SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

BERITA UTAMA

Latest Post

Pelestarian Cagar Budaya di Kabupaten Lumajang


Cagar Budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan melalui proses penetapan.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian Kawasan Cagar Budaya dapat berupa suatu situs lansekap dengan monumen benda bersejarah tapi juga dapat berupa sekumpulan bangunan. Sekumpulan bangunan ini dapat berupa kompleks dengan fungsi beragam atau sejenis. Kawasan pemugaran dapat berupa juga perumahan maupun kawasan dengan tipologi fungsi lain seperti kawasan perkantoran dan perdagangan, kawasan pergudangan dan kawasan campuran lainnya.

Menurut Undang-Undang RI No.11 2010 yang disebut dengan Pelestarian adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Dalam mempertahankan Cagar Budaya dilakukan upaya Pengelolaan yang pengertiannya adalah upaya terpadu untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan Cagar Budaya melalui kebijakan pengaturan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Kabupaten Lumajang mempunyai beberapa kawasan cagar budaya yang harus kita jaga kelestariannya diantaranya Situs Biting (Desa Kutorenon Kec. Sukodono), Situs Kedungmoro (Desa Kedungmoro Kec. Kunir), Candi Agung (Kec. Randuagung), dan Candi Gedong Putri (Kec. Candipuro).

Keterlibatan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya menjadi keharusan dan diharapkan menjadi energi baru dalam pelestarian warisan budaya yang selama ini ‘didominasi’ oleh pemerintah. Dengan digelarnya beberapa event berupa seminar sejarah yang di hadiri oleh siswa-siswi yang ada di Kabupaten Lumajang, ini merupakan sebuah langkah untuk memberikan pengetahuan kepada generasi penerus bangsa untuk dapat melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya.


Hal ini menjadi tantangan bagi pegiat pelestarian warisan budaya maupun pemerintah untuk memperjelas pengaturannya, setidaknya dalam peraturan lain di bawah Undang-Undang yang saat ini masih dalam pembahasan, seperti peraturan pemerintah, peraturan presiden, dll. Harapannya, peraturan yang sifatnya mengatur kepentingan publik sebagaimana perubahan orientasi pelestarian, dapat benar-benar terwujud dan bermakna bagi pembangunan. (KIM SH)

Tekan Bahaya DB Pada Siklus 5 Tahunan


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Karena, pada tahun 2015 ini bertepatan dengan siklus lima tahunan DBD. Pemerintah Daerah dengan masyarakat menekan penyebaran penyakit demam berdarah (DB) dengan mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) demam berdarah.

Dengan adanya lonjakan kasus yang kerap terjadi pada siklus 5 tahunan DBD, maka dihimbau kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Lumajang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap demam berdarah dengan menggiatkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan upaya-upaya lain guna menekan penyebaran angka kesakitan demam berdarah di masing-masing desa yang dinilai rawan DBD.

"Program siskamling demam berdarah (DB) yang telah dilaksanakan sejak tahun lalu itu sangat efektif dalam memerangi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti," ungkap Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinkes Lumajang dr Bayu.

Menurut dia, program siskamling tersebut dilaksanakan minimal sekali dalam sepekan, yakni para kader juru pemantau jentik (jumantik) dan masyarakat secara bersama-sama memeriksa penyebaran jentik DB di sejumlah air yang menggenang. Contohnya pada pot-pot bunga, bak mandi, gentong air, dan dispenser.

Siskamling DB merupakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk yang ditujukan untuk membangun peran serta aktif masyarakat dalam upaya penanggulangan penyakit DB di Kabupaten Lumajang. Kegiatan itu dilaksanakan oleh warga dengan membentuk tim-tim kecil di Rukun Tetangga (RT) masing-masing dengan satu tim beranggotakan lima orang (ibu-ibu) dan satu kepala keluarga. Selanjutnya, tim-tim tersebut melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RT masing-masing yang dilaksanakan sekali dalam sepekan, sehingga hampir sama dengan jadwal siskamling desa.


Adapun siskamling DB yang sudah aktif untuk mencegah pergerakan nyamuk Aedes Aegypti sudah kita jumpai pada beberapa desa/ kelurahan di Kabupaten Lumajang, Misalnya Desa Kutorenon, Kelurahan Ditotrunan, Desa Tempeh Kidul dan desa Tukum. Diharapkan gerakan siskamling DB ini bisa segera di aktifkan pada semua desa/ kelurahan yang ada di Kabupaten Lumajang. (KIM SH)

Wabup Kunjungi Air Terjun Tumpak Sewu


Kunjungan Wakil Bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag dan DPRD yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Lumajang didampingi  Sekretaris Daerah, dr. Buntaran beserta Kepala Dinas terkait disambut dengan antusias oleh masyarakat di sekitar obyek wisata air terjun tumpak sewu, Sabtu (21/03/2015). Yang mana air terjun tumpak sewu ini merupakan obyek wisata baru fenomenal dan booming pada sekarang ini.

"Dari kunjungan ini kami berkesimpulan, wisata baru ini potensial untuk dikembangkan oleh warga bersama pemerintah desa sampai Pemkab Lumajang. Air terjun Tumpak Sewu ini memang indah sekali" kata Wabup As’at.

Melalui kunjungan tersebut Wabup As’at melihat langsung geliat keramaian pengunjung air terjun baru, Tumpak Sewu yang mendadak berubah menjadi obyek wisata fenomenal akhir-akhir ini. " Antusias para pengunjung Tumpak Sewu ini ternyata dari sangat bagus, berbagai kalangan usia anak-anak, remaja dan tua pun mendatanginya, mengingat air terjun ini ibaratkan secuil keindahan surga yang bisa di nikmati dari Kabupaten Lumajang " tambahnya.

Setelah mengetahui kondisi medan jalan yang masih cukup sempit dan sulit dilalui bagi pengunjung, Wabup pun menyatakan kepada Dinas terkait, Pemdes dan masyarakat untuk mengembangkan obyek wisata yang sangat potensial ini, serta tetap menjaga benar-benar keasriannya. "Alam di sekitar tetap disterilkan, jangan sampai dirusak," ujarnya.


Kades Sidomulyo, Paiman menyambut baik itikad Pemkab Lumajang yang bersedia membantu secara bersama-sama dalam pengembangan obyek wisata di Desa Sidomulyo Kec. Pronojiwo Kab. Lumajang supaya pengunjung makin nyaman dan aman serta lebih mempublikasikan supaya potensi wisata Tumpak Sewu bisa populer dan mendunia. (Humas/ An-m)

Pelestarian Mata Air Tanggung Jawab Kita Bersama


Air merupakan senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi,  tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia.

Semua makhluk hidup di dunia ini, termasuk manusia membutuhkan air dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Tanpa air kita tidak akan bisa bertahan hidup. Karena kita tahu bahwa komposisi tubuh manusia terdiri dari atas 75 persen air dan 25 persen bahan padat. Jika tubuh kita kekurangan air, kita akan rentan terserang penyakit dan mengalami dehidrasi. Akibatnya tubuh menjadi lemas dan dan konsentrasi terganggu.

Tidak hanya itu, dalam kehidupan sehari-hari pun kita membutuhkan banyak air, seperti untuk memasak, mencuci, mandi dan keperluan-keperluan lainnya. Oleh karena itu, kita tidak boleh menyepelekan keberadaan air dalam kehidupan kita.

Sesungguhnya bila kita telah, alam begitu banyak mengandung air dan Tuhan memang mencipatakan air untuk dimanfaatkan oleh manusia sebaik mungkin. Namun yang patut dipertanyakan, kenapa kita kadang masih kekurangan air?, khususnya air bersih. Apalagi di kota-kota besar seperti jakarta, air merupakan barang yang begitu berharga atau bahkan bisa dianggap hampir langka.

Terbukti ketika PAM mati semua bingung mencari air. Untuk mendapatkan air bersih kita harus berkorban mengeluarkan uang banyak. Dan ini terjadi tak lepas dari kurangnya perhatian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dan menjaga air tetap bersih. Kita bisa lihat sungai-sungai saat ini telah banyak tercemar oleh limbah industri, kotoran manusia dan sampah-sampah yang dibuang sembarangan.

Maka dari itu, diharapkan kesadaran kita, bagaimana menjaga lingkungan kita agar tetap bersih serta menggunakan air sesuai dengan fungsinya, tidak menghambur-hamburkannya dengan sesuka hatinya. Sehingga ketersediaan air tetap bisa kita nikmati sepanjang jaman, termasuk generasi kita yang akan datang.

Dan hal ini tentunya harus ditunjang dengan dukungan dan program pemerintah dalam menggalakan kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan, menjaganya agar tetap bersih dan asri. Menjaga kebersihan air dengan tidak membuang sampah pada sungai dan tempat saluran air lainnya. Yang mengakibatkan air kotor, tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan adanya perhatian pemerintah dan masyarakat yang selaras dalam menjaga kebersihan lingkungan dan air, berarti menyelamatkan generasi kita dari kekurangan air, khususnya air bersih. Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Lumajang mempunyai sebuah program penanaman pohon yakni “ Gerakan Ini Pohonku Untuk Hutankan Lumajang” KIM bersinergi dengan masyarakat.

Melestarikan lingkungan dengan cara menanam pohon itu sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia ataupun makhluk hidup yang lainnya. Dengan menanam pohon kita bisa menyelamatkan sumber mata air yang semakin lama semakin mengecil akibat penebangan pohon tanpa di lakukan reboisasi kembali. Karena air merupakan sumber kehidupan yang paling penting.
Hari Air Dunia Ke 19 tahun 2011 ( Water and Cities ) Air dan Kota : Hutan Lindung Resapan Air yang merupakan Tulang Pungung Ketersedian Air : Merusak hutan ,Merusak Air Berarti Merusak Masa Depan Kita : Air Sumber Kehidupan Tanpa Air Kehidupan Akan Berakhir Lestarikan Air Tanggung Jawab Kita Bersama.

Adanya permasalahan air yang sedang dialami dunia ini telah mendorong dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian perlunya upaya bersama dari seluruh komponen bangsa dan bahkan dunia untuk dengan kebersamaan memanfaatkan dan melestarikan sumber daya air (SDA) secara berkelanjutan. Dan peringatan ini sebagai wahana untuk memperbarui tekad kita untuk melaksanakan Agenda 21 yang dicetuskan pada tahun 1992 dalam United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brazil atau populernya disebut sebagai Earth Summit.

Penetapan Hari Air Dunia digelar pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 melalui Resolusi Nomor 147/1993, usulan Agenda 21 diterima dan sekaligus ditetapkan pelaksanaan Hari Air Dunia pada setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati sejak tahun 1993 oleh negara anggota PBB.

Dengan tema Hari Air Dunia (World Water Day – WWD) setiap tahun ditetapkan oleh PBB berganti-ganti, sesuai dengan isu sumber daya air yang dianggap penting pada saat itu dan perlu mendapatkan perhatian dunia. Ditunjuk badan PBB yang relevan sebagai koordinator WWD sesuai dengan tema pada tahun yang bersangkutan. Jadi pergunakanlah air sebijak mungkin…Pentingnya Air bagi Kehidupan. (KIM SH)

Kamu Ingin Tubing,, Ayoo ke Lumajang


Wisata Kali Betoto merupakan salah satu potensi wisata di Kabupaten Lumajang, tepatnya terletak di Dusun Tempoeran Desa Senduro Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Berjarak kurang lebih 15 Kilometer kea rah barat dari Kota Lumajang. Kali Betoto merupakan sungai yang berarus deras dengan jenis bebatuan kecil hingga besar yang mengalir dari kaki Gunung Semeru. Belum lagi pemandangan yang masih asli di hamparan hutan jati dan tanaman duren menghiasi perjalan kita di sekitar sungai dengan cuaca yang sejuk dan nyaman.

Apa yang ditawarkan jika mengunjungi wisata Kali Betoto? Jawabannya adalah tubing. Iya, Tubing atau yang dikenal dengan body rafting merupakan jenis olahraga air yang cukup menantang. Uniknya kegiatan meluncur bebas atau istilahnya dalam bahasa jawa yakni kintir di Kali Betoto yang berarus deras ini dengan menggunakan ban dalam truk. Seperti layaknya rafting, para peserta juga dilengkapi dengan helmet, pelampung keselamatan dan pelindung kaki untuk menjaga keselamatan dalam perjalanan.

Dan yang lebih menantang lagi satu ban hanya diisi dengan satu orang. Cak Supar, salah satu pengelola Tubing Advanture Team kepada Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang menjelaskan ide olahraga air tubing di desanya dimotori oleh sekumpulan anak-anak muda yang tergabung dalam Organisasi Karang Taruna Desa Senduro di bawah naungan pemerintah desa setempat.

"Awalnya kami anak-anak muda di Dusun Tempoeran Desa Senduro berpikir bagaimana memanfaatkan potensi alam yang ada di desa kami dan membangun kampung halaman termasuk melestarikan alam yang ada. Awal mula kali betoto ini hanya menjadi sebuah tempat anak desa untuk sekedar kintir di sungai, akan tetapi dengan kreativitas anak-anak desa ini Kali Betoto bisa memberikan nilai rupiah untuk mereka. Bukan hanya rupiah yang mereka dapatkan, tapi anak-anak muda di desa bisa lebih terarah dengan hal-hal positif”.

“ “Tempoeran Tubing Adventure” nama TEMPOERAN adalah sebuah nama dusun dari daerah terlahirnya wisata tubing, maka jadilah TEMPOERAN TUBING ADVENTURE. Dengan nama itu, kami berharap masyarakat mengetahui tahu bahwa kita juga ingin mengusung nama daerah di Kabupaten Lumajang untuk bisa dikenal lebih luas lagi dengan adanya wahana wisata air yang memacu adrenalin”.

“Tempoeran Tubing Adventure” pada tahun 2013 kami sudah mulai merintisnya dan pada Awal tahun (01 Januari 2015) rintisan tubing ini dibuka pertama kali untuk umum," tuturnya.

Hingga saat ini menginjak bulan ke-3, Cak Supar beserta pengurus lainnya mengaku kegiatan yang menantang ini mulai diminati oleh pengunjung mulai dari masyarakat biasa, organisasi kepemudaan, anak-anak sekolah, wartawan hingga dinas-dinas di bawah jajaran Pemkab, baik dalam ataupun luar daerah.

"Awalnya kami hanya memiliki keterbatasan peralatan yang digunakan untuk tubing, karena modal yang digunakan adalah patungan. Namun untuk sekarang ini sudah bertambah lebih dari 40 ban lengkap dengan pelindung kaki dan tangan serta crew sebanyak 32 orang yang terdiri dari pemuda-pemuda di desa," kata Supar

Menurut Supar, para tamu biasanya datang pada akhir pekan dan secara rombongan. "Minimal 10 orang, tapi kalau pengunjung yang datang kurang dari 10 maka biasanya kami gabung dengan pengunjung yang lain. Setiap rombongan akan didampingi sekitar 5 sampai 10 guide. Sedangkan bagi peserta tubing usia dibawah umur, dilakukan pendampingan secara khusus jadi bisa dipastikan keamanannya." jelasnya.

Adapun perjalanan menantang yang ditawarkan yaitu aliran sungai yang membelah 3 desa dengan jarak tempuh kurang lebih 4 kilometer dengan waktu sekitar 1,5 – 2 jam (normal) dengan memberikan pengalaman yang mengasyikan, menyenangkan dan takkan terlupakan dengan sajian pemandangan alami tebing dan bebatuan gunung semeru yang eksotis, ditambah dengan air yang jernih. Hidangan susu jahe hangat di tengah perjalanan (Pos 1) juga disajikan kepada para pengunjung.

"Untuk sekarang ini harga yang dipatok sekitar Rp 48 ribu, akan tetapi harga ini bisa berubah seiring berjalannya waktu kedepannya”.

Sementara itu Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang, mengaku sengaja datang bersama fotografer, videographer dan reporter untuk melakukan liputan potensi daerah secara khusus di akhir pekan. "Berlibur dengan melakan peliputan potensi daerah”. Kalau di Lumajang biasanya identik dengan wisata alam pegunungan. Tidak menyangka ada juga tawaran wisata menantang seperti ini. Bisa teriak-teriak di atas ban bareng kawan-kawan. Pemandangan sepanjang perjalanan juga luar biasa indah, belum lagi hutan jatinya. Benar-benar wisata yang menantang," jelasnya.


Tertarik menerima tantangan dari sebuah ban dalam? Datang saja ke Dusun tempoeran Desa Senduro Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Pastikan stamina Anda siap karena perjalanan yang penuh tantangan akan dimulai dari sekretariat, berjalan kaki kurang lebih sekitar 600 meter melewati jalan setapak. Jangan lupa siapkan sandal gunung, sunblock dan juga baju ganti. Selamat ber-tubing di Kali Betoto. (KIM SH)

Maksimalisasi Gerakan kembali ke pangan lokal


Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Lumajang serta Dinas terkait kembali menggalakkan gerakan pangan lokal. Diantaranya melalui sosialisasi tentang Program Ketahanan Pangan untuk mencapai  swasembada pangan nasional di wilayah Kabupaten Lumajang kepada masing-masing SKPD hingga ke tingkat perangkat desa.

Wakil Bupati Lumajang mengatakan, Gerakan Peningkatan Pangan Lokal sudah diinstruksikan Pemerintah pusat, Propinsi, dan Kabupaten/ Kota.

Wabup As’at lebih lanjut menjelaskan, potensi tanaman lokal di Kabupaten Lumajang seperti padi, jagung, ketela, kedelai dan umbi-umbian bisa dikatakan melimpah. Namun sampai saat ini belum tergarap bagus sehingga harga jualnya cenderung statis.

Wabup As’at juga menambahkan bahwa hasil pertanian di Kabupaten Lumajang menghasilkan tanam padi 1 ha menghasilkan 6 ton padi, dan disampaikan pula dikecamatan rowokangkung sudah memelihara burung hantu untuk memakan tikus, dimana 1 pasang burung hantu bisa untuk menyelematkan 25 ha sawah.


Program peningkatan ketahanan pangan bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi yang berkaitan dengan peningkatan ketahanan pangan agar tersedia kebutuhan pangan bagi masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai melalui program peningkatan ketahanan pangan adalah terciptanya kestabilan produksi dan produktivitas tanaman pangan, sehingga ketersediaan kebutuhan dapat terjaga. (KIM SH)

Peran Wanita Warnai Hari Perempuan Internasional

Yuli Haris.. salah satu perempuan yang berperan dalam pembangunan masyarakat di Kabupaten Luamjang 
Berbicara soal pergerakan perempuan Indonesia, sebenarnya tak terlepas dari kemajuan bangsa Indonesia sendiri. Gerakan emansipasi yang banyak didengungkan organisasi wanita barat sempat mem-booming dan direspon oleh para elit wanita Indonesia dengan melaksanakan Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta, pada akhir tahun 1928. Ini dapat dikatakan sebagai kemerdekaan kaum perempuan, yang mendahului kemerdekaan negara Indonesia sendiri.

Secara sosial budaya, peristiwa ini merupakan tonggak sejarah kemajuan wanita Indonesia. Bisa dibayangkan, dari peristiwa Kongres Perempuan Indonesia I respon perempuan Indonesia waktu itu, untuk mengadakan kongres adalah suatu proses perubahan sosial-budaya, yang merupakan bagian dari proses pembangunan masyarakat Indonesia.

Peranan wanita dalam pembangunan adalah hak dan kewajiban yang dijalankan oleh wanita pada status atau kedudukan tertentu dalam pembangunan, baik pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya maupun pembangunan di bidang pertahanan dan keamanan, baik di dalam keluarga maupun di dalam masyarakat.

Peranan wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender, berarti peranan wanita dalam pembangunan Sesuai dengan konsep gender  peran produktif, peran reproduktif dan peran sosial yang sifatnya dinamis. Dinamis dalam arti, dapat berubah atau diubah sesuai dengan perkembangan keadaan, dapat ditukarkan antara pria dengan wanita dan bisa berbeda lintas budaya.

Mengupayakan peranan wanita dalam pembangunan yang berwawasan atau berperspektif gender, dimaksudkan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender atau kemitrasejajaran yang harmonis antara pria dengan wanita di dalam pembangunan. Karena, dalam proses pembangunan kenyataannya wanita sebagai sumber daya insani masih mendapat perbedaan perlakuan (diskriminasi). Terutama, jika wanita bergerak di sektor publik dirasakan banyak ketimpangan, meskipun ada pula ketimpangan gender yang dialami oleh pria. Untuk mewujudkan kemitrasejajaran yang harmonis antara pria dengan wanita tersebut, perlu didukung oleh perilaku saling menghargai atau saling menghormati, saling membutuhkan, saling membantu, saling peduli dan saling pengertian antara pria dengan wanita. Dengan demikian, tidak ada pihak-pihak (pria atau wanita) yang merasa dirugikan dan pembangunan akan menjadi lebih sukses.

Usaha-usaha untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender sesungguhnya sudah lama dilakukan oleh berbagai pihak, namun masih mengalami hambatan. Kesetaraan dan keadilan gender masih sulit untuk dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum wanita. Oleh karena itu pemerintah telah mengambil kebijakan, tentang perlu adanya strategi yang tepat yang dapat menjangkau ke seluruh instansi pemerintah, swasta, masyarakat kota, masyarakat desa dan sebagainya. Strategi itu dikenal dengan istilah pengarusutamaan gender, berasal dari bahasa Inggris gender mainstreaming. Strategi ini tertuang di dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.

Dengan pengrusutamaan gender itu, pemerintah dapat bekerja secara lebih efisien dan efektif dalam memproduksi kebijakan-kebijakan publik yang adil dan responsif gender kepada seluruh lapisan masyarakat, baik pria maupun wanita. Dengan strategi itu juga, program pembangunan yang akan dilaksanakan akan menjadi lebih sensitif atau responsif gender. Hal ini diharapkan akan mampu menegakkan hak-hak dan kewajiban-kewajiban pria dan wanita atas kesempatan yang sama, pengakuan yang sama dan penghargaan yang sama di masyarakat. (KIM SH)

LAYANAN E-KTP

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger