Pemkab Lumajang Gelar, Upacara Harkitnas ke-106th - KIM SINAR HARAPAN

Breaking

Selasa, 20 Mei 2014

Pemkab Lumajang Gelar, Upacara Harkitnas ke-106th


Segenap aparatur Pemerintah Kabupaten Lumajang melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-106th yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2014 di alun-alun Lumajang.

Wakil Bupati Lumajang, Drs. H. As’at M. Ag, bertindak sebagai inspektur upacara dan Kabag. Humas Setda Kab. Lumajang, Drs. Eddy Hozayni sebagai komadan upacara.

Peserta upacara terdiri dari berbagai unsur antara lain TNI, Polri, Korpri, Satgas Parpol, PGRI serta pelajar yang aada di wilayah Lumajang Kecamatan Kota.

Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, yang dibacakan oleh Wakil Bupati Lumajang, disampaikan titik awal kebangkitan nasional tahun 1908 serta sumpah pemuda tahun 1928 menjadi momentum kaum muda yang bercita-cita Indonesia merdeka.

Sejalan dengan semangat dan jiwa kebangkitan nasional tersebut, maka peringatan kali ini mengambil tema 'Maknai Kebangkitan Nasional Melalui Kerja Nyata Dalam Suasana Keharmonisan dan Kemajemukan Bangsa'.

Diungkapkan Menkominfo RI, tema tersebut mengandung 3 makna yang sekaligus menjadi instrumen ukuran sejauh mana nilai-nilai nasionalisme terimplementasi dalam karsa, cipta dan karya kekinian kita secara nyata.

"Artinya nasionalisme bukan sekedar diskursus dan wacana sorak sorai, tetapi bagaimana kita mengimplementasikan romantisme perjuangan tersebut ke dalam pola pikir, pola sikap dan perilaku kebangsaan selaras dengan tuntutan zaman" katanya.

Makna kedua, bahwa kita pada dasarnya menginginkan sebuah keharmonisan dalam berperilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kekuatan kebangsaan tersemai dalam kohesivitas yang harmonis dari kekuatan dan energi potensi yang telah kita miliki.

Selanjutnya makna ketiga, adalah memberi rujukan bahwa kekuatan sebuah bangsa tercirikan dari bagaimana perbedaan dan kemajemukan dapat terkelola menjadi kekuatan.

"Indonesia yang memiliki lebih dari 300 kelompok etnis, lebih dari 250 bahasa daerah dalam percakapan, keragaman dan komposisi pemeluk agama yang tersebar di seluruh nusantara adalah sebuah kekayaan sekaligus kekuatan. Nilai-nilai toleransi akan perbedaab dan kemajemukan tidak boleh luntur sampai kapanpun", tutur Tifatul Sembiring.

Ditambahkan Menkominfo RI, kenyataan di lapangan menunjukkan tanda mengkhawatirkan seperti konflik antar etnis, antar agama, tawuran, gangguan keamanan yang semakin sering terjadi.

Demikian juga dengan sikap dan perilaku seperti korupsi, narkoba, pornografi yang semakin menjamur harus kita hilangkan. "Oleh karena itu, semangat dan makna peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2014 ini adalah semangat untuk berani melakukan evaluasi diri," katanya. (anam/ kim-infopublik lmj) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar. Terima Kasih..

Pages