SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

SPANDUK

SPANDUK

BERITA UTAMA

Latest Post

Kartu KIS Beda Identitas dengan KTP, Bisa Dirubah Dengan Cepat Dan Permanen


[KIM Sinar Harapan] Kartu Indonesia Sehat ( KIS ) subsidi pemerintah yang merupakan perubahan nama dari Jamkesmas di masa lalu, merupakan kartu berobat yang dikhusukan bagi masyarakat yang tidak mampu. Kegunaan dari KIS itu sendiri adalah agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dengan masyarakat yang berobat secara mandiri.

Namun, karena pencetakan fisik KIS tersebut dilakukan secara massal di Jakarta, maka sering terjadi kesalahan identitas di dalamnya, baik nama, tempat tanggal lahir maupun alamat.

Karena perbedaan identitas tersebut, maka setiap pemilik kartu KIS yang mau berobat harus melampirkan surat keterangan beda nama dari kelurahan / desa setempat dan ditandatangani camat yang akibatnya akan membuat pengurusan administrasi menjadi lama.

Tapi, kini pemilik kartu KIS tersebut bisa bernafas lega. Karena kini, perbedaan identitas di Kartu KIS tersebut bisa dirubah secara cepat dan permanen di kantor BPJS setempat.

“Cukup dengan membawa foto kopi KK, KTP, kartu KIS dan Surat keterangan beda identitas yang dikeluarkan oleh desa / kelurahan yang ditandatangani oleh Camat. Maka kartu KIS yang salah cetak identitas, bisa segera dirubah” tutur Riski selaku Cutomer Servis di kantor BPJS Lumajang.

“Dan satu lagi, pengurusan kartu KIS yang beda identitas tersebut, harus dilakukan oleh warga yang bersangkutan.” lanjut Riski


Dengan tepatnya identitas pada kartu KIS tersebut, maka diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang malas untuk berobat ketika sakit sehingga bisa segera mendapatkan pertolongan dan pengobatan yang tepat dan akurat.(KIM SH/ MM)

Asuransi Pertanian, Gagal Panen Diganti Rp 6 Juta per Hektare


Harapan seorang petani ketika bercocok tanam adalah mendapatkan hasil panen yang bagus dan harga yang jual yang tinggi. Sehingga kebutuhan rumah tangga petani tersebut menjadi terpenuhi selama satu kali musim tanam.

Namun, untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak, karena  terkadang apa yang diharapkan oleh petani, menjadi kandas ditengah jalan. Tanamannya menjadi hancur lebur karena musibah. Hama yang mewabah atau bencana alam yang melanda seperti kekeringan, banjir bandang adalah salah satu yang menjadi penyebabnya.

Kepala UPT. Pertanian Kecamatan Tekung, Mashudi menjelaskan bahwa saat ini pemerintah memberikan sebuah program asuransi bagi para petani yang gagal panen atau rusak 70% yang disebabkan oleh Hama maupun bencana kekeringan dan banjir. Hal ini disampaikan pada kegiatan apel pagi, Senin (3/4/2017) yang bertempat di halaman Kantor Kecamatan Tekung.

Asuransi tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara. “Bagi petani yang ingin mengikuti asuransi tersebut, cukup membayar premi sebesar Rp 36.000,- / hektar setiap musim tanam.” ujar Mashudi.

Lebih lanjut, Mashudi mengatakan bahwa angka tersebut sangat murah sekali bagi para petani yang sudah mengetahui bahwa biaya pertanian sekarang sangat mahal. “Bagi petani yang ikut Asuransi tersebut dan mengalami gagal panen, berhak mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektar.” pungkasnya.


Dengan program ini, diharapkan petani tidak lagi menjadi putus asa untuk bekerja dibidang pertanian. Dan tetap berusaha merawat tanamannya secara maksimal sehingga mendapatkan hasil yang gemilang. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat berkoordinasi dengan kelompok tani pada masing-masing wilayah atau Kantor UPT. Pertanian Kecamatan Tekung. (Kim-SH/ Mauludi)

Foto by : http://nasional.inilah.com/read/detail/2267390/petani-pamekasan-terancam-gagal-panen

Ciptakan Kondusifitas, 3 Pilar Tekung Gelar Patroli Gabungan


Memberikan rasa keamanan dan ketenteraman masyarakat di wilayah Kecamatan Tekung, Koramil 0821/ 15 Tekung bersama anggota Sabhara Polsek Tekung bersama Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa beserta jajarannya yang tergabung dalam 3 pilar melakukan patroli bersama dan menggiatkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskampling), di wilayah setempat.

Patroli bersama tersebut dilaksanakan juga untuk menurunkan dan mencegah angka kriminalitas di wilayah Kecamatan Tekung. “Kegiatan patroli ini akan dilaksanakan secara rutin dan bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan dan akan digilir pada 8 desa di wilayah Kecamatan Lumajang,” kata Danramil 0821/ 15 Tekung saat lakukan patroli gabungan di Desa Klampokarum, Kamis kemarin (30/3/2017).

Selain itu juga dalam rangka menjalin sinergitas dua institusi untuk menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tekung. Dengan adanya sinergitas ini, maka bisa sama-sama menjaga keamanan di wilayah Tekung.

“Kegiatan patroli tersebut sengaja dilaksanakan bersama dengan TNI dan Pemerintah setempat, karena bagaimanapun keamanan dan kondusifitas wilayah Tekung merupakan tanggungjawab bersama, khususnya bagi aparat keamanan,” ujar Kapolsek Tekung.

Kapolsek Tekung juga menambahkan bahwa semua warga desa tidak boleh terpancing dengan adanya isu penculikan anak, karena saat ini isu tersebut telah beredar dan mulai membuat masyarakat resah. Akan tetapi, untuk menanggapi hal itu hanyalah sebuah informasi tidak benar (HOAX), Kapolres Lumajang, AKBP. Raydian Kokrosono, S.I.K menegaskan bahwa isu tersebut dikeluarkan oleh para pengguna media sosial yang tidak bertanggung jawab dan bertujuan untuk membuat resah masyarakat.

Namun sikap hati-hati juga diperlukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, misalnya dengan segera menjemput anaknya yang sudah pulang sekolah. Setelah mendapatkan penjelasan dari Kapolsek tersebut, kini masyarakat menjadi tahu bahwa berita tersebut adalah bohong (HOAX) semata.

Kapolsek Tekung juga mengimbau masyarakat mendukung kegiatan ini, karena tanpa partisipasi masyarakat pada umumnya tidak mungkin ketentraman akan tercapai khususnya di wilayah Tekung dan sekitarnya. (Kim-SH/ Mauludi)

Museum Daerah Lumajang, Akhirnya diresmikan


Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag meyakini sejarah kebesaran Kabupaten Lumajang akan tetap abadi. Keabadian itu salah satunya bisa dilihat pada Museum Daerah, yang ada di Kabupaten Lumajang. Museum ini, Senin kemarin (24/08/2015) diresmikan oleh Bupati As’at dengan melakukan penandatanganan prasasti didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Lumajang dan Disbudpar Propinsi Jawa Timur. Yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan untaian bunga melati oleh Ny Hj Tutuk As’at.

Dalam peresmian museum daerah Lumajang ini, turut diramaikan juga dengan pameran dari lima museum di Jawa Timur. Diantaranya dari Museum Mpu Tantular dan Museum 10 November Surabaya, Museum daerah Probolinggo, Museum Cakraningkat di Bangkalan, Madura dan Museum Malang Tempoe Dulu.

Gedung museum daerah Lumajang ini terletak di gerbang masuk menuju KWT, tempatnya cukup representative. Memasuki ruangan yang cukup luas ini, pengunjung langsung diterima oleh reseptionis. Selanjutnya, pengunjung akan diarahkan untuk memilih melihat koleksi di dua ruang berbeda di sisi kiri dan kanan.

Di sisi kiri dari pintu masuk, terpajang berbagai koleksi mulai dari prasejarah, naskah kuno, nuministik, senjata, hingga koleksi kolonial. Di ruang ini juga terpanjang berbagai koleksi, mulai guci, temuan gerabah kuno, keping uang kuno, hingga senjata-senjata yang ditemukan dari masa lalu.

Termasuk juga, replika berbagai prasasti temuan di Kabupaten Lumajang yang saat ini tersimpan di berbagai museum di Indonesia, diantaranya di Museum Mpu Tantular, yakni Prasasti Pasrujambe. Prasasti ini sengaja dibuat sama seperti aslinya, karena yang asli tentu tidak bisa kita kembalikan karena telah menjadi aset di Museum Mpu Tantular.

"Sehingga dengan replika ini, kita menunjukkan bahwa inilah benda peninggalan masa lalu Lumajang yang penuh dengan sejarah untuk bisa dipelajari lagi. Tujuan didirikannya," kata Indrijanto, SH Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lumajang.

Museum ini, masih katanya, memang dibangun dengan tujuan untuk mengedukasi sekaligus memberikan wawasan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui bahwa Lumajang memang memiliki sejarah besar di masa lalu." Sehingga masyarakat, terutama generasi muda bisa lebih mengenal lebih jauh Lumajang," paparnya.

Sementara, di ruangan sebelah kanan dari reseptionis, pengunjung bisa melibat berbagai koleksi kebudayaan dan seni asli Lumajang. Diantaranya, berbagai atribut seni mulai dari topeng kaliwungu, jaran kencak, pakaian pengantin khas Lumajang hingga berbagai alat musik khas yang mengiringi berbagai kesenian yang ada.

Menurut Bupati As’at, sejarah kebesaran Kabupaten Lumajang tidak bisa dipungkiri. Disini pernah menjadi pusat kerajaan besar Lamadjang. "Kita berbangga, berdirinya museum ini tidak hanya untuk pelestarian cagar budaya dan sejarah itu sendiri tetapi juga untuk menjaga semangat dan pendidikan generasi mendatang,".

Setelah beroperasi museum ini hendaknya dijaga dan dipelihara. Bukan dalam arti terus dicat dan lainnya namun terus diperbanyak koleksinya. "Kalau masyarakat tahu atau memiliki benda peninggalan sejarah yang saat ini disimpan sendiri, bisa dilaporkan atau diserahkan kepada pihak museum. Tentunya ada imbalan jika memang benda-benda itu sangat berharga," katanya.

Bupati As’at menambahkan, selain untuk pelestarian, museum ini juga menjadi salah satu sarana penunjang untuk kepariwisataan karena Kabupaten Lumajang termasuk salah satu daerah kunjungan wisata sejarah. "Perpaduan wisata sejarah, kuliner dan pesona alamnya, luar biasa Lumajang ini". (Humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Bupati Serahkan Remisi 106 NAPI Usai Upacara HUT RI Ke-70


Usai pelaksanaan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70th, Bupati As’at dan Jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang beserta istri bergerak menuju kantor Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIB Kabupaten Lumajang. Dimana acara ini digelar secara rutin untuk memberikan remisi kapada para nara pidana.

Sebelum pelaksanaan penyerahan remisi ini, diawali dengan pelaksanaan lomba-lomba yang digelar oleh para napi dan tahanan yang berjumlah 272 orang tersebut. Dilanjutkan diawali dengan pembacaan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, tentang pemberian remisi untuk para napi, selanjutnya pembacaan Catur Narapidana yang dibacakan secara lantang oleh Sdr. Sukamto (eks. Anggota TNI) dengan kasus narkoba.

Dilanjutkan Bupati As’at untuk menyerahkan secara simbolis pemberian remisi kepada para nara pidana. Dalam HUT RI kali ini ada 106 nara pidana yang mendapatkan SK remisi. Sedangkan 12 napi memperoleh kebebasan, yang disambut gemuruh para napi.

Dalam kesempatan ini, Bupati Lumajang memberikan bantuan peralatan olah raga berupa 3 Unit Meja Bola Pingpong kepada Kepala Lapas Kabupaten Lumajang Sarju Wibowo. Sebelum meninggalkan Lapas Bupati Lumajang diajak berkeliling untuk menyaksikan hasil ketrampilan para napi dan tahanan yang berupa pembuatan Paving, rangkean bunga, hiasan vas bunga dari sisa bungkus permen, meja belajar anak-anak dan rak sepatu dan jemuran.

Menurut Kepala Lapas Kabupaten Lumajang, Sarju Wibowo, dari keseluruhan nara pidana yang mendapat remisi rata- rata nara pidana yang perilakuknya baik selama ada di lapas. Tidak pernah melanggar hukum atau peraturan selama di Lapas, salah satunya tidak pernah berkelahi atau membawa barang yang di larang.

“Jika diurutkan kelompok yang paling banyak mendapat remisi dari kasus kesusilaan, narkoba dan kasus kriminal lainnya. Remisi yang diberikan ini, berbeda-beda ada yang 6 bulan, 3 bulan dan 2 bulan dan 15 hari,” kata Kalapas. (Humas-lmj)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Atraksi Drama Kolosal Warnai Upacara HUT RI Ke 70 Di Lumajang


Sekitar kurang lebih 100 Pelajar bawakan lagu syukur dan padamu negeri mengiringi upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 di Kabupaten Lumajang, Senin (17/08/2015).

Tepat pukul 10.00 WIB prosesi detik-detik proklamasi. Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag menjadi inspektur upacara Pengibaran Sang Merah Putih pada pukul 10.14 WIB, sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang bertindak untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan. Upacara ini dikomandani oleh Kapten Kavaleri Wahyu Nurtomo.

Selepas pembacaan Naskah Proklamasi dilanjutkan Pengibaran Bendera "Merah Putih" oleh 74 siswa/siswi dari SLTA/ MA/ SMK negeri dan swasta yang lolos seleksi dan tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lumajang. Adapun Yuniar Sugiarti didaulat sebagai pembawa bendera.

Para peserta upacara HUT RI yang terdiri pelajar SD hingga SMA/SMK, pemuda, mahasiswa, PNS, pegawai swasta serta prajurit TNI/ Polri tetap bersemangat mengikuti upacara dengan khidmat.

Peringatan HUT RI tahun ini ditutup dengan drama kolosal dari para komunitas kresno seto yang bekerjasama dengan pihak TNI.  Drama kolosal ini mengisahkan tentang sepak terjang Jendral Sudirman sebagai pahlawan pejuang kemerdekaan, yang telah mempertaruhkan segalanya melawan penjajah Belanda.

Semangat patriotisme, nasionalisme sengaja diperlihatkan untuk mengingatkan generasi muda saat ini dan untuk menjadi inpirasi dalam berkarya mengisi pembangunan. (Humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Moment 17 Agustus, Bupati Ajak Birokrasi Dan Masyarakat Untuk Tingkatkan Semangat Kerja


Bupati As’at memimpin upacara Detik-Detik Proklamasi ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Lumajang, Senin (17/8) pada pukul 10.00 WIB. Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag juga menjadi inspektur upacara Pengibaran Sang Merah Putih pada pukul 10.14 WIB, sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang bertindak untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan. Upacara ini dikomandani oleh Kapten Kavaleri Wahyu Nurtomo.

Sementara itu, pengibaran bendera ini dilakukan oleh 74 siswa/siswi dari SLTA/ MA/ SMK negeri dan swasta yang lolos seleksi dan tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lumajang. Adapun Yuniar Sugiarti didaulat sebagai pembawa bendera.

Dalam pelaksanaan upacara Detik-Detik Proklamasi ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, seluruh SKPD, anggota DPRD, Camat, Lurah, dan beberapa organisasi masyarakat hadir dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi di Alun-alun Lumajang.

Dalam amanatnya Bupati As’at mengajak seluruh birokrasi dan masyarakat untuk memaknai tema “Ayo Kerja” dengan bekerja secara sungguh-sungguh dan meningkatkan pelayanan publik secara maksimal.

Pemerintah pusat telah menetapkan “AYO KERJA” sebagai tema peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-70th. Untuk itu Bupati As’at mengajak segenap birokrasi untuk memaknai tema tersebut dan mengimplementasikannya dalam menunaikan aktifitas sehari-hari. Dengan dukungan pelayanan secara maksimal yang dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat  ini, diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk bekerja guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015.

“Tema Ayo Kerja sangat tepat bagi Lumajang, baik bagi seluruh masyarakat dan secara khusus bagi birokrasi. Tema ini tidak hanya mengajak kita untuk sekedar bekerja tapi bagaimana bekerja secara bersungguh-sunguh dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang tujuan akhirnya mampu mewujudkan kepuasan dan kesejahteraan bagi rakyat,” kata Bupati As’at.

Bupati melanjutkan berbagai prestasi dan kemajuan yang telah diraih oleh Kabupaten Lumajang selama ini merupakan hasil kerja keras semua elemen masyarakat bersama dengan pemerintah. Bupati pun berharap semua itu dapat menjadi penyemangat untuk terus menjadikan Kabupaten Lumajang lebih baik lagi.

“Semua prestasi hanyalah indikator adanya progress atas kerja keras kita, tapi jangan sampai kita berpuas diri. Justru ini harus menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik untuk Kabupaten Lumajang,” ajak Bupati As’at. (Humas-lmj).


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

LAYANAN E-KTP

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger