SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

SPANDUK

SPANDUK

BERITA UTAMA

Latest Post

Lomba desa Mangunsari



(Kim sinar harapan) Kegiatan lomba desa dilakukan unt memacu kreatifitas desa unt membangun desanya, baik dalam bidang administrasi maupun dalam bidang pembangunan.

Seperti yang yang terjadi pada hari Senin, (15/05/2017) yang bertempat di balai desa mangunsari. Lomba desa tahap II dilaksanakan sebagai lanjutan dari lomba desa tahap I yang penilaiannya dilakukan untuk menentukan siapa yang akan menjadi nominasi 5 besar.
Dan syukur Alhamdulillaah Desa mangunsari termasuk di dalam nominasi 5 besar.
Benar-benar suatu kebanggaan kecamatan tekung bisa menyisihkan 16 kecamatan yang lain dalam lomba desa kali ini.

"Hari ini, Desa Mangunsari mendapatkan giliran penilaian pada hari pertama dan jam pertama sebelum dilanjutkan kepada desa yang lain. Kita akan melaksanakan penilaian ini secara obyektif, tanpa memihak kepada siapapun." ujar Samsul Arifin selaku ketua tim penilai Lomba Desa dari Kabupaten Lumajang.

Acara lomba desa kali ini dibuka pada pukul 09.00 yg diawali dg penampilan anak PAUD Tunas Mekar Desa Mangunsari yang dilanjutkan dg sambutan dari Camat Tekung yang  sangat bersyukur karena pada lomba kali ini, desa mangunsari bisa sampai nominasi 5 besar.
"Desa Mangunsari saat ini tidak menginginkan nomor yang banyak, tapi hanya nomor yang nilainya sedikit aja yang diinginkan, yaitu nomor Satu," ujar Dinuk Iswahyuningsih Camat Tekung yang disambut oleh para hadirin.

Tidak lupa Kades Mangunsari juga memberikan sambutan dalam acara ini yaitu dengan menceritakan sedikit sejarah Desa Mangunsari yang berdiri sejak thun 1974, dimana Desa Mangunsari pada awalnya merupakan satu bagian dari Desa Tekung dan bernama Dusun Darungan. Namun karena luasnya wilayah, maka warga dusun Darungan memohon untuk dilaksanakan pemekaran wilayah.


Pada penilaian lomba tahap II ini, unt mendapatkan gelar juara satu, maka desa mangunsari harus bisa mengalahkan empat desa pesaingnya yaitu Desa Wonokerto Kecamatan Guccialit, Desa Sumberjati Kecamatan Tempeh, Desa Jambekumbu Kecamatan Pasrujambe, Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung. (KIM SH / Furi dan Mauludi)

Sholawat Bersama menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan


(Kim Sinar Harapan) Perasaan suka cita menyambut datangnya bulan suci Ramadhan mulai dirasakan oleh seluruh ummat Islam, karena Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi kaum Muslim. Dengan perasaan suka cita ini, maka banyak kaum muslimin yang mengapresiasikan dalam berbagai bentuk kegiatan.
Dan Pesantren Darut Taqwa Desa Klampokarum adalah salah satu yang mengapresiasikannya dengan mengadakan Sholawat bersama pada Selasa (09/05/2017).

Sebenarnya kegiatan Solawat bersama di Pesantren Darut Taqwa sudah menjadi agenda rutin setiap tgl 10 hijriah yg biasanya dihadiri oleh warga desa sekitar desa Klampokarum.

Namun untuk malam ini, acara tersebut terasa spesial dikarenakan banyak warga yang hadir dari kecamatan lain, baik dari kecamatan Kunir, Sumbersuko maupun Klakah.

Dalam acara ini, hadir KH. Abdullah Mufid M.A selaku Dosen IAI Syarifudin Wonorejo, Lumajang. Dan hadir pula Ustadz Ulin Nuha selaku Vokalis Albanjari Ahbabul Musthofa dari kabupaten Jember.

Acara sholawat bersama ini dimulai ba'dha sholat magrib dengan pembacaan Manaqib kitab Nurul Burhan. Yang dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat bersama yang dipandu oleh Ustad Ulin Nuha.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian Mauidhoh hasanah yang oleh KH. abdullah Mufid MA.
"Sholat berjamaah 1 kali di bulan biasa akan mendapatkan pahala 27 kali. Itu berarti sama dengan kita sholat sendirian selama 27 hari.

Apabila kita sholat berjamaah 1 kali di bulan Ramadhan, maka sama dengan kita sholat berjamaah 70 kali di bulan biasa. Itu berarti sama dengan kita melaksanakan sholat sendirian selama 27 x 70 = 1.890 hari. Subhanallooh. Luar biasa." tutur KH. Abdullah Mufid.

"Oleh karena itu, manfaatkanlah bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Supaya kita tidak menyesal di kemudian hari" lanjut KH. Abdullah Mufid. (KIM-SH/M.M)

Indonesia bebas Kusta tahun 2019



(Kim Sinar Harapan) Indonesia sehat tahun 2015 – 2019 merupakan salah program yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Karena dengan sehatnya masyarakat maka akan berbanding lurus dengan kesejahteraan dan keamanan negara.

Sehubungan dengan program tersebut, maka Puskesmas Tekung melaksanakan kegiatan pemeriksaan kulit keliling kepada masyarakat Desa Klampokrum pada Rabu, (10/05/2017) yang dimulai pada pukul 08.00 – 11.00 WIB. Kegiatan ini dikhususkan untuk menemukan masyarakat yang terjangkit penyakit KUSTA.

 Mengingat penyakit Kusta yang memiliki ciri khusus yaitu Bercak Merah, Bercak Putih, Tidak Gatal, Tidak Sakit, dan Tidak Sembuh dengan Obat Kulit Biasa, maka sangat dimungkinkan masyarakat menjadi teledor atau kurang waspada terhadap penyakit tersebut sehingga merasa tidak perlu untuk memeriksakan dirinya kepada petugas kesehatan. Sehingga dalam beberapa waktu kedepan penderita penyakit tersebut akan semakin serius.

 Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan dari Puskesmas Tekung turun ke masyarakat dengan dibantu oleh para kader kesehatan desa dan perangkat desa. Satu persatu masyarakat diperiksa serta diwawancarai, apakah ada ciri-ciri penyakit yang mengarah kepada Kusta.

Dan Syukur Alhamdulillah, tidak satupun dari masyarakat Desa Klampokarum terindikasi penyakit Kusta.
Harapan dari Pemerintah Desa, semoga kegiatan pemriksaan kesehatan keliling ini bisa lestari sehingga kesehatan Masyarakat bisa selalu terjaga. Amin. (KIM-SH/M.M)

Kartu KIS Beda Identitas dengan KTP, Bisa Dirubah Dengan Cepat Dan Permanen


[KIM Sinar Harapan] Kartu Indonesia Sehat ( KIS ) subsidi pemerintah yang merupakan perubahan nama dari Jamkesmas di masa lalu, merupakan kartu berobat yang dikhusukan bagi masyarakat yang tidak mampu. Kegunaan dari KIS itu sendiri adalah agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dengan masyarakat yang berobat secara mandiri.

Namun, karena pencetakan fisik KIS tersebut dilakukan secara massal di Jakarta, maka sering terjadi kesalahan identitas di dalamnya, baik nama, tempat tanggal lahir maupun alamat.

Karena perbedaan identitas tersebut, maka setiap pemilik kartu KIS yang mau berobat harus melampirkan surat keterangan beda nama dari kelurahan / desa setempat dan ditandatangani camat yang akibatnya akan membuat pengurusan administrasi menjadi lama.

Tapi, kini pemilik kartu KIS tersebut bisa bernafas lega. Karena kini, perbedaan identitas di Kartu KIS tersebut bisa dirubah secara cepat dan permanen di kantor BPJS setempat.

“Cukup dengan membawa foto kopi KK, KTP, kartu KIS dan Surat keterangan beda identitas yang dikeluarkan oleh desa / kelurahan yang ditandatangani oleh Camat. Maka kartu KIS yang salah cetak identitas, bisa segera dirubah” tutur Riski selaku Cutomer Servis di kantor BPJS Lumajang.

“Dan satu lagi, pengurusan kartu KIS yang beda identitas tersebut, harus dilakukan oleh warga yang bersangkutan.” lanjut Riski


Dengan tepatnya identitas pada kartu KIS tersebut, maka diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang malas untuk berobat ketika sakit sehingga bisa segera mendapatkan pertolongan dan pengobatan yang tepat dan akurat.(KIM SH/ MM)

Asuransi Pertanian, Gagal Panen Diganti Rp 6 Juta per Hektare


Harapan seorang petani ketika bercocok tanam adalah mendapatkan hasil panen yang bagus dan harga yang jual yang tinggi. Sehingga kebutuhan rumah tangga petani tersebut menjadi terpenuhi selama satu kali musim tanam.

Namun, untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak, karena  terkadang apa yang diharapkan oleh petani, menjadi kandas ditengah jalan. Tanamannya menjadi hancur lebur karena musibah. Hama yang mewabah atau bencana alam yang melanda seperti kekeringan, banjir bandang adalah salah satu yang menjadi penyebabnya.

Kepala UPT. Pertanian Kecamatan Tekung, Mashudi menjelaskan bahwa saat ini pemerintah memberikan sebuah program asuransi bagi para petani yang gagal panen atau rusak 70% yang disebabkan oleh Hama maupun bencana kekeringan dan banjir. Hal ini disampaikan pada kegiatan apel pagi, Senin (3/4/2017) yang bertempat di halaman Kantor Kecamatan Tekung.

Asuransi tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara. “Bagi petani yang ingin mengikuti asuransi tersebut, cukup membayar premi sebesar Rp 36.000,- / hektar setiap musim tanam.” ujar Mashudi.

Lebih lanjut, Mashudi mengatakan bahwa angka tersebut sangat murah sekali bagi para petani yang sudah mengetahui bahwa biaya pertanian sekarang sangat mahal. “Bagi petani yang ikut Asuransi tersebut dan mengalami gagal panen, berhak mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektar.” pungkasnya.


Dengan program ini, diharapkan petani tidak lagi menjadi putus asa untuk bekerja dibidang pertanian. Dan tetap berusaha merawat tanamannya secara maksimal sehingga mendapatkan hasil yang gemilang. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat berkoordinasi dengan kelompok tani pada masing-masing wilayah atau Kantor UPT. Pertanian Kecamatan Tekung. (Kim-SH/ Mauludi)

Foto by : http://nasional.inilah.com/read/detail/2267390/petani-pamekasan-terancam-gagal-panen

Ciptakan Kondusifitas, 3 Pilar Tekung Gelar Patroli Gabungan


Memberikan rasa keamanan dan ketenteraman masyarakat di wilayah Kecamatan Tekung, Koramil 0821/ 15 Tekung bersama anggota Sabhara Polsek Tekung bersama Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa beserta jajarannya yang tergabung dalam 3 pilar melakukan patroli bersama dan menggiatkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskampling), di wilayah setempat.

Patroli bersama tersebut dilaksanakan juga untuk menurunkan dan mencegah angka kriminalitas di wilayah Kecamatan Tekung. “Kegiatan patroli ini akan dilaksanakan secara rutin dan bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan dan akan digilir pada 8 desa di wilayah Kecamatan Lumajang,” kata Danramil 0821/ 15 Tekung saat lakukan patroli gabungan di Desa Klampokarum, Kamis kemarin (30/3/2017).

Selain itu juga dalam rangka menjalin sinergitas dua institusi untuk menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tekung. Dengan adanya sinergitas ini, maka bisa sama-sama menjaga keamanan di wilayah Tekung.

“Kegiatan patroli tersebut sengaja dilaksanakan bersama dengan TNI dan Pemerintah setempat, karena bagaimanapun keamanan dan kondusifitas wilayah Tekung merupakan tanggungjawab bersama, khususnya bagi aparat keamanan,” ujar Kapolsek Tekung.

Kapolsek Tekung juga menambahkan bahwa semua warga desa tidak boleh terpancing dengan adanya isu penculikan anak, karena saat ini isu tersebut telah beredar dan mulai membuat masyarakat resah. Akan tetapi, untuk menanggapi hal itu hanyalah sebuah informasi tidak benar (HOAX), Kapolres Lumajang, AKBP. Raydian Kokrosono, S.I.K menegaskan bahwa isu tersebut dikeluarkan oleh para pengguna media sosial yang tidak bertanggung jawab dan bertujuan untuk membuat resah masyarakat.

Namun sikap hati-hati juga diperlukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, misalnya dengan segera menjemput anaknya yang sudah pulang sekolah. Setelah mendapatkan penjelasan dari Kapolsek tersebut, kini masyarakat menjadi tahu bahwa berita tersebut adalah bohong (HOAX) semata.

Kapolsek Tekung juga mengimbau masyarakat mendukung kegiatan ini, karena tanpa partisipasi masyarakat pada umumnya tidak mungkin ketentraman akan tercapai khususnya di wilayah Tekung dan sekitarnya. (Kim-SH/ Mauludi)

Museum Daerah Lumajang, Akhirnya diresmikan


Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag meyakini sejarah kebesaran Kabupaten Lumajang akan tetap abadi. Keabadian itu salah satunya bisa dilihat pada Museum Daerah, yang ada di Kabupaten Lumajang. Museum ini, Senin kemarin (24/08/2015) diresmikan oleh Bupati As’at dengan melakukan penandatanganan prasasti didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Lumajang dan Disbudpar Propinsi Jawa Timur. Yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan untaian bunga melati oleh Ny Hj Tutuk As’at.

Dalam peresmian museum daerah Lumajang ini, turut diramaikan juga dengan pameran dari lima museum di Jawa Timur. Diantaranya dari Museum Mpu Tantular dan Museum 10 November Surabaya, Museum daerah Probolinggo, Museum Cakraningkat di Bangkalan, Madura dan Museum Malang Tempoe Dulu.

Gedung museum daerah Lumajang ini terletak di gerbang masuk menuju KWT, tempatnya cukup representative. Memasuki ruangan yang cukup luas ini, pengunjung langsung diterima oleh reseptionis. Selanjutnya, pengunjung akan diarahkan untuk memilih melihat koleksi di dua ruang berbeda di sisi kiri dan kanan.

Di sisi kiri dari pintu masuk, terpajang berbagai koleksi mulai dari prasejarah, naskah kuno, nuministik, senjata, hingga koleksi kolonial. Di ruang ini juga terpanjang berbagai koleksi, mulai guci, temuan gerabah kuno, keping uang kuno, hingga senjata-senjata yang ditemukan dari masa lalu.

Termasuk juga, replika berbagai prasasti temuan di Kabupaten Lumajang yang saat ini tersimpan di berbagai museum di Indonesia, diantaranya di Museum Mpu Tantular, yakni Prasasti Pasrujambe. Prasasti ini sengaja dibuat sama seperti aslinya, karena yang asli tentu tidak bisa kita kembalikan karena telah menjadi aset di Museum Mpu Tantular.

"Sehingga dengan replika ini, kita menunjukkan bahwa inilah benda peninggalan masa lalu Lumajang yang penuh dengan sejarah untuk bisa dipelajari lagi. Tujuan didirikannya," kata Indrijanto, SH Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lumajang.

Museum ini, masih katanya, memang dibangun dengan tujuan untuk mengedukasi sekaligus memberikan wawasan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui bahwa Lumajang memang memiliki sejarah besar di masa lalu." Sehingga masyarakat, terutama generasi muda bisa lebih mengenal lebih jauh Lumajang," paparnya.

Sementara, di ruangan sebelah kanan dari reseptionis, pengunjung bisa melibat berbagai koleksi kebudayaan dan seni asli Lumajang. Diantaranya, berbagai atribut seni mulai dari topeng kaliwungu, jaran kencak, pakaian pengantin khas Lumajang hingga berbagai alat musik khas yang mengiringi berbagai kesenian yang ada.

Menurut Bupati As’at, sejarah kebesaran Kabupaten Lumajang tidak bisa dipungkiri. Disini pernah menjadi pusat kerajaan besar Lamadjang. "Kita berbangga, berdirinya museum ini tidak hanya untuk pelestarian cagar budaya dan sejarah itu sendiri tetapi juga untuk menjaga semangat dan pendidikan generasi mendatang,".

Setelah beroperasi museum ini hendaknya dijaga dan dipelihara. Bukan dalam arti terus dicat dan lainnya namun terus diperbanyak koleksinya. "Kalau masyarakat tahu atau memiliki benda peninggalan sejarah yang saat ini disimpan sendiri, bisa dilaporkan atau diserahkan kepada pihak museum. Tentunya ada imbalan jika memang benda-benda itu sangat berharga," katanya.

Bupati As’at menambahkan, selain untuk pelestarian, museum ini juga menjadi salah satu sarana penunjang untuk kepariwisataan karena Kabupaten Lumajang termasuk salah satu daerah kunjungan wisata sejarah. "Perpaduan wisata sejarah, kuliner dan pesona alamnya, luar biasa Lumajang ini". (Humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

LAYANAN E-KTP

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger