SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SPANDUK

SPANDUK

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

BERITA UTAMA

Latest Post

Adu penalti bawa kec. Tekung ke 4 Besar Piala KONI



Pada ajang Piala KONI U-20 Kec. Tekung melawan Kec. Sukodono, Kec. Tekung  berhasil menang atas Kec. Sukodono .            
Setelah menang 4-1 pada pertandingan enam belas besar atas Kec. Candipuro, Kec. Tekung berhasil menumbangkan Kec. Sukodono lewat tendangan adu penalti, di mana ke dua kesebelasan bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Pada laga yang di helat di Stadion Wijaya Kec. Pasirian, Senin (15/12/2014), Kec. Tekung melawan Kec. Sukodono bermain imbang 1-1 di babak pertama permainan kedua kesebelasan terbuka di awal-awal babak pertama terbukti Kec. Tekung bias unggul lebih dulu lewat pemain dengan nomer punggung 10 yusron yang berhasil menerima bola terobosan dari pemain tengah sodik (6) dan mencetuskan bola ke gawang Kec. Sukodono. Kec. Tekung unggul 1-0 dan beberapa menit kemudian Kec. Sukodono berhasil menyamakan kedudukan lewat Odi Rosandi (10) lewat kemelut di depan gawang Kec. Tekung  skor imbang 1-1. Dalam pertandingan ini dipimpin oleh wasit Jimi Hutagalung yang terkesan membela Kec. sukodono dikarenakan banyak pelanggaran pelanggaran yang sangat menguntungkan para pemain Sukodono tetapi sampai babak pertama usai skor tetap 1-1.
Di babak kedua hujan turun dan sempat menggenangi Stadion tetapi pertandingan terus dilanjutkan di awal- awal babak ke dua. Masing- masing kesebelasan sulit untuk menerapkan mermainan mereka dikarenakan lapangan tergenang air. Dan di pertengahan babak ke dua sedikit ada keributan dan akhirnya wasit member kartu merah kepada pemain Kec. Tekung yaitu fathoni (17) dan Kec. Sukodono yaitu ricky (14). Setelah itu kedua kesebelasan bermain monoton dan sampai peluit panjang di bunyikan oleh wasit jimi hutagalung tidak ada gol di babak ke dua dan harus di lanjutkan dengan tendangan adu penalti.
Dan pada adu penalti ini di menangkan oleh oleh Kec. Tekung dengan Skor 4-3 dengan demikian Kec. Tekung akan di tantang oleh Kec. Yosowilangun di empat besar, yang sebelumnya sudah melaju ke empat besar terlebih dahulu setelah mengandaskan Kec. Jatiroto juga lewat adu penalty.(zz)

KECAMATAN CANDIPURO TAKLUK DARI KECAMATAN TEKUNG




     Lumajang, 11 Desember 2014. Memperebutkan piala  Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) dalam memperingati hari jadi Kabupaten Lumajang. Pertandingan sepakbola  yang dilakukan di stadion Pasirian diselimuti dengan awan mendung sore.
Dengan arsitek  Jumari tim Kec. Tekung ini membawa 20 personil.  Sangat menegangkan duel antara kedua kesebelasan. Babak pertama tim tekung banyak  menciptakan peluang.Namun dalam menit ke duapuluh Angga dapat memasukan bola ke sarang tim Kec. Candipuro yang dengan penjaga gawang Ernanda. Sampai turun minum kedudukan masih tetap (1-0) untuk tim Tekung.
Menit  ke-lima pertandingan babak kedua Kec. Candipuro menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas dari  Abdul Aziz dengan nomor punggung empat. Kedudukan (1-1) ini tidak menyurutkan anak asuh Cak Jum julukan kepada pelatih tim tekung.
Tidak berlangsung lama pada menit ke 65, Angga melesakkan gol keduanya ke gawang  dengan mengecoh penjaga gawang tim Candipuro kedudukan menjadi (2-1).  Keunggulan sementara ini membuat tim Kec. Tekung merasa mendapat amunisi lagi dan bersemangat untuk bertanding dan  mendapatkan  pinalti  yang didapatkan oleh tekung karena pemain Candipuro melakukan pelanggaran pada kotak 12 pas. Kesempatan ini di sia-siakan oleh kapten kesebelasan tekung dengan no punggung 15, dikarenakan tendanganya dapat dihalau oleh penjaga gawang Candipuro.
Saling serang tetap dilakukan kedua tim tetapi akhirnya candipuro yang digawangi oleh Ernanda kembali kebobolan oleh pemain muda dengan no. punggung 10 yang bernama Yusron. Yang merubah kedudukan menjadi (3-1) untuk  skor sementara Kec. Tekung unggul.
Dalam menit terakhir  striker Kec. Tekung angga dwi s melakukan hatrik dengan menjebol gawang Ernanda kembali. Skor dipapan berubah menjadi (4-1) sampai pertandingan berakhir  untuk kemenangan tim Kec. Tekung.(ar)

Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir


Kejadian kematian ibu dan bayi yang terbanyak terjadi pada saat persalinan, pasca persalinan, dan hari-hari pertama kehidupan bayi masih menjadi tragedi yang terus terjadi di negeri ini. Untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir diperlukan upaya dan inovasi baru, tidak bisa dengan cara-cara biasa.

Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, penyebab langsung kematian ibu hampir 90 persen terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan. Sementara itu, risiko kematian ibu juga makin tinggi akibat adanya faktor keterlambatan, yang menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu. Ada tiga risiko keterlambatan, yaitu terlambat mengambil keputusan untuk dirujuk (termasuk terlambat mengenali tanda bahaya), terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saat keadaan darurat dan terlambat memperoleh pelayanan yang memadai oleh tenaga kesehatan. Sedangkan pada bayi, dua pertiga kematian terjadi pada masa neonatal (28 hari pertama kehidupan). Penyebabnya terbanyak adalah bayi berat lahir rendah dan prematuritas, asfiksia (kegagalan bernapas spontan) dan infeksi.

“Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB) di Jatim jauh lebih baik bila dibanding dengan AKI dan AKB Tingkat Nasional. Artinya AKI Jatim saat ini sebesar 97,39/100 ribu kelahiran hidup dan AKB sebesar 25,95/1000 kelahiran hidup Sementara Tingkat nasional 228/100 ribu kelahiran hidup (AKI) dan AKBnya 32,59/1000 ribu kelahiran hidup”.

“Jumlah kematian ibu melahirkan di prov. Jatim mengalami penurunan yang sangat signifikan, dari 642 jumlah kematian ibu melahirkan pada Tahun 2013 turun menjadi 291 kematian ibu melahirkan hingga Agustus 2014. Keberhasilan tersebut tidak lain adalah hasil kerja keras para kader posyandu dan tenaga kesehatan yang terus memberikan pendampingan pada ibu-ibu hamil dengan resiko tinggi yang ada diseluruh wilayah Jatim”.

Pernyataan itu disampaikan Bude Karwo panggilan lekat Ibu Nina Soekarwo Ketua Tim Penggerak PKK prov. Jatim saat memberikan pengarahan pada acara Temu Kader Tahun 2014 dalam rangka Kampanye Penurunan Angka kematian Ibu (AKI) di Atrium Mall Of City Surabaya, Rabu (15/10/2014).

Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir harus melalui jalan yang terjal. Terlebih kala itu dikaitkan dengan target Millenium Development Goals (MDGs) 2015, yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup, dan angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per 100.000 kelahiran hidup yang harus dicapai. Waktu yang tersisa hanya tinggal tiga tahun ini, tidak akan cukup untuk mencapai sasaran itu tanpa upaya-upaya yang luar biasa.

Implementasi dari 10 program pokok PKK diintegrasikan dengan  pencapaian target MDGs, utamanya untuk menurunkan AKI dan AKB. PKK adalah mitra pemerintah yang memiliki komitmen terhadap pelaksanaan program-program pembangunan melalui pendekatan pemberdayaan, dan sekaligus menjadi pendamping bagi masyarakat dalam mencari solusi permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Posisi itulah yang diperankan oleh tim penggerak PKK dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Program Kesehatan yang termasuk dalam 10 program pokok PKK mempunyai peranan penting dalam upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi. Karena ada perhatian khusus yang ditujukan pada kesehatan ibu dan anak, pasangan usia subur, ibu hamil dan ibu menyusui. Untuk mendekatkan sistem pelayanan kesehatan kepada golongan ini, dibentuk Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU), dengan kader Posyandu yang terlatih.

Ada 5 Pelayanan Dasar di Posyandu, yaitu : Imunisasi, Gizi, Keluarga Berencana, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Penanggulangan Diare. Secara teratur ibu hamil memeriksakan diri di Posyandu, dan membawa anak balitanya untuk pemeriksaan kesehatan (penimbangan anak dan imunisasi). Penyuluhan tentang kesehatan, gizi dan keluarga berencana diadakan di Posyandu, bahkan diadakan pula pemberian maknan tambahan serta demonstrasi tentang makanan bergizi.

Adapun beberapa upaya-upaya dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Tim Penggerak PKK yang mendapatkan apresiasi inovasi secara langsung oleh Dirjen Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan RI, dr. Anung Sugiarto, M.Kes, dengan upaya kesehatan yang telah dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Jatim serta oleh jajaran kesehatan di Jawa Timur. Seperti; forum penurunan kematian ibu dan bayi (PENAKIB), gerakan bersama amankan kehamilan (GEBRAK) dan pendampingan ibu hamil resiko tinggi.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Tim Penggerak PKK juga telah banyak melakukan upaya-upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, diantaranya dengan Program Gerakan Sayang Ibu (GSI), Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi P4K, Posyandu Gerbangmas Siaga, Parent Education, juga Kelas Ibu Hamil, dan Desa Siaga yang juga didukung oleh program Pemkab. Lumajang 2013-2018 yakni 1 desa 1 ambulan.

Berbagai gerakan tersebut, ternyata masih belum mampu memberikan hasil yang menggembirakan, sehingga kemudian dilakukan terobosan Optimalisasi Program GSI dengan Gerakan Masyarakat Cinta Ibu Hamil (Gemas Tabumil). Gerakan ini pada dasarnya merupakan gerakan Pendampingan 1 Kader 1 Ibu Hamil, Gerkan Kunjungan Rumah Bumil dengan Komplikasi, serta Gerakan KIE dan Rujukan Dini Berencana (RDB).

Menurut Dirjen Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan RI, dr. Anung Sugiarto, M.Kes, berdasarkan data hasil survey demografi kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia masih tinggi, yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Jika dihitung berdasarkan angka tersebut, maka ada 16.155 orang ibu yang meninggal akibat kehamilan, persalinan dan nifas pada tahun 2012.Jumlah tersebut setara dengan jumlah korban kecelakaan 40 pesawat boing 777 yang jatuh dan seluruh penumpangnya meninggal. Di samping AKI, AKB juga masih tinggi di Indonesia. Pada tahun 2012, angkanya 32 per 1000 kelahiran hidup atau setara dengan 144.000 dan setara dengan penumpang 360 pesawat Boing 777.

Menurut Ketua TP PKK Prov. Jawa Timur, Ibu Nina Soekarwo, berdasarkan data dari Dinkes Kab/ Kota Angka kematian Ibu di Jawa Timur saat ini sudah dibawah target yang ditetapkan MDGs yakni tahun 2011 sebesar 101,4, tahun 2012 sebesar 97,43 dan tahun 2013 sebesar 97,39 per 100.000 kelahiran hidup. Sedang target MDGs AKI tahun 2015 adalah 102/100.000 kelahiran hidup, namun secara absolute jumlah kasus kematian ibu masih tinggi tahun 2013 sebanyak 642 jiwa.

Menurut Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Supadmi Sjahrazad Masda, berdasarkan data Dinkes Kabupaten Lumajang, AKI dan AKB terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2011, jumlah AKI di Lumajang mencapai 61,15 per 100.000 kelahiran hidup. Kemudian pada 2012 turun menjadi 48,56 per 100.000 kelahiran hidup. “Ini artinya program PKK Lumajang menunjukkan progress yang membanggakan. Mari kita bersama-sama berjuang untuk meningkatkan prestasi ini”.

Sebagai upaya agar penurunan AKI dan AKB di Indonesia bisa teratasi dengan baik maka pemerintah menghapus semua hambatan financial masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan melalui pelaksanaan system jaminan Kesehatan nasional (JKN) yang dijalankan oleh BPJS kesehatan yang berlaku sejak 1 Januari 2014 ini. (an-m/ kim)


Sumber :



Musim Hujan Lagi Waspada Demam Berdarah..!!

Apa beda DD dengan DBD?
Bagaimana Demam Dengue (DD) dapat terjadi?
Demam dengue ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yeng telah terinfeksi. Nyamuk terinfeksi melalui gigitannya pada orang yang terinfeksi sebelumnya. Gejala pertama timbul hari ke-4 sampai ke-7 setelah terinfeksi.

Apa beda DD dengan DBD?
Demam dengue (DD) merupakan penyakit demam akut yang disebabkan virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti. Jenis penyakit ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe yakni DD dan DBD. Bedanya DBD merupakan bentuk yang lebih parah, dimana terjadi perdarahan dan syok yang bisa berujung pada kematian. Gejala perdarahan biasanya terjadi 3-5 hari pasca munculnya demam. Daerah endemik penyakit ini ada di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika tengah serta selatan.

Pola kejadian DD/DBD saat ini cenderung berubah, apa maksudnya?
Benar. Pola kejadian DD/DBD saat ini cenderung berubah, tidak lagi hanya terjadi pada masa pancaroba atau musim penghujan, namun bisa terjadi sepanjang musim serta memiliki gejala-gejala yang tidak jelas. Indonesia merupakan negara tropis dengan angka kejadian DD/DBD tinggi. DD/DBD menyebar dengan cepat dan menyerang banyak orang. Jutaan orang mengalaminya setiap tahun dan sebagian besar adalah anak-anak.

Bagaimana gejala umum DD?
Gejala DD umumnya muncul pada hari ke-4 sampai ke-7 setelah terinfeksi gigitan nyamuk Aedes aegipty. Gejalanya hilang timbul (biphasic). Berikut di antaranya:
* Demam tinggi mendadak terus-menerus.
* Sakit kepala berat, terutama bagian dahi.
* Sakit di belakang bola mata.
* Nyeri/sakit pada tubuh dan sendi-sendi.
* Mual/muntah.
* Muka kemerahan.

Bagaimana gejala umum DBD dan Dengue Shock Syndrome?
Hampir serupa dengan gejala DD, selain yang sudah disebut di atas ditambah dengan:
* Sakit/nyeri pada ulu hati terus-menerus.
* Perdarahan pada hidung, mulut, gusi atau memar pada kulit.
* Muntah terus-menerus, kadang disertai darah.
* Tinja yang menghitam seperti batu bara.
* Rasa haus berlebihan (kering di mulut).
* Kulit pucat dan dingin.
* Mengantuk terus-menerus hingga penurunan kesadaran.

Gambaran pelana kuda bukan merupakan gejala penting, mengapa?
Gambaran pelana kuda bukan merupakan gejala penting karena yang harus diwaspadai adalah saat turunnya demam, bukan saat demamnya tinggi. Sebab, saat itulah dimungkinkan terjadinya kebocoran plasma dan bisa berakibat syok. Kewaspadaan terjadinya syok ini sangat penting dan harus diantisipasi dini, sebab bila terlambat bisa menyebabkan kematian. Selain itu tanda-tanda nyeri perut dan muntah-muntah juga merupakan tanda penting lainnya.
Menurut kriteria WHO 1997 gejala klinis DBD adalah:
* Demam mendadak 2-7 hari (demam ini harus mendadak tinggi tanpa sebab; jika hanya sebentar hangat, sebentar turun, bisa dipastikan bukan termasuk gejala klinis DBD).
* Terjadi perdarahan.
* Syok.
* Nadi kecil dan cepat dengan tekanan nadi
* Hasil laboratorium menunjukkan: trombositopenia 100.000 dan kadar hemokonsentrasi lebih 20% dari normal.
* Untuk memastikan ada baiknya disertai pemeriksaan serologis IgM dan IgG dengue.

(http://www.tabloid-nakita.com)

Peranan Posyandu Dalam Upaya Penurunan AKI dan AKB


Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Pengintegrasian layanan sosial dasar di Posyandu adalah suatu upaya menyinergikan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat meliputi perbaikan kesehatan dan gizi , pendidikan dan perkembangan anak, peningkatan ekonomi keluarga , ketahanan pangan keluarga dan kesejahteraan sosial.

UKBM adalah wahana pemberdayaan masyarakat, yang dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat, dikelola oleh, dari, untuk dan bersama masyarakat, dengan bimbingan dari petugas puskesmas, lintas sektor dan lembaga terkait lainnya.

Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitasi yang bersifat non instruktif, guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, agar mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi , potensi yang dimiliki, merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat.

Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah proses pemberian informasi kepada individu, keluarga atau kelompok (klien) secara terus menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan klien, serta proses membantu klien, agar klien tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek pengetahuan atau knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek sikap atau attitude), dari yang mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek tindakan atau practice).

Pelayanan kesehatan dasar di Posyandu adalah pelayanan kesehatan yang mencakup sekurang-kurangnya 5 (lima) kegiatan, yakni Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Imunisasi , Gizi, dan penanggulangan diare. Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat utamanya adalah bayi, Anak Balita, Ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui, Pasangan Usia Subur (PUS).

Fungsi Posyandu adalah :
1.     Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan  AKI, AKB, dan AKABA.
2.     Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA.

Manfaat Posyandu :
1.     Bagi Masyarakat
a.     Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB, dan AKABA.
b.    Memperoleh layanan secara profesional dalam pemecahan masalah kesehatan terutama terkait kesehatan ibu dan anak
c.     Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar terpadu dan pelayanan sosial dasar sektor lain terkait .

2.     Bagi Kader, Pengurus Posyandu dan Tokoh Masyarakat
a.     Mendapatkan informasi terlebih dahulu tentang upaya kesehatan yang terkait dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA.
b.    Dapat mewujudkan aktualisasi dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan terkait dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA.

3.     Bagi Puskesmas
a.     Optimalisasi fungsi puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat , pusat pelayanan kesehatan perorangan primer dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer.
b.    Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai kondisi setempat
c.     Mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat .

4.     Bagi sektor lain
a.     Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan dan sosial dasar lainnya terutama yang berkaitan dengan upaya penurunan AKI, AKB dan AKABA sesuai kondisi setempat.

b.    Meningkatkan efisiensi melalui pemberian pelayanan secara terpadu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing sektor.

LAYANAN E-KTP

BUKU PROFIL KIM

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger