SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SPANDUK

SPANDUK

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

BERITA UTAMA

Latest Post

Museum Daerah Lumajang, Akhirnya diresmikan


Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag meyakini sejarah kebesaran Kabupaten Lumajang akan tetap abadi. Keabadian itu salah satunya bisa dilihat pada Museum Daerah, yang ada di Kabupaten Lumajang. Museum ini, Senin kemarin (24/08/2015) diresmikan oleh Bupati As’at dengan melakukan penandatanganan prasasti didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Lumajang dan Disbudpar Propinsi Jawa Timur. Yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan untaian bunga melati oleh Ny Hj Tutuk As’at.

Dalam peresmian museum daerah Lumajang ini, turut diramaikan juga dengan pameran dari lima museum di Jawa Timur. Diantaranya dari Museum Mpu Tantular dan Museum 10 November Surabaya, Museum daerah Probolinggo, Museum Cakraningkat di Bangkalan, Madura dan Museum Malang Tempoe Dulu.

Gedung museum daerah Lumajang ini terletak di gerbang masuk menuju KWT, tempatnya cukup representative. Memasuki ruangan yang cukup luas ini, pengunjung langsung diterima oleh reseptionis. Selanjutnya, pengunjung akan diarahkan untuk memilih melihat koleksi di dua ruang berbeda di sisi kiri dan kanan.

Di sisi kiri dari pintu masuk, terpajang berbagai koleksi mulai dari prasejarah, naskah kuno, nuministik, senjata, hingga koleksi kolonial. Di ruang ini juga terpanjang berbagai koleksi, mulai guci, temuan gerabah kuno, keping uang kuno, hingga senjata-senjata yang ditemukan dari masa lalu.

Termasuk juga, replika berbagai prasasti temuan di Kabupaten Lumajang yang saat ini tersimpan di berbagai museum di Indonesia, diantaranya di Museum Mpu Tantular, yakni Prasasti Pasrujambe. Prasasti ini sengaja dibuat sama seperti aslinya, karena yang asli tentu tidak bisa kita kembalikan karena telah menjadi aset di Museum Mpu Tantular.

"Sehingga dengan replika ini, kita menunjukkan bahwa inilah benda peninggalan masa lalu Lumajang yang penuh dengan sejarah untuk bisa dipelajari lagi. Tujuan didirikannya," kata Indrijanto, SH Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lumajang.

Museum ini, masih katanya, memang dibangun dengan tujuan untuk mengedukasi sekaligus memberikan wawasan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui bahwa Lumajang memang memiliki sejarah besar di masa lalu." Sehingga masyarakat, terutama generasi muda bisa lebih mengenal lebih jauh Lumajang," paparnya.

Sementara, di ruangan sebelah kanan dari reseptionis, pengunjung bisa melibat berbagai koleksi kebudayaan dan seni asli Lumajang. Diantaranya, berbagai atribut seni mulai dari topeng kaliwungu, jaran kencak, pakaian pengantin khas Lumajang hingga berbagai alat musik khas yang mengiringi berbagai kesenian yang ada.

Menurut Bupati As’at, sejarah kebesaran Kabupaten Lumajang tidak bisa dipungkiri. Disini pernah menjadi pusat kerajaan besar Lamadjang. "Kita berbangga, berdirinya museum ini tidak hanya untuk pelestarian cagar budaya dan sejarah itu sendiri tetapi juga untuk menjaga semangat dan pendidikan generasi mendatang,".

Setelah beroperasi museum ini hendaknya dijaga dan dipelihara. Bukan dalam arti terus dicat dan lainnya namun terus diperbanyak koleksinya. "Kalau masyarakat tahu atau memiliki benda peninggalan sejarah yang saat ini disimpan sendiri, bisa dilaporkan atau diserahkan kepada pihak museum. Tentunya ada imbalan jika memang benda-benda itu sangat berharga," katanya.

Bupati As’at menambahkan, selain untuk pelestarian, museum ini juga menjadi salah satu sarana penunjang untuk kepariwisataan karena Kabupaten Lumajang termasuk salah satu daerah kunjungan wisata sejarah. "Perpaduan wisata sejarah, kuliner dan pesona alamnya, luar biasa Lumajang ini". (Humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Bupati Serahkan Remisi 106 NAPI Usai Upacara HUT RI Ke-70


Usai pelaksanaan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70th, Bupati As’at dan Jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang beserta istri bergerak menuju kantor Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIB Kabupaten Lumajang. Dimana acara ini digelar secara rutin untuk memberikan remisi kapada para nara pidana.

Sebelum pelaksanaan penyerahan remisi ini, diawali dengan pelaksanaan lomba-lomba yang digelar oleh para napi dan tahanan yang berjumlah 272 orang tersebut. Dilanjutkan diawali dengan pembacaan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, tentang pemberian remisi untuk para napi, selanjutnya pembacaan Catur Narapidana yang dibacakan secara lantang oleh Sdr. Sukamto (eks. Anggota TNI) dengan kasus narkoba.

Dilanjutkan Bupati As’at untuk menyerahkan secara simbolis pemberian remisi kepada para nara pidana. Dalam HUT RI kali ini ada 106 nara pidana yang mendapatkan SK remisi. Sedangkan 12 napi memperoleh kebebasan, yang disambut gemuruh para napi.

Dalam kesempatan ini, Bupati Lumajang memberikan bantuan peralatan olah raga berupa 3 Unit Meja Bola Pingpong kepada Kepala Lapas Kabupaten Lumajang Sarju Wibowo. Sebelum meninggalkan Lapas Bupati Lumajang diajak berkeliling untuk menyaksikan hasil ketrampilan para napi dan tahanan yang berupa pembuatan Paving, rangkean bunga, hiasan vas bunga dari sisa bungkus permen, meja belajar anak-anak dan rak sepatu dan jemuran.

Menurut Kepala Lapas Kabupaten Lumajang, Sarju Wibowo, dari keseluruhan nara pidana yang mendapat remisi rata- rata nara pidana yang perilakuknya baik selama ada di lapas. Tidak pernah melanggar hukum atau peraturan selama di Lapas, salah satunya tidak pernah berkelahi atau membawa barang yang di larang.

“Jika diurutkan kelompok yang paling banyak mendapat remisi dari kasus kesusilaan, narkoba dan kasus kriminal lainnya. Remisi yang diberikan ini, berbeda-beda ada yang 6 bulan, 3 bulan dan 2 bulan dan 15 hari,” kata Kalapas. (Humas-lmj)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Atraksi Drama Kolosal Warnai Upacara HUT RI Ke 70 Di Lumajang


Sekitar kurang lebih 100 Pelajar bawakan lagu syukur dan padamu negeri mengiringi upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 di Kabupaten Lumajang, Senin (17/08/2015).

Tepat pukul 10.00 WIB prosesi detik-detik proklamasi. Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag menjadi inspektur upacara Pengibaran Sang Merah Putih pada pukul 10.14 WIB, sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang bertindak untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan. Upacara ini dikomandani oleh Kapten Kavaleri Wahyu Nurtomo.

Selepas pembacaan Naskah Proklamasi dilanjutkan Pengibaran Bendera "Merah Putih" oleh 74 siswa/siswi dari SLTA/ MA/ SMK negeri dan swasta yang lolos seleksi dan tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lumajang. Adapun Yuniar Sugiarti didaulat sebagai pembawa bendera.

Para peserta upacara HUT RI yang terdiri pelajar SD hingga SMA/SMK, pemuda, mahasiswa, PNS, pegawai swasta serta prajurit TNI/ Polri tetap bersemangat mengikuti upacara dengan khidmat.

Peringatan HUT RI tahun ini ditutup dengan drama kolosal dari para komunitas kresno seto yang bekerjasama dengan pihak TNI.  Drama kolosal ini mengisahkan tentang sepak terjang Jendral Sudirman sebagai pahlawan pejuang kemerdekaan, yang telah mempertaruhkan segalanya melawan penjajah Belanda.

Semangat patriotisme, nasionalisme sengaja diperlihatkan untuk mengingatkan generasi muda saat ini dan untuk menjadi inpirasi dalam berkarya mengisi pembangunan. (Humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Moment 17 Agustus, Bupati Ajak Birokrasi Dan Masyarakat Untuk Tingkatkan Semangat Kerja


Bupati As’at memimpin upacara Detik-Detik Proklamasi ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Lumajang, Senin (17/8) pada pukul 10.00 WIB. Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag juga menjadi inspektur upacara Pengibaran Sang Merah Putih pada pukul 10.14 WIB, sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang bertindak untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan. Upacara ini dikomandani oleh Kapten Kavaleri Wahyu Nurtomo.

Sementara itu, pengibaran bendera ini dilakukan oleh 74 siswa/siswi dari SLTA/ MA/ SMK negeri dan swasta yang lolos seleksi dan tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lumajang. Adapun Yuniar Sugiarti didaulat sebagai pembawa bendera.

Dalam pelaksanaan upacara Detik-Detik Proklamasi ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, seluruh SKPD, anggota DPRD, Camat, Lurah, dan beberapa organisasi masyarakat hadir dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi di Alun-alun Lumajang.

Dalam amanatnya Bupati As’at mengajak seluruh birokrasi dan masyarakat untuk memaknai tema “Ayo Kerja” dengan bekerja secara sungguh-sungguh dan meningkatkan pelayanan publik secara maksimal.

Pemerintah pusat telah menetapkan “AYO KERJA” sebagai tema peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-70th. Untuk itu Bupati As’at mengajak segenap birokrasi untuk memaknai tema tersebut dan mengimplementasikannya dalam menunaikan aktifitas sehari-hari. Dengan dukungan pelayanan secara maksimal yang dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat  ini, diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk bekerja guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015.

“Tema Ayo Kerja sangat tepat bagi Lumajang, baik bagi seluruh masyarakat dan secara khusus bagi birokrasi. Tema ini tidak hanya mengajak kita untuk sekedar bekerja tapi bagaimana bekerja secara bersungguh-sunguh dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang tujuan akhirnya mampu mewujudkan kepuasan dan kesejahteraan bagi rakyat,” kata Bupati As’at.

Bupati melanjutkan berbagai prestasi dan kemajuan yang telah diraih oleh Kabupaten Lumajang selama ini merupakan hasil kerja keras semua elemen masyarakat bersama dengan pemerintah. Bupati pun berharap semua itu dapat menjadi penyemangat untuk terus menjadikan Kabupaten Lumajang lebih baik lagi.

“Semua prestasi hanyalah indikator adanya progress atas kerja keras kita, tapi jangan sampai kita berpuas diri. Justru ini harus menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik untuk Kabupaten Lumajang,” ajak Bupati As’at. (Humas-lmj).


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Kenang Jasa Pejuang 45, Dengan Semangat Ayo Kerja


Kehidupan seorang pelayan masyarakat atau aparatur negara itu tak ubahnya berada di dalam sebuah akuarium atau etalase kaca. Karenanya, kecil atau besar, sedikit atau banyak kesalahan yang dilakukannya dengan mudah dan cepat diketahui publik.

"Real time. Apa yang kita lakukan hari ini, jam ini dan bahkan saat ini juga, pada waktu yang bersamaan dapat diketahui orang lain. Sebab itu lakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagaimana yang diamanahkan negara, konstitusi dan pemerintah. Hindarkan sekecil mungkin sesuatu yang tidak perlu dilakukan. Jangan lakukan penyimpangan," tegas Drs. As’at M. Ag.

Bupati Lumajang mengemukakan hal tersebut ketika memberi sambutan saat mengadakan silaturahmi dan ramah tamah bersama para anggota Veteran, Warakawuri, Weredatama, Pejuang 45 dan Pepabri.

Ramah Tamah yang digelar secara rutin pada setiap tahunnya untuk  peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2015 tingkat Kabupaten Lumajang itu, dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Lumajang, Minggu malam (16/8).

Acara ini dihadiri oleh Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag dan Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang serta adik-adik pelajar dari sekolah tingkat SLTA/ MA/ SMKN di wilayah perkotaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang kembali peristiwa yang dialami oleh para pejuang rakyat Lumajang dalam menumpas penjajahan terhadap Tentara Belanda dan Jepang. Pada kesempatan itu telah diangkat kembali kilas balik perjuangan rakyat Lumajang yang disampaikan oleh Sdr. Joko Pramono, selaku putra dari angkatan 45 dan Bapak Sukadar selaku Veteran Kabupaten Lumajang.

“Kita sebagai generasi penerus harus mengenang jasa-jasa mereka dalam membela negara kita, mustahil bagi kita yang tinggal di negeri ini tanpa mengenang perjuangan selama 3,5 abad. Zaman kita berbeda, dahulu hidup didunia penjajahan, sedangkan musuh kita sekarang adalah hawa nafsu kita sendiri, untuk itu kepada para senior  beri kita masukan, karena  pengalaman kita masih sangat terbatas, kita tau bahwa Lumajang ini banyak sekali potensi yang harus dikembangkan dan anak-anak kita yang berprestasi”. Ujar Bupati As’at.

Bupati As’at pada moment Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70th yang bertemakan “AYO KERJA”, juga mengingatkan seluruh aparaturnya agar tidak melakukan tindakan korupsi. Korupsi yang dimaksudkan bukan hanya menyangkut penyalagunaan anggaran semata. Tetapi juga berkenaan waktu kerja.

"Masuk kerja tidak tepat waktu atau bahkan tidak masuk kerja sama sekali dengan alasan yang tidak dibenarkan, juga merupakan tindakan korupsi. Meskipun mungkin kecil sifatnya, hal-hal seperti ini juga harus dihindari," katanya menambahkan.

"Mesti dimulai dari diri sendiri agar masyarakat yang dilayani tidak kecewa. Agar para pahlawan bangga melihat kita. Mari kita jadikan budaya malu untuk bermalas-malasan, berbolos-bolosan atau tidak masuk kerja," imbuhnya.

"Jangan kecewakan masyarakat. Jangan sampai masyarakat datang berulang-ulang  namun tetap tidak memperoleh pelayanan yang baik. Jangan buang uang dan waktu masyarakat.Karena itu delegasikan wewenang jika memang harus meninggalkan tempat kerja kepada staf supaya pelayanan kepada tidak terkendala”. (humas-lmj)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

3 Buah Unggulan Lumajang, Siap Jadi Hidangan Di Istana Negara


Kabupaten Lumajang sebagai wilayah agraris, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sebagai dasar utama Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk menjadi daerah yang menghasilkan produk unggulan terbaik, salah satunya adalah program pertanian yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Kabupaten Lumajang, guna mewujudkan visi Kabupaten Lumajang, yakni “Mewujudkan Masyarakat Lumajang Yang Sejahtera Dan Bermartabat“.

Dalam upaya mewujudkan visi Kabupaten Lumajang, Pemerintah Daerah melakukan berbagai strategi dan kebijakan yang terus diupayakan dan dioptimalkan, yakni pelestarian dan peningkatan kesuburan lahan pertanian secara berkelanjutan, memberdayakan masyarakat petani maupun kelompok tani, pemenuhan sarana dan prasarana pertanian, serta permodalan dan pemasaran hasil produk pertanian.

Upaya nyata yang telah dan terus digalakan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama dengan petani, yakni melalui Aksi Gerakan Pemupukan Organik dan Benih unggul bersertifikat, yang dikenal dengan sebutan “SIGARPUN BULAT”.

Salah satu hasil nyata dari program sigarpun bulat dapat menarik perhatian Pemerintah Pusat dan Propinsi Jawa Timur serta Lembaga Internasional “Control Union Certification” untuk menganugerahkan Sertifikat Internasional bagi komoditi Buang Unggulan Kabupaten Lumajang, yakni Pisang Mas Kirana dan Salak Pronojiwo. Disamping Pisang Agung Semeru yang ditetapkan sebagai produk unggulan daerah oleh Kementrian Pertanian RI sejak tahun 2004 lalu.

Atas dasar tersebut, maka Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan tiga jenis buah unggulan Kabupaten Lumajang ini menjadi hidangan resmi pada acara kenegaraan 17 Agustus yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdakaan Republik Indonesia ke-70th tahun 2015.

Sebagai bentuk rasa syukur atas penganugerahan ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar acara ceremonial kirab pemberangkatan pengiriman buah unggulan ini di Pendopo Kabupaten Lumajang, Kamis (13/8/2015) yang diberangkatkan secara resmi Oleh Bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag yang didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lumajang, jajaran SKPD terkait, para perbankan, dan para kelompok tani, serta jajaran penyuluh pertanian dari masing-masing wilayah di Kabupaten Lumajang.

“Tentunya hal ini semua tidak terlepas dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas seluruh masyarakat, utamanya para petani. Semuanya ini tentu menjadi kebanggan dan sekaligus penyemangat kita, untuk generasi dan anak cucu kita, guna senantiasa melestarikan dan mengoptimalkan sumber daya alam, termasuk komoditi pertanian di Kabupaten Lumajang”. Tutur Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag.

“Dengan ditetapkannya komoditi buah-buahan unggulan Lumajang ini sebagai hidangan pada acara kenegaraan di Istana Negara ini, itu artinya Kabupaten Lumajang telah siap untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dari sisi kualitas produk unggulan pertanian yang dihasilkan”, tambah Bupati As’at. (humas-lmj/An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Program GSI Siap Tekan AKI & AKB di Kabupaten Lumajang


Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih fluktuatif di kalangan masyarakat, mendorong seluruh jajaran SKPD terkait untuk bersinergi dalam berupaya menurunkan angka AKI dan AKB di Kabupaten Lumajang.

Menurut Ketua I POKJATAP GSI Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at, berdasarkan data Propinsi Jawa Timur, Angka Kematian Ibu (AKI) menunjukan adanya peningkatan dari tahun 2014, jumlah AKI di Jatim mencapai 111 per 100.000 kelahiran hidup. Kemudian pada 2015 meningkat menjadi 277 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) juga menunjukan adanya peningkatan dari tahun 2014, jumlah AKB di Jatim mencapai 13 per 1.000 kelahiran hidup. Kemudian pada 2015 meningkat menjadi 26 per 1.000 kelahiran hidup.

Oleh karenanya secara sinergi dan intensif  guna menekan AKI dan AKB di Kabupaten Lumajang, Kepala Badan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSU Lumajang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ketua IBI, Ketua IDI Kabupaten Lumajang, para dokter serta jajaran SKPD terkait, serta   organisasi masyarakat duduk bersama, mengevaluasi kinerja masing-masing dan memberikan wawasan kepada Pokja dan Satgas Gerakan Sayang Ibu (GSI). Bertempat di Aula Gedung Panti PKK Kabupaten Lumajang, Senin (3/8/2015) yang diawali dengan peresmian ruang Laktasi Gedung Panti PKK Kabupaten Lumajang.

Menurut Kabid. Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr. Rosida, mengatakan beberapa upaya-upaya dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi dari Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Tim Penggerak PKK juga telah banyak melakukan upaya-upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, diantaranya dengan Program Gerakan Sayang Ibu (GSI), Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi P4K, Posyandu Gerbangmas Siaga, Parent Education, juga Kelas Ibu Hamil, dan Desa Siaga yang juga didukung oleh program Pemerintah Kabupaten Lumajang periode 2013-2018 yakni 1 desa 1 ambulan.

Program Gerakan Sayang Ibu (GSI) merupakan suatu gerakan yang dilaksanakan dalam upaya membantu program pemerintah untuk peningkatan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang berdampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) karena hamil, melahirkan dan nifas. 

Metode yang digunakan pada program ini adalah meningkatkan pemahaman pada keluarga dengan pendampingan dan penyuluhan, pembentukan komunitas (kelompok masyarakat) yang terdiri dari masyarakat sasaran dan stakeholders, melalui bantuan makanan bergizi pada saat untuk mengurangi beban keluarga dan merangsang mereka untuk secara mandiri mengupayakan perilaku sadar gizi.

dr. Edison, Sp.OG dalam paparannya mengatakan, “ selain itu ada penyebab yang membuat AKI dan AKB semakin meningkat, yakni kehamilan dibawah umur memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya “.

“Mengapa beresiko untuk kesehatan? Dikarenakan perempuan yang belum dewasa, memiliki organ reproduksi yang belum kuat untuk berhubungan intim dan melahirkan, sehingga gadis dibawah umur memiliki resiko 4 kali lipat mengalami luka serius dan meninggal akibat melahirkan. Kehamilan Usia Dini Adalah Kehamilan Yang Terjadi Pada Wanita Usia Dibawah Umur (Usia Muda) Yaitu Usia Kurang Dari 20 Tahun”, tambahnya

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at, bersama pengurus PKK Kecamatan, PKK Desa, dengan mengajak SKPD terkait untuk bersinergi dalam melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, akan menggerakkan semua kader  dalam mewujudkan Ibu sehat, Anak sehat, Keluarga Lumajang yang Sejahtera. “Semua unsur memegang peranan penting, dan satu sama lain sangat terkait”,tuturnya.

Istri Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag ini  berharap pertemuan sinergitas SKPD bukan hanya menjadi ajang ceremonial saja. Menurutnya, keberlanjutan program GSI ini menjadi penting, sedangkan apresiasi atau prestasi adalah buah dari komitmen kerja keras dan kerja nyata.  “Apa yang kita lakukan ini tujuan utamanya adalah  untuk menekan AKI dan AKB secara optimal di Kabupaten Lumajang, ini yang harus menjadi komitmen kita bersama ”, pungkasnya. (humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

LAYANAN E-KTP

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger