SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SPANDUK

SPANDUK

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

BERITA UTAMA

Latest Post

Eddy Hozayni : Kiprah Publikasi KIM melalui IT

KIM SINAR HARAPAN yang beberapa Anggotanya piawai dalam menangani dan sekaligus menata BLOG yang dimilikinya, selain kepadatan informasi yang selalu Up Date, juga banyak inovasi yang dibuat hingga selain menarik informasinya, juga membuat pembaca Blognya sulit dipisahkan dengan e-Magazinenya (dalam hal ini KIM selalu berkoordinasi dengan Bagian Humas untuk memadukan e-Magazinenya dengan Majalah yang diterbitkan oleh Bagian Humas)

Peran KIM SINAR HARAPAN memang menarik dan patut dicungi jempol, karena selain seluruh kegiatannya PENUH dengan cita rasa Sosial yang kental juga seluruh Pengurus tidak pernah berberat hati untuk menuangkan segenap daya dan upaya kepada masyarakat hampir tanpa berpikir tentang jasa balik apa yang diterimanya, Apalagi Pengurus KIM ini sebagian besar kaum muda.

Sentuhan hati dan penangan proporsional serta kesungguhannya menangani sesuatu ini membuat KIM SINAR HARAPAN Kecamatan Tekung ini leading dan favorite serta realisasi aktivitasnya meninggalkan jauh KIM yang ada di Kabupaten Lumajang.

Wabup Beri Penghargaan KIM Sinar Harapan Sebagai Salah Satu Penggerak Sosial


Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sinar Harapan menerima menerima penghargaan dari Wakil Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag, Selasa (17/2/2015). Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini merupakan satu-satunya kelompok di bidang informasi binaan Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang sebagai penggerak sosial di Kabupaten Lumajang.

Tentunya dalam perolehan penghargaan secara langsung oleh Wabup As’at ini KIM tidak sendirian, akan tetapi karena KIM bersinergi dengan beberapa organisasi yang sejalan dengan KIM diantaranya Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Kab. Lumajang, Paguyuban Penyandang Cacat Kab. Lumajang, Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) Kec. Tekung dan Karang Taruna Setya Bhakti Desa Tukum. untuk melakukan sejumlah kegiatan Bhakti Sosial yakni Sadar Donor Darah (SANORAH), Pemeriksaan Mata Gratis dll.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag di Pendopo Kabupaten Lumajang, bertepatan dengan acara Bhakti Sosial, Gebyar Seni dan Unjuk Karya Disabilitas Kabupaten Lumajang.

Wabup As’at mengatakan pemberian penghargaan ini untuk menunjukkan kepedulian kepada KIM yang dengan kerelaan dan keikhlasan telah melakukan sesuatu tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. “Yang lebih-lebih kami hargai mereka akan selalu memikirkan, wah ini juga sebagai tanggung jawab pribadi kepada Tuhannya masing-masing, merupakan pekerjaan pahala,” kata Wabup.

Menurut Ka. Suba. Informasi Bagian Humas Setda Kab. Lumajang, Soekarmiati, Kelompok/ komunitas di bidang informasi sangat efektif untuk menggerakkan masyarakat. Terlebih lagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang menjadi binaan Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang bisa di fasilitasi oleh Radio Suara Lumajang FM milik Pemerintah. Selain membutuhkan informasi, melalui radio, masyarakat terkadang meminta pertolongan.

Bagi KIM Sinar Harapan, penghargaan ini sebagai perwujudan visi dan misi KIM Sinar Harapan, untuk melakukan pengabdian secara langsung kepada masyarakat berupa kegiatan bhakti Sosial.

“Jadi, bukan hanya persoalan-persoalan produksi informasinya saja tapi bagaimana dia bisa menjadi mediator,” ujar Saiful selaku Ketua KIM Sinar Harapan.

Media Informasi, tambah Saiful bisa juga menjadi penghubung antar institusi dengan masyarakat, sehingga kegiatan bhakti social bersama PPDI Kab. Lumajang ini bisa menjadi tanggung jawab sosial KIM Sinar Harapan sebagai kelompok/ komunitas di bidang informasi yang sejak dari awal bersinergi dengan organisasi diatas untuk melakukan suatu kegiatan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.


Saiful juga berharap KIM Sinar Harapan semakin konsisten melakukan aktivitas sosial dan nantinya akan terus memberi dukungan dan perhatian kepada masyarakat. (KIM SH)

Pemkab Dampingi Masyarakat Penggerak Sosial di Lumajang


Wakil Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag mengucapkan rasa terimakasihnya kepada semua insan, yang selama ini memiliki perhatian besar kepada penyandang disabilitas (penyandang cacat). Karena perhatian yang besar ini Kabupaten Lumajang mendapatkan penghargaan dari Kementrian Sosial. penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa warga difabel di Kabupaten Lumajang memiliki tempat dan peran yang sama dimasyarakat. Itu diungkapkan Wabup pada acara bakti sosial dan gebyar seni penyandang disabilitas yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten kemarin (17/2).

Kedepan Wabup berharap agar perhatian kepada kaum difabel, dapat lebih ditingkatkan melalui komunikasi yang baik antar seluruh element. Terlebih lagi menurut Wabup Pemerintah Kabupaten telah menganggarkan sebagian dari APBD untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kedepan kita harus memikirkan dan mencari banyak kesempatan dan cara untuk ikut serta memikirkan saudara kita yang memiliki kekurangan. Mari bersama-sama sering berkomunikasi. Pemkab sudah menganggarkan sebagian dari APBD untuk kegiatan sosial” kata Wabup.

Disabilitas yang menurut sebagian orang dianggap tidak bisa apa-apa, karena memiliki kekurangan, kata Wabup, adalah cara pandang yang salah. Wabup mengajak masyarakat untuk merubah pola pikir seperti itu.

“Allah menciptakan manusia tidak ada yang sia-sia. Terbukti mereka pandai menyanyi, bersholawat bahkan membaca Alquran. Mari kita intropeksi diri dan berkaca” ajak Wabup.

Khusus kepada kaum difabel, Wabup meyakini bahwa dibalik kekurangan yang dimiliki pasti terdapat kelebihan yang bisa ditonjolkan.”Jangan berkecil hati dengan kekurangan, karena yakinlah dibalik kekurangan Allah memberikan kelebihan. Tinggal kita bagaimana kekurangan itu bisa kita tutupi dan nantinya harus menjadi hal biasa yang luar biasa, yang tidak dimiliki oleh orang lain” katanya.

Pemerintah sendiri telah memberikan perlindungan dan pemenuhan hak kepada kaum difabel. Seperti yang selama ini telah diatur dalam UU Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Penyandang Cacat. Kedepan UU ini akan segera digantikan dengan keberadaan UU Penyandang Disabilitas yang baru. Hanya saja RUU yang telah rampung draft-nya sejak Mei 2014 lalu, tepatnya Pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, Hingga kini masih dalam proses pembahasan. (KIM SH)

Pameran Praktik Program USAID PRIORITAS di Gelar


Praktisi dan pengiat pendidikan se-Kabupaten Lumajang, pagi ini (17/2/2015) berkumpul di Gedung Sujono Lumajang untuk melihat ratusan karya terbaik dari siswa-siswi sekolah tingkat dasar hingga menengah sederajat se Kabupaten Lumajang. Kegiatan yang bermitra dengan United States Agency International Development (USAID) ini bertajuk pameran praktik yang baik program USAID PRIORITAS di Lumajang.

Wakil Bupati Lumajang Drs. As'at M.ag, ketika menyampaikan sambutan menyampaikan apresiasi terhadap program dari USAID. Menurutnya USAID selalu bertekad untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia khususnya diLumajang.

Adanya pameran praktik yang digelar atas dorongan dan suport dari lembaga asing yang bermarkas di amerika ini. Kata Wabup, seharusnya dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat terutama tenaga pendidik, untuk lebih serius dalam memperhatikan dunia pendidikan.

“kepandaian seorang anak juga dapat dilihat dari potensi lain yang dimilki. selama ini masyarakat hanya menilai tingkat kepandaian dan kemampuan seorang anak hanya dari nilai kemampuan menyelesaikan soal ujian saja, tanpa melihat potensi lain yang dimiliki pada diri seorang anak” kata Wabup.

Disisi lain Wabup menyayangkan guru yang mencaci atau memarahi muridnya hanya karena ketidakmampuan dalam satu bidang pelajaran.

“setiap anak memilki kemampuan dan kreatifitas yang berbeda dan disitu letak perjuangan sorang guru dan orang tua untuk mengarahkan dan membimbing hingga menjadi anak yang berhasil” jelas Wabup.

Kata PRIORITAS dibelakang USAID sendiri merupakan singkatan dari Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students. Sebuah program yang dirancang dan didanai oleh USAID, dan bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas selama lima tahun.


USAID PRIORITAS merupakan bagian dari Kesepakatan No 497-025 antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Republik Indonesia yang telah ditandatangani pada tanggal 30 September 2011. (KIM SH)

Kepsek SMP N 1 Lumajang, Launching Buku “ Memimpin Dengan Human Touch “


Senin malam (16/2) merupakan puncak dari kegiatan HUT SMPN 1 Lumajang ke 69.  Berbagai karya seni ditampilkan pada malam itu. Satu penampilan yang berhasil memukau para undangan termasuk alumni SMPN 1 Lumajang adalah pagelaran seni tradisional karawitan modern. Dimana karawitan yang merupakan seni tradisional dikemas dengan penerapan teknologi IT. Namun uniknya tanpa sedikitpun menghilangkan unsur tradisionalnya.

Selain itu pada saat yang sama juga dilakukan launching buku berjudul “Memimpin dengan Human Touch, Tantangan dan Dinamika Satu Dasawarsa Membangun SMP Negeri 1 Lumajang 2005-2015”. Buku karya Drs. Agus Salim, M.pd. yang juga merupakan kepala sekolah SMPN 1 Lumajang ini, sekaligus menandakan 10 tahun sudah dirinya mengabdikan diri di SMPN 1 Lumajang.

Wakil Bupati Drs. As'at, M.ag yang juga merupakan alumni sekolah tersebut dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya menjadi alumni SMPN 1 Lumajang. selanjutnya Wabup mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh pendidik yang tanpa mengenal lelah mengantarkan anak didiknya menjadi orang berguna.

Khusus mengenai buku yang di launching. Wabup yang sekilas telah membaca buku tersebut mengatakan, bahwa apa yang ada didalam buku ini sangat baik untuk dituangkan dalam kehidupan. “hakekatnya setiap manusia adalah seorang pemimpin. saya sangat setuju agar setiap pemimpin memimpin dengan sepenuh hati" katanya.

Buku dengan judul “Memimpin dengan Human Touch, Tantangan dan Dinamika Satu Dasawarsa Membangun SMP Negeri 1 Lumajang 2005-2015” ini menuangkan kisah dan kiprah Agus  Salim dalam pengabdiannya sebagai kepala sekolah di Lumajang.


Termasuk saat dirinya menghadapi tantangan yang dinilai berat ketika didaulat menjadi  kepala SMP Negeri 1 Lumajang tahun 2005 silam. Peristiwa-peristiwa besar dan bersejarah yang terjadi selama dirinya memimpin sekolah ini juga tertuang dalam buku tersebut. (KIM SH)

Eddy Hozayni : KIM Sinar Harapan Juga Pelopor Sosial

Jika masa  Kelompencapir masih berlaku dulu, semua persyaratan antara Kelompencapir di sebuah Daerah dengan Daerah lainnya, sama. Ada buku monitoring Dengar, Baca, Pirsa dan Diskusi. Semua Kelompencapir seperti itu. Itu pengalaman saat Kelompencapir tempo lalu. Kalau sekarang rasanya sejalan dengan era baru, kelihatannya berlainan bangun KIM ini.

Seperti KIM SINAR HARAPAN ini,  beranggotakan 10 orang,. Awalnya,  setelah bubarnya Kelompencapir masih aktif berkecimpung dalam informasi meski sudah tak bertrade-mark Kelompencapir lagi bergabung dalam wadah yang memang dibentuk di Kabupaten Lumajang yakni Gerbangmas (Gerakan Membangun Masyarakat Sehat) yang mengoptimalkan fungsi Posyandu di setiap RW itu dan yang kental dengan aktivitas Sosialnya berupa kedekatannya dengan komunitas Orang-orang Cacat dan Donor Darah (Sanorah) dan aktivitas Sosial lainnya.

Memang dulunya Posyandu itu hanya pelayanan kesehatan Ibu dan Anak. Namun kemudian ditingkatkan sedemikian rupa oleh masyarakat dan pemerintah Lumajang dengan keterlibatan PKK menjadi sebuah lembaga pelatihan di masyarakt setiap RW. Konsepnya menjadi berkembang ke persoalan yang semakin luas yakni MUL atau Manusianya, Usahanya dan Lingkungannya yang ditangani Posyandu ini, yakni Gerbangmas itu.

Setelah muncul gagasan dibentuknya KIM. maka sejalan dengan langkah yang dilakukan di Kabupaten Lumajang dengan Gerbangmas itu, maka KIM mendapat tanggapan positif dan hangat dari Pemerintah serta PKK Kabupaten Lumajang.

Sebagai organisasi olah informasi yang tumbuh subur ini, tentu masih perlu dikembangkan kegiatan-kegiatannya. Selain kegiatan yang begitu kental dengan kegiatan Sosial bersama komunitas orang Cacat dan Sanorah, maka secara bertahap menekuni pembuatan pupuk organik yang sekaligus menanam Sayur dengan perlakuan organik pula, yang hasilnya dijual secara umum untuk kemudian hasil penjualannya dipergunakan sebagai modal perjalanan KIM SINAR HARAPAN. Meski disisi lain untuk kegiatan Sosialnya kelompok ini terus berdampingan dengan Dinas Sosial dan PMI.

Pada sisi Usaha, terus diupayakan optimalisasi usaha anggota dalam produksi  Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Padat serta Penanaman Sayur Organik yang saat ini sebenarnya sudah berjalan kecil-kecilan.

Khusus mengenai penanaman Sayur Organik ada pola unik yang diterapkannya, yakni bibit yang telah ditanam di poly bag ditempatkan di beberapa rumah warga dengan cara sosial juga, yakni setiap rumah warga di sekitar KIM ditempatkan minimal 5 poly bag biar dipelihara pemilik rumah, dan apabila tiba saatnya Sayur yang berupa Sawi Daging dan Brungkul itu panen, maka dari 5 poly bag itu sang pemilik rumah kebagian mengambil 2 poly bag untuk dikonsumsi rumah tangga yang dititipi. Kentalnya pendekatan Sosial masih tetap mewarnai KIM SINAR HARAPAN ini.

Wajah KIM yang memang berkecimpung didalam kegiatan Sosial yang dilengkapi dengan Olah Informasi untuk masyarakat di sekitarnya ini menjadi semakin menarik, karena secara periodik (tiap bulan) dan insidental membuat brosur atau selebaran yang berisi informasi penting untuk disebar luaskan pada masyarakat. Isi selebaran itu beragam mulai dari persoalan lingkungan seperti pentingnya PSN, bersih-bersih lingkungan, informasi kebijakan pemerintah dan bentuk kepedulian sebar informasi yang diperkirakan informasi itu sangat diperlukan oleh masyarakat setempat.

Sementara itu yang menjadi kegiatan KIM SINAR HARAPAN, selain juga masih aktif dalam kegiatan Sosial dengan segala personalan lain didalamnya, juga secara personal banyak memberikan informasi kembali kepada masyarakat tentang berbagai kebijakan pemerintah dan sekaligus menyerap informasi dari masyarakat untuk disampaikan kepada Bagian Humas melalui SMS.

Eddy Hozayni : Kim “Sinar Harapan” Warisi Semangat Kelompencapir

Belakangan jika kita mengamati prilaku masyarakat dalam melontarkan pandangan, kritik maupun saran ada kesan kurang memperhatikan adab sopan santun. Mereka banyak yang menganggap bahwa pendapat mereka adalah gagasan yang seharusnya diperhatikan, dihargai, dan pada akhirnya harus diterima oleh pihak yang menjadi obyeknya.

Warna semacam itu berlangsung sejak Indonesia membuka seluas-luasnya kemerdekaan pers serta kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum. Seringkali gambaran tentang demikian bebasnya menyampaikan pendapat ini  kita saksikan hampir setiap tayangan berita di media Televisi yang belakangan menjadi media informasi yang paling banyak dimiliki dan diminati masyarakat.

Tayangan tentang pengajuan pendapat yang bersifat massal seringkali menimbulkan tanda tanya banyak orang, utamanya di pedesaan. Apakah memang begitu cara menyampaikan gagasan. Harus dengan bentangan spanduk, orasi keras melalui loudspeaker yang memekakkan telinga dan sering juga harus bersitegang dengan para petugas keamanan ? Pertanyaan itu seringkali tidak mendapat jawaban. Atau jikalau ada yang mau menjawab, jawaban mereka sangat subtektif dan  tidak jarang malah mengaburkan pemahaman masyarakat tentang keterbukaan di era reformasi ini. Ujung-ujungnya apa yang ditayangkan dan ditonton masyarakat melalui layar kaca itu serta merta diadopsi dan dipergunakan untuk kepentingan serupa di desanya, di RWnya atau di RTnya. Rasanya memang harus dengan cara itu mereka baru bisa dan lega menyampaikan gagasan.

Indonesia is uncivilized nationbegitu pernah didengar anggota KIM SINAR HARAPAN dari sebuah pernyataan masyarakat luar negeri terhadap Indonesia ketika di Indonesia yang dikenal dengan negeri yang dulunya mengedepankan sopan santun, tahu-tahu sontak dengan era keterbukaan berubah drastis menjadi negeri yang hampir mirip kaum barbar dan terjadi banyak anarchisme.

Dulu, demikian kenang salah seorang pengurus KIM SINAR HARAPAN, begitu seseorang atau kelompok mempunyai gagasan yang baik disampaikan dengan cara yang baik, santun dan bahkan sering diangkat dengan metode yang menyenangkan seperti model Simulasi dan sebagainya. Gagasannya bisa diterima oleh pihak lain, penyampaiannya tidak menimbulkan masalah dan tak jarang banyak kesan edukatif didalamnya. Ada pertimbangan etiket, cultural dan bahkan menjunjung tinggi pendapat orang lain. Dengan begitu ‘kenek-o iwak-e gak buthek banyune’ katanya.

Masa lalu, Kelompencapir banyak menanamkan perannya menyampaikan gagasan atau bahkan banyak menyerap informasi, yang kemudian diolah sedemikian hingga menjadi wawasan bersama anggota Kelompencapir atau malah menjadi wawasan masyarakat luas. Itu dulu katanya mengenang olah informasi beberapa tahun lalu oleh si Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan).

Memang, sejarah tak boleh berhenti” lanjutnya. Jujur saja, Kelompencapir selain memiliki sisi positif juga negatif. Hal itu juga berlaku pada setiap sektor kehidupan ini. Dicontohkannya, bahwa  membangun sebuah rumah itu khan baik. Tapi sebelum membangun khan orang itu mesti lebih dulu membersihkan/mematikan rumput-rumputnya, memotong pepohonan atau mungkin bisa jadi ketika kita membangun rumah kita, malah tetangga kita harus tidak lagi rumahnya tersinari cahaya matahari karena tertutup rumah kita. Itulah resiko hidup kalau kita mau menelaah, terang anggota KIM yang memang banyak cakap itu.

Saya masih teringat Kelompencapir dulu. Disana. Di Dusun saya sering dilakukan pertemuan Kelompencapir membahas informasi kebijakan pemerintah, kemudian menerapkannya dan….akhirnya berhasil juga. Contohnya informasi pertanian tentang Jajar Legowo, Pupuk berimbang dan banyak lagi informasi melalui Kelompencapir waktu itu. Tanpa terasa, ketika diadakan lomba Kelompencapir dan setiap Kecamatan harus mengirimkan wakilnya untuk bertanding, persiapan mereka membekali diri dengan materi mati-matian sebagai upaya prestise, takut kalah. Melalui Lomba yang ditonton banyak orang itu, tentu merupakan media sosialisasi tidak langsung pada penonton. Akhirnya penonton tahu bagaimana cara memilih benih yang baik misalnya, bagaimana menanggulangi Demam Berdarah dengan 3Mnya. Pokoknya banyak ya kenangan keberadaan Kelompencapir sebagai media olah Informasi dan kejelasan informasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.


Kembali, bahwa sejarah tidah berhenti. Kelompencapir yang telah tidak asing dan akrab sekali nama itu ditelinga masyarakat harus perlahan namanya hilang dari permukaan, meski eksistensinya masih diingini. Bayangan tentang KIM itu ya gantinya Kelompencapir lah !”, tukas salah satu anggota banyak cakap itu. Saya katakana begitu karena sampai saat ini petunjuk yang pasti kok masih belum baku. Apa kita diminta untuk mengkreatifi sendiri wadah KIM ini ? 

SEMANGAT KIM

SEMANGAT KIM

LAYANAN E-KTP

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger