harapannya dengan diadakan rapat koordinasi ini, untuk kedepannya peranan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di Bakorwil Malang ataupun di wilayah Provinsi Jawa Timur bisa lebih meningkat lagi dalam penyebaran informasi terhadap masyarakat, dan bisa mengikuti Lomba Cerdik Cermat Komikatif (LCCK). (anam/ kim-infopublik lmj)

Lomba Debat Bahasa Inggris, Tingkatkan Kemampuan Siswa


Puluhan siswa perwakilan dari SMA dan SMK se-Kabupaten Lumajang mengikuti lomba debat dalam bahasa Inggris tingkat Kabupaten secara On Air di Radio Suara Lumajang, Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 24-27 Mei 2014. Kegiatan ini di pelopori oleh Komunitas Cak Majang dan di dukung oleh Bagian Humas Setda Kab. Lumajang.

David selaku Cak Majang usai membuka lomba tersebut menjelaskan, lomba debat bahasa Inggris tingkat kabupaten ini diikuti kurang lebih 24 siswa dari utusan SMA dan SMK yang mampu menguasai bahasa Inggris, dan bertujuan untuk mencari bakat-bakat siswa yang memiliki kemampuan berbahasa inggris

"Bagi yang berprestasi dalam bidang bahasa inggris nantinya kita akan identifikasi sehingga ketika ada lomba-lomba ditingkat provinsi bisa dikirim mewakili Kabupaten Lumajang," katanya.

"Kemudian manfaat lain dengan debat ini adalah melatih mental bagi mereka menggunakan bahasa inggris didepan publik. Selain melatih mental juga bisa menambah wawasan," ujar dia.

Dalam perlomban tersebut, diharapkan Lomba debat dalam bahasa Inggris tingkat kabupaten ini, mereka lebih termotivasi untuk belajar bahwa ternyata bahasa inggris itu banyak gunanya.

Panitia pelaksana dalam debat itu menyiapkan materi dan ditopik yang dipilih secara acak masing-masing peserta, dan tentunya tentang Kabupaten Lumajang, untuk lebih memudahkan peserta menguasai topik-topik.
   
Pihaknya untuk menjaga kenetralan acara ini, panitia menghadirkan tim juri dari Kabag. Humas Setda Kab. Lumajang, Mr. Eddy Hozayni dan 2 orang pemerhati pendidikan berbahasa Inggris di wilayah Kabupaten Lumajang, yakni Mr. Dayat dan Mr. Habib.
   
Ia  mengatakan bahwa  mengikuti debat  bahasa inggris ini menjadi ajang uji coba kemampuan siswanya.
   
"Kami berharap dalam debat ini siapapu  yang akan menjadi juara, akan tetap bisa memberikan spirit bagi kami dan anak-anak untuk terus memperdalam dalam bahasa inggris," Ujar Mr. Eddy Hozayni. (anam/ kim-infopublik lmj)

Pemkab. Lumajang Gelar Sosialisasi Produk Hukum PNS


Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Bagian Hukum Setda Kab. Lumajang menggelar sosialisasi produk hukum bagi PNS di Kabupaten Lumajang. Acara tersebut digelar di Kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang. Senin (26/7) yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, dr. Buntaran Suprianto M. Kes.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, dr. Buntaran Supriianto M. Kes dalam laporannya mengatakan penyuluhan hukum tersebut dilaksanakan guna peningkatan pengetahuan hukum bagi PNS Lumajang terutama dibidang kepegawaian daerah lintas Kabupaten Lumajang.

Narasumber dalam penyuluhan hukum tersebut adalah Syamsul Hidayat selaku Kabid. Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah Provinsi jawa Timur.

Sekretaris Daerah Kab. Lumajang, dr. Buntaran Suprianto M. Kes saat membuka acara tersebut mengatakan dalam pertemuan tersebut diharapkan terjadi dialogis antara peserta dengan narasumber dalam menciptakan aturan-aturan lisan hukum adat untuk dijadikan sebagai produk hukum yang tertulis (Perda) yang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang lebih tinggi. Sekda berharap melalui kegiatan tersebut menghasilkan substansi yang baik bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Mengingat begitu pentingnya pemahaman tentang hukum bagi PNS di Kabupaten Lumajang, Sekda mengharapakan melalui pertemuan ini, PNS di Kabupaten Lumajang memberikan masukan yang berarti sehingga menghasilkan produk hukum daerah yang tidak bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi dan diakui secara nasional. (anam/ kim-infopublik lmj)

Kepala BNPB Tinjau Pos Pantau Di Gunung Sawur


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Dr Syamsul Maarif M.Si datang langsung ke Lumajang untuk memantau langsung peningkatan status Gunung Semeru ke Pos Pantau Gunung Sawur, Jum’at (23/5).

Kedatangan BNPB Pusat ini disambut langsung Wakil Bupati Lumajang Drs. As’at, Kapores AKBP Singgamata SIK, Dandim Letkol Inf. Akhyari, Sekretaris Kabupaten dr. Buntaran dan pejabat lain di Pemkab Lumajang.

Kepada Syamsul Maarif dijelaskan mengenai status aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dan berkoordinasi petugas vulkanologi yang bertugas di sana.

Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas pos pantau, Kepala BNPB Syamsul Maarif menggelar pertemuan dengan jajaran Muspida Kabupaten Lumajang untuk memastikan kesiapan Kabupaten Lumajang sebagai darah rawan bencana. Selain juga untuk mengecek review peta rekontijensi bencana erupsi gunung berketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut itu.

Syamsul menegaskan, “Ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain bupati harus membuat pernyataan siaga darurat untuk mempermudah koordinasi dan bekerjasama lintas sektoral; harus dilakukan pelatihan; penentuan titik kumpul dan titik evakuasi terakhir seandainya terjadi bencana,” katanya.

Dijelaskan, pelatihan harus melibatkan masyarakat dan mengajak komunitas setelah dilatih buat SOP dan pembuatan bencana kedaruratan. Selain itu kembangkan local wisdom (kearifan lokal) sebagai pendekatan budaya mestinya mengembangkan kegotongroyongan.

Syamsul Maarif menegaskan harus ada tim yang mengetahui lokasi kelompok rentan yaitu, orang tua, ibu hamil, dan orang cacat. “Tiap RT harus dilakukan pendataan dan buat SOP untuk penanganan dan langkah kesiapsiagaan,” katanya.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati As’at juga menyampaikan akan menyempurnakan penanganan bencana, sebab di Kabupaten Lumajang tidak hanya ancaman Semeru tapi juga erupsi gunung Lemongan yang berstatus aktif, tsunami, tanah longsor, banjir dan puting beliung. Untuk jalur evakuasi pengungsian telah dibuat disesuaikan dengan anggaran. (anam/ kim-infopublik lmj)

drg. Tutut Prihatini Jadi Nominasi Nakes Tk. Jawa Timur


Menjelang penilaian tenaga kesehatan (nakes) teladan tingkat propinsi, calon tenaga kesehatan teladan tingkat Propinsi Jawa Timur melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang bertempat di ruang terbatas Pemkab. Lumajang, Kamis (22/5).

Tenaga kesehatan yang akan maju lomba nakes teladan untuk mewakili wilayah Kabupaten Lumajang yaitu drg. Tutut Prihatini, Kepala Puskesmas kec. Klakah yang menjadi salah satu dari 5 dokter terbaik yang akan bersaing ketat untuk menjadi utusan Jawa Timur di tingkat nasional. Selain Lumajang, dokter teladan lain yang akan dinilai berasal dari kabupaten Pacititan, Ponorogo, Jombang dan kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut Sekda Buntaran memberikan apresiasi terhadap inovasi yang telah ditunjukkan oleh masing-masing nakes, dan berpesan agar dapat dipresentasikan dengan baik dan tunjukkan kalau nakes Lumajang pantas menjadi teladan.

Kehadiran tim penilai itu sebagai tindak lanjut dari penilaian sebelumnya yang memilih drg. Tutuk Prihantini sebagai salah satu nominator dokter teladan . Seluruh tim yang berjumlah 6 orang itu akan memverifikasi secara langsung dan akan melakukan penilaian di lapangan. Sekretaris Daerah Buntaran mempersilahkan tim penilai melihat kebenarannya dan menguji drg. Tutuk Prihantini untuk layak jadi pemenang nantinya.

Drg. Tutuk Prihantini yang juga kepala puskesmas Klakah menjadi nominator karena program GERDU BIRU “Gerakan Terpadu memberantas Gizi Buruk” yang digagasnya. Pada program itu, ia membentuk Ibu Sugik-Ibu Sugik (Ibu Asuh Gizi Buruk) yang siap menangulangi persoalan gizi buruk di wilayahnya. Tidak hanya programnya, drg. Tutuk juga akan dinilai di aspek kepegawaiannya, keprofesiannya, bagaimana ia sebagai anggota masyarakat apakah patut diteladani apa tidak, bagaimana ia memberdayakan masyarakat, dan bagaimana ia memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Puskesmas Klakah yang merupakan tempat kerja drg.Tutuk juga tidak luput dari penilaian. Pelayanan di Puskesmas Klakah merupakan korelasi nyata dari peran tenaga kesehatan di wilayahnya. “Penilaian dokter terladan ini bukan hanya memberikan penghargaan kepada tenaga kerja kesehatan tapi juga bentuk ungkapan terima kasih dari Pemerintah atas kinerja terbaik dalam pembangunan kesehatan,” kata ketua tim penilai dr. Herlin Ferliana, M. Kes. (anam/ kim-infopublik lmj)

Pemkab. Lumajang Teken MOU BPJS


Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja, untuk mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu dan penyelenggaraannya menggunakan mekanisme asuransi sosial.

Sebagai lembaga negara yang bergerak dalam bidang asuransi sosial BPJS Ketenagakerjaan yang dahulu bernama PT Jamsostek (Persero) merupakan pelaksana undang-undang jaminan sosial tenaga kerja.

Kemarin (20/5) bertempat di Ruang Mahameru, Kantor Pemkab. Lumajang Sekretaris Daerah Kab. Lumajang, dr. BUntaran Suprianto M. Kes melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur, Rizani Usman.

Menurut Sekretaris Daerah Buntaran Supriyanto, MoU ini sebagai payung hukum bagi tenaga kerja perusahaan di Lumajang. Dari 22 ribu tenaga kerja yang ada di Lumajang, baru 35 % yang sudah mengikuti BPJS tenaga kerja. Sekda Buntaran berharap MoU yang telah disepakati dapat mendongkrak kepesertaan perusahaan untuk mengikutkan karyawannya.

Kakanwil BPJS Provinsi Jawa Timur Rizani Usman mengungkapkan bahwa rendahnya jumlah peserta BPJS ketenagakerjaan di Kabupaten Lumajang dikarenakan kurangnya kesadaran pemberi kerja untuk melindungi para tenaga kerjanya. Dari 4 juta orang pekerja formal di Jatim, masih 30 persen atau sekitar 1,5 juta orang yang ikut program perlindungan sosial melalui BPJS ketenagakerjaan yang merupakan pengalihan dari program Jamsostek.

Rizani Usman juga menambahkan bahwa di Jawa Timur terdapat beberapa daerah tujuan investasi industri seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik Pasuruan, Mojokerto. Jawa Timur merupakan daerah ring 1 dan memiliki potensi besar sebagai destinasi investasi. Daerah kantong-kantong industri adalah sentra tenagakerja yang harus di-cover dengan BPJS ketenagakerjaan. “Diperlukan kepatuhan perusahaan untuk mengikutsertakan karyawannya, padahal preminya termurah di dunia”.

Itulah mengapa diperlukan dukungan pemerintah Kabupaten dalam rangka mempercepat program ini. BPJS Ketenagakerjaan akan menjalin kerjasama dengan 38 kabupaten/kota di Jawa timur, termasuk kerjasama serupa yang dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang Selasa kemarin.

Sampai saat ini BPJS Ketenagakerjaan telah menjalin kerjasama dengan 10 daerah di Jatim, sisanya masih terus berproses. Kerjasama ini, dalam bentuk dukungan penuh dari pemerintah daerah selaku pengelola wilayah bahwa semua aktivitas pekerjaan di wilayahnya mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan karena ini program pemerintah. Diantaranya akan dilakukan melalui sosialisasi dan kegiatan lainnya.


Sekretaris daerah Buntaran Supriyanto menghimbau agar dengan kerjasama ini akan semakin meningkatkan kesadaran pemilik perusahaan dengan melindungi hak-hak dari para pekerjanya, karena keikutsertaan program perlindungan sosial tenaga kerja ini merupakan kewajiban perusahaan dan amanat Undang Undang 24 Tahun 2011. (anam/ kim-infopublik lmj)

Stop Narkoba...!!!


Berdasarkan data dari kepolisian tahun 2014, Kabupaten Lumajang masuk dalam peringkat ke-12 seJawa Timur sebagai wilayah rawan penyalagunaan narkoba. Kasi Pemberdayaan Badan Nasional Narkotika Kabupaten Lumajang (BNNK), Untung menjelaskan, sesuai dengan undang undang no 35 tahun 2009 tentang pengobatan dan rehabilitasi bagi para pengguna narkoba, maka sudah menjadi kewajiban bagi BNNK dan seluruh masyarakat untuk mendekati merangkul dan memberi pembinaan bagi pengguna narkoba.

Hal itu juga sesuai dengan peraturan bersama ketua Mahkamah Agung, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BNN pusat. Bahwa dalam penanganannya pecandu narkoba harus direhabilitasi.

Masih menurut Untung, masalah narkoba sangatlah kompleks, dan penyelesaiannya merupakan tanggung jawab bersama. Termasuk instansi pemerintah, aparat penegak hokum, keluarga, masyarakat umum dan semua elemen.

Untuk itu BNNK Lumajang terus mengupayakan berbagai cara untuk memberantas narkoba dari peredarannya dikabupaten Lumajang. Salah satu caranya adalah dengan mendekati, merangkul dan menyelamatkan para pengguna dari jeratan narkoba. Serta yang tidak kalah penting adalah upaya untuk mencegah narkoba merambat masuk ke kalangan para pelajar dan anak-anak.

Oleh karena itu pihaknya meminta kepada masyarakat agar sesegera mungkin melaporkan kepada BNN jika ditemukan adanya pengguna narkoba. hal ini bertujuan untuk mempermudah penanggulangannya dan memutuskan alurnya, sehingga tidak ada lagi korban-korban baru. Disisi lain pihak BNN juga menjamin tentang kerahasian dari data pasien atau korban penyalagunaan narkoba.

Sumber : humas-lmj

Pemkab Lumajang Gelar, Upacara Harkitnas ke-106th


Segenap aparatur Pemerintah Kabupaten Lumajang melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-106th yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2014 di alun-alun Lumajang.

Wakil Bupati Lumajang, Drs. H. As’at M. Ag, bertindak sebagai inspektur upacara dan Kabag. Humas Setda Kab. Lumajang, Drs. Eddy Hozayni sebagai komadan upacara.

Peserta upacara terdiri dari berbagai unsur antara lain TNI, Polri, Korpri, Satgas Parpol, PGRI serta pelajar yang aada di wilayah Lumajang Kecamatan Kota.

Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, yang dibacakan oleh Wakil Bupati Lumajang, disampaikan titik awal kebangkitan nasional tahun 1908 serta sumpah pemuda tahun 1928 menjadi momentum kaum muda yang bercita-cita Indonesia merdeka.

Sejalan dengan semangat dan jiwa kebangkitan nasional tersebut, maka peringatan kali ini mengambil tema 'Maknai Kebangkitan Nasional Melalui Kerja Nyata Dalam Suasana Keharmonisan dan Kemajemukan Bangsa'.

Diungkapkan Menkominfo RI, tema tersebut mengandung 3 makna yang sekaligus menjadi instrumen ukuran sejauh mana nilai-nilai nasionalisme terimplementasi dalam karsa, cipta dan karya kekinian kita secara nyata.

"Artinya nasionalisme bukan sekedar diskursus dan wacana sorak sorai, tetapi bagaimana kita mengimplementasikan romantisme perjuangan tersebut ke dalam pola pikir, pola sikap dan perilaku kebangsaan selaras dengan tuntutan zaman" katanya.

Makna kedua, bahwa kita pada dasarnya menginginkan sebuah keharmonisan dalam berperilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kekuatan kebangsaan tersemai dalam kohesivitas yang harmonis dari kekuatan dan energi potensi yang telah kita miliki.

Selanjutnya makna ketiga, adalah memberi rujukan bahwa kekuatan sebuah bangsa tercirikan dari bagaimana perbedaan dan kemajemukan dapat terkelola menjadi kekuatan.

"Indonesia yang memiliki lebih dari 300 kelompok etnis, lebih dari 250 bahasa daerah dalam percakapan, keragaman dan komposisi pemeluk agama yang tersebar di seluruh nusantara adalah sebuah kekayaan sekaligus kekuatan. Nilai-nilai toleransi akan perbedaab dan kemajemukan tidak boleh luntur sampai kapanpun", tutur Tifatul Sembiring.

Ditambahkan Menkominfo RI, kenyataan di lapangan menunjukkan tanda mengkhawatirkan seperti konflik antar etnis, antar agama, tawuran, gangguan keamanan yang semakin sering terjadi.

Demikian juga dengan sikap dan perilaku seperti korupsi, narkoba, pornografi yang semakin menjamur harus kita hilangkan. "Oleh karena itu, semangat dan makna peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2014 ini adalah semangat untuk berani melakukan evaluasi diri," katanya. (anam/ kim-infopublik lmj) 

Ziarah di TMP, untuk peringati Harkitnas ke-106th


Wakil Bupati Lumajang, Drs. H. As’at M. Ag didampingi Sekda dr. Buntaran Suprianto M. Kes menghadiri ziarah rombongan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-106th di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma bangsa di Jalan Jendral A. Yani Lumajang, Selasa (20/5).

Ziarah ini dihadiri oleh Pemerintah, Muspida dan Organisasi Wanita Kabupaten Lumajang, dan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin pimpinan ziarah rombongan. Setelah itu dilanjutkan dengan mengheningkan cipta serta peletakan karangan bunga dan ditutup dengan pengormatan kembali kepada arwah para pahlawan serta diteruskan dengan tabur bunga.

Usai ziarah Wabup As’at mengatakan Hari kebangkitan Nasional ini merupakan spirit dan semangat kebersamaan serta persatuan. Dengan spirit inilah Budi Utomo dulu menjiwai tokoh-tokoh pergerakan pada masa itu. Ketika itu perjuangan masih mengatasnamakan kedaerah, kesukuan, agama, kelompok agama. Namun sejak diawali 1908 dengan berdirinya Budi Utomo, pergerakan pemuda akhirnya melahirkan sumpah pemuda yang penuh dengan semangat kebersamaan dan persatuan.

Harapanya peringatan Hari kebangkitan Nasional ini harus terus diingatkan kepada seluruh generasi muda, anak bangsa ini  bahwa pada 2015  kita akan menghadapi sebuah zaman, sebuah era dimana kita memasuki komunitas ASEAN. Di tahun itulah akan terjadi kompetisi global di tingkat regional. Jika kita tidak meningkatkan kebersamaan, persatuan dan kompetensi, maka kita akan menciderai dari pada tokoh-tokoh pada 1908. (anam-kim-infopublik lmj) 

16.929 Siswa SD di Lumajang, Ikuti Ujian Nasional


Sebanyak 16.929 siswa SD se Kabupaten Lumajang secara serentak mulai mengikuti ujian nasional (UN), Senin (19/5), UN akan berlangsung selama 3 hari dari 19-21 Mei 2014.

Untuk hari Senin (19/5) mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari Selasa (20/5) untuk mata pelajaran  Matematikan, dan hari Rabu (21/5) untuk mata pelajaran IPA.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Drs. Winhatno Hari Surya, MM melakukan pantauan UN di sejumlah SD di Kabupaten Lumajang, Senin (19/5).

Kadin. Pend. Kab. Lumajang, menyampaikan bahwa keberhasilan UN dapat diukur dalam dua kriteria, yaitu keberhasilan penyelenggaraan dan keberhasilan hasil UN itu sendiri.

Artinya pelaksanaan UN dapat berhasil apabila dalam pelaksanaannya tidak mengalami hambatan yang berarti, baik dari segi kertas soal, lembar jawaban dan tidak adanya kebocoran dan berjalan sesuai dengan ketentuan. Sementara keberhasilan  yang kedua dapat dilihat dari tingkat kelulusannya peserta UN nanti.

Kadin. Winhatno juga menambahkan bahwa selama pelaksanaan UN hari pertama tidak dijumpai permasalahan baik lembar soal maupun lembar jawaban, termasuk kualitas kertasnya sudah memenuhi standar. Harapannya agar peserta UN tingkat SD tersebut dapat mengerjakan soal dengan baik, penuh konsentrasi dengan tingkat kelulusannya tinggi baik nilai maupun tingkat kelulusannya. (anam/ kim-infopublik lmj) 

Pembukaan Diklat PIM Tk. IV Kab. Lumajang 2014


Pemerintah Kabupaten Lumajang, bekerjasama dengan Kantor Diklat Kabupaten Lumajang, menyelenggarakan Diklat PIM Tk. IV dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Demikian diungkapkan oleh Kepala BKD Lumajang, Drs. Suprapto, Senin (19/5). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag untuk membuka Diklat PIM Tk. IV Kabupaten Lumajang tahun 2014.

Suprapto selakukm Kepala BKD Kabupaten Lumajang menambahkan, mereka yang mengikuti Diklat IV ini terdiri dari Pejabat Eselon IV dan peserta lain yang memenuhi syarat. Para peserta diwajibkan membawa/menyiapkan kelengkapan seperti, Surat Tugas dari Pemda (Asli), Fotocopy SK Kenaikan Pangkat terakhir dan SK Jabatan terakhir yang dilegalisir pejabat berwenang, Surat Keterangan Berbadan Sehat dari dokter (Asli), Foto copy Kartu Askes.

Kemudian, pakaian kemeja putih lengan panjang, kemeja cerah lengan panjang, baju batik, celana dan rok warna hitam, dasi serta pakaian olah raga, Mempunyai acount e-mail untuk komunikasi dan informasi.

Serta, Surat Pernyataan Atasan Langsung Bersedia Menjadi Mentor dan Izin untuk Melakukan Perubahan pada unit eselon III calon peserta Diklat, Khusus untuk pas foto 4 x 6 berwarna, akan dilaksanakan pengambilan foto di lokasi Diklat oleh panitia.

Suprapto berharap kepada para peserta Diklat Pim IV karena waktunya sangat panjang untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan dan persiapkan diri, agar bisa mengikuti semua tahapan sampai selesai. (anam/ kim-infopublik lmj) 

Lumajang Membaca


Untuk menumbuhkan minat membaca masyarakat di Kabupaten Lumajang, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lumajang bekerjasama dengan Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang mengadakan Worksho Wirausaha dan Stand buku bertempat di Pendopo Kabupaten Lumajang, kemarin (17/5).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Lumajang, Kakan Perpustakaan dan Arsip Daerah. Kabag. Humas Setda Kabupaten Lumajang. Berbagai macam buku yang disediakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lumajang, yang bisa untuk di baca oleh semua lapisan masyarakat. Yang mana buku ini merupakan sumber ilmu yang bisa memberikan wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat.

Wabup As’at menuturkan bermacam buku dengan judul dan tema yang berbeda,  akan tetapi masyarakat Lumajang sendiri juga harus di arahkan untuk membaca buku tentang Kabupaten Lumajang sendiri, karena banyak sekali tentang Kabupaten Lumajang yang belum diketahui oleh masyarakat Lumajang sendiri. Terutama mulai dari sejarah, geografis, pariwisata, produk-produk dari Kabupaten Lumajang.

Terkait dengan peningkatkan minat baca masyarakat Kabupaten Lumajang, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah dan Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang mempunyai beberapa terobosan, selain juga menerbitkan tabloid dan majalah cetak, juga akan di terbitkannya majalah digital/ majalah elektonik  untuk bisa memudahkan masyarakat mendapatkan informasi daru buku/ majalah melalui IT.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca pada masyarakat sekaligus membentuk kebiasaan membaca pada masyarakat," ujar Drs. Eddy Hozayni, Kepala Bagian Humas setda Kabupaten Lumajang. (anam/ kim-infopublik lmj) 

Pembinaan KIM “Workshop Wirausaha”


Sekitar 300 peserta yang terdiri dari 21 KIM dan Organisasi yang ada di Kabupaten Lumajang mengikuti Workshop Wirausaha tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah dan Bagian Humas Setda kabupaten Lumajang di Pendopo Kabupaten Lumajang, Sabtu (17/5).

Pembicara Workshop Wirausaha memberi motivasi kepada 300 peserta yang terdiri dari 21 KIM dan Organisasi yang ada di Kabupaten Lumajang

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lumajang, Drs. H. As’at M. Ag, menurutnya, acara ini sangat baik dilakukan dengan cakupan peserta yang tergabung dalam organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Lumajang. Sebab, organisasi masyarakat harus dikembangkan untuk bisa mandiri dan memajukan organisasinya, dan juga agar mampu meningkatkan jumlah wirausahawan di Kabupaten Lumajang yang saat ini masih perlu dikembangkan lagi.

Workshop tersebut menghadirkan pembicara yang merupakan wirausahawan yang sukses, yaitu Bagus Suminar. Acara juga dihadiri oleh Kakan. Perpustakaan dan Arsip Daerah dan Kabag. Humas Setda Kabupaten Lumajang.

Bagus Suminar membuka pemaparan mengenai wirausaha yang dijalankannya. Menurutnya, seorang wirausaha memiliki daya ofensif dalam strategi bisnisnya. Hal ini diwujudkan dalam bisnis yang dikembangkannya, yakni bisnis teknologi berbasis IT, dimana kita harus mengetahui dan bisa berwirausaha dengan menggunakan Informasi dan Teknologi. Jadi memudahkan seorang wirausaha untuk berwirausaha secara online.

Harapannya untuk kedepan, masyarakat Kabupaten Lumajang bisa memulai berwirausaha yang berbasis IT agar bisa mengembangkan usahanya sesuai dengan berkembangnya zaman. (anam/ kim-infopublik lmj) 

Sepeda Sehat Bersama Pemkab Lumajang


Bersepeda selain menjadi alat transportasi murah dan ramah lingkungan juga merupakan olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan. Tak heran, sepeda menjadi alat transportasi sekunder bagi banyak masyarakat.

Hingga kini berbagai klub sepeda didirikan, tak ketinggalan di Kabupaten Lumajang, mendirikan klub sepeda diantaranya klub sepeda Untho PESO, Kresno Seto dan lainnya. Bahkan Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mempunyai klub sepeda, dimana klub ini di resmikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang waktu lalu dengan nama Mahameru Cycling Club (MCC), yang mana anggotanya terdiri dari Karyawan/ Karyawati Pemerintah Kabupaten Lumajang. Meski tak menutup kemungkinan kalangan umum masuk ke klub ini, namun sebagian besar, anggotanya berasal dari kalangan birokrat.

Menurut Kasubag. Informasi Humas Setda Kab. Lumajang, Yuli Haris menjelaskan kali ini semua peserta sepeda sehat akan berkeliling di sekitar wilayah perkotaan sampai di pinggiran kota, yang mana di tempuh dengan jarak kurang lebih 25 km. Dengan bersepeda kita bisa secara langsung mengetahui kondisi masyarakat di Kabupaten Lumajang sampai dengan jalan-jalan dimana yang tidak biasanya di lewati oleh kendaraan bermotor.

"Naik sepeda itu tidak berarti akan menurunkan status (sosial-red.), kemudian juga dalam rangka meningkatkan kinerja. Karena bersepeda adalah salah satu jenis olahraga, dengan olahraga akan membuat badan bugar sehingga dalam bekerja bisa segar dan lebih bersemangat," tuturnya. (anam/ kim-infopublik lmj) 

Pelantikan PJ Kades Jambe Arum


Tepatnya pada Rabu (14/5) Samsul yang dipilih untuk menjadi Pejabat Sementara Kepala Desa, telah diambil sumpahnya/ dilantik sebagia PJS Kepala Desa Jambearum Kecamatan Pasru Jambe. Acara berlangsung di balai desa setempat ini berjalan lancar dan kodusif.

Pelantikan ini dalam rangka mengisi kekosongan Jabatan Kepala Desa setelah Kades terpilih pada pilkades Desember 2013 untuk mengisi Jabatan Kades, agar pelayanan terhadap masyarakat dan roda pemerintahan desa tetap berjalan lancar.

Acara itu sendiri dihadiri oleh Wakil Bupati Lumajang, Drs. H. As’at M. Ag, Dinas dan Instansi, Muspika setempat, Ketua BPD, LPMD RT/RW dan perangkan serta tokoh masyarakat setempat.

Wabup As’at dalam sambutanya menuturkan pentingnya masyarakat Jambearum menjaga kedamaian dan ketentraman serta mentaati hukum dan meningkatkan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

Harapannya semua pihak mendukung Samsul agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan secepatnya untuk segera membuat Perdes dang mengadakan Musrinbangdes, sehingga seluruh program dan kepentingan desa segera terakomodasi. Sementara Samsul menyatakan siap melayani masyarakat sepenuh hati agar Jambearum lebih sejahtera. (anam/ kim-infopublik lmj) 

Kresno Seto, Gelar Ngontihel Bareng


Komunitas sepeda onthel jenis untho Kabupaten Lumajang dalam rangka untuk memperingati hari jadi yang pertama dan Hari Pendidikan Nasional, Komunitas sepeda onthel lawas itu kerjasama dengan Radio Gloria FM dan Lifeboy menggelar perayaan ulang tahun dengan kegiatan mengajak masyarakat Kabupaten Lumajang dari berbagai usia untuk melestarikan budaya ngonthel bareng sepeda jadoel atau sepeda jenis untho, Minggu (11/5), di Jl. MT. Haryono Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ngonthel bareng ini di mulai pada pukul 07.00 WIB, di buka dengan melepaskan balon dan pengibaran bendera start oleh bapak Sarwo Darmono selaku ketua panitia. Para peserta sangat bersemangat untuk mengonthel berkeliling kota, meskipun usia sudah banyak yang lansia, tetapi jiwanya masih muda. Ada juga yang memakai kostum biasa, kostum pejuang dan kostum unik lainnya.

Dalam berlangsungnya kegiatan tersebut, Kresno Seto menggelar ngonthel bareng keliling kota lumajang. Panitia mempersilahkan pecinta sepeda onthel kuno untuk hadir baik secara perseorangan maupun komunitas. Dengan membayar registrasi Rp. 2.000,- , dan mendapatkan kupon undian berhadiah.

“Kegiatan ngonthel bareng ini di ikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang terdiri dari perseorangan ataupun berkelompok, diantaranya komunitas sepeda onthel dari Kabupaten Lumajang yang lain, yaitu PESO dan OSPIT. Dalam kesempatan kali ini, Kresno Seto juga mengundang komunitas onthelis dari luar kota, yaitu dari Kebo Suwayuwa dari Kabupaten Pasuruan”. Ujar Nanda

Nanda berharap untuk kedepannya Kresno Seto bisa Berjaya untuk memotivasi masyarakat Kabupaten Lumajang melestarikan budaya ngonthel, karena ngonthel juga merupakan pola hidup sehat dan bisa mengurangi polusi. (anam/ kim-info publik lmj)


Pembinaan Mental dan Rohani PNS di Lumajang


Pemerintah Kabupaten Lumajang, menggelar kegiatan pembinaan mental dan rohani bagi Pegawai Negeri Sipil, dalam rangka menindaklanjuti beberapa kasus yang melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Lumajang dan mengantisipasi dari hal-hal yang negatif.

Pembinaan mental dan rohani yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Lumajang, Jum’at (9/5) tersebut, dihadiri Wakil Bupati Lumajang, Drs. H. As’at M. Ag.

Wabup As’at, dalam arahannya mengatakan menguaknya isu amoral yang telah melibatkan penyelenggara negara, yang dilakukan oleh oknum anggota PNS, adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri.

“Kenyataan ini berdampak pada jeleknya citra PNS di mata masyarakat, sehingga berangkat dari kondisi objektif inilah, pembinaan mental PNS perlu dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain melalui kegiatan seperti ini,” katanya.

Pembinaan mental dan rohani ini terlaksana, agar kasus-kasus yang melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) tidak terulang kembali, “Untuk tindakan preventif (pencegahan),” katanya menambahkan.

Ia mengatakan  kita harus segera sadar diri, waspada, buka mata, buka telinga, dan tanggap dengan kondisi lingkungan di kantor dan di lingkungan tempat tinggal, Kalau menemukan hal-hal yang menyimpang atau tidak sesuai dengan norma perilaku, segera laporkan kepada pimpinan yang bersangkutan, di kantor ataupun di lingkungan rumah tempat tinggal.

Kabag. Humas Setda Kab. Lumajang, Drs. Eddy Hozayni juga mengatakan pembinaan mental dan moral pegawai negeri sipil (PNS) merupakan hal yang penting dari pembinaan sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah.

PNS yang memiliki mental dan moral yang baik dapat mendorong bagi terwujudnya kepemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintah yang bersih (clean government). Maka upaya yang terus menerus untuk melakukan pembinaan terhadap PNS harus dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal negatif. (anam/ kim-infopublik lmj)

Sosialisasi Penanggulangan Bencana, Terus di Lakukan


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menggelar sosialisasi sistem Penanganan Darurat Bencana atau PDB kepada masyarakat Kabupaten Lumajang. Kegiatan sosialisasi ini akan secara terus menerus dilakukan oleh BPBD terkait dengan kondisi Kabupaten Lumajang yang termasuk dalam wilayah rawan bencana. Kabupaten Lumajang merupakan zona merah rawan bencana. Hal ini di buktikan dengan beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Lumajang yang merupakan titik rawan bencana.

Kecamatan yang masuk dalam zona terebut di antaranya, Kecamatan Tempursari, Pronojiwo, Candipuro, Pasirian, Tempeh, Pasrujambe, Ranuyoso, Jatiroto, Rowokangkung, Yosowilangun, Senduro serta Randuagung.

Wawan Kasubid Kedaruratan BPBD Lumajang menyampaikan, bahwa Jatiroto tergolong sebagai daerah rawan bencana. Berdasarkan topografi dan letak geografis, Kecamatan Jatiroto dinilai rawan banjir mengingat Kecamatan ini dilewati oleh beberapa sungai termasuk yang terbesar sungai Bondoyudo. “jika aliran anak sungai Bondoyudo, yakni Sungai Banter dan Jatiroto sampai meluap maka besar kemungkinan terjadi banjir” ujarnya. Selain banjir dikecamatan Jatiroto juga rawan terjadi puting beliung.

Terkait pelaksanan sosialisasi Pemerintah Kabupaten Lumajang memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut, dan sangat diharapkan ada tindak lanjut dari sosialisasi ini, bukan hanya sekedar seremonial belaka. ” Kegiatan yang terkait bencana daerah,harus ada tindak lanjut yang nyata, karena berbicara bencana berarti berbicara tentang infrastruktur dan keselamatan nyawa manusia,” jelas Wawan.

Wawan Kasubid Kedaruratan BPBD Lumajang juga menambahkan, bencana alam adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

”Mengenai bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berupaya meningkatkan kapasitas manajemen penanggulangaan bencana bagi masyarakat. Terbukti saat ini sosialisasi penanggulangan bencana dilaksanakan di wilayah yang ada di lereng Gunung Semeru.” Jelas Wawan. (anam/ kim-infopublik-lmj)

LAYANAN E-KTP

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger