SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

SPANDUK

SPANDUK

BERITA UTAMA

Latest Post

KIM Dampingi Anak Terlantar Untuk Terima Santunan


Beberapa Anak-anak yatim piatu dan terlantar berusia dini yang terdapat di Kabupaten Lumajang berjumlah 100 anak atau bisa lebih diduga menjadi anak yang terlantar akibat di tinggal mati dan ditelantarkan oleh orangtuanya. Hal ini akan membuat anak-anak yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak untuk masa depannya sendiri dan bangsanya.

Anak-anak yang terlantar ini diketahui sudah tidak bisa melanjutkan lagi pendidikannya diusia dini. Pasalnya permasalahan biaya untuk menempuh pendidikan tidak dia dapatkan dari orangtuanya lagi.

Dalam kesempatan ini Yayasan PAUD Sakinah dibantu dengan koordinator relawan yang tersebar di Kabupaten Lumajang. Salah satunya KIM Sinar Harapan yang menjadi koordinator di Kecamatan  Tekung juga ikut serta dalam pemberian santuan kepada anak-anak ini menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H.

Adapun santunan yang diberikan berupa uang saku, peralatan sekolah, makanan dan minuman bergizi yang sangat dibutuhkan untuk anak diusia mereka sekarang ini.

Menurut wanita pemerhati anak-anak ini, Ibu anik, “Nasib anak-anak ini sangat memprihatinkan, bahkan rata-rata mereka adalah anak yatim piatu dan terlantar, hampir tidak ada yang bersekolah. Pasalnya pendidikan dari bangku sekolah inilah yang mereka butuhkan untuk saat ini, juga untuk bekal mereka di masa depan”.

“Dengan adanya yayasan PAUD Sakinah milik TP-PKK Kabupaten Lumajang akan banyak membantu  penanganan anak-anak terlantar ini. Misalnya dengan menyediakan pembelajaran di sekolah PAUD secara gratis, pemberian alat-alat tulis dan kebutuhan lainnya di setiap periode”. Tambahnya. (anam/ kim-infopublik lmj)

Rekapitulasi Perhitungan Suara, Lumajang Kondusif


Pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di kabupaten Lumajang berlangsung aman dan lancar. Setelah melalui tahapan perhitungan di desa dan kecamatan, kemarin (16/7/2014) memasuki tahapan perhitungan di KPU Kabupaten. Rapat pleno terbuka digelar KPU untuk melaksanakan rekapitulasi perhitungan perolehan suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tingkat kabupaten. Acara yang digelar di Lucky Hall Hotel Prima itu dihadiri oleh seluruh Komisioner KPU Kabupaten Lumajang, Panwas kabupaten Lumajang, saksi dari pasangan calon Presiden, PPK dan Panwas dari 21 kecamatan.

Walau acara perhitungan suara itu bisa dipastikan aman, namun mulai pintu masuk  hotel Prima sampai di depan ruang pertemuan dijaga ketat aparat keamanan. Beberapa personil TNI dan Polri sudah bersiap-siap sejak pagi. Sebelum memasuki ruang perhitungan, satu persatu para undangan diperiksa dengan metal detector. Aparat berkeliaran di seputar ruang pertemuan dan beberapa aparat keamanan terlihat berjaga-jaga.

Rapat Pleno Terbuka itu dipimpin oleh Mudawiyah Ketua KPU Kabupaten Lumajang. Tepat jam 9 pagi, Mudawiyah yang didampingi 4 Komisioner lainnya membuka rapat pleno, membacakan tata tertib dan mempersilahkan utusan dari PPK kecamatan membacakan perolehan hasil suara dari wilayah masing-masing. Sanggahan dan hujan interupsi di awal acara dari saksi Jokowi-JK tidak mempengaruhi jalannya acara tersebut. Rapat pleno tetap berlangsung tertib.

Disisi lain, Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Lumajang atas kebersamaan yang dibangun sehingga Pemilu Presiden yang dihelat 9 Juli kemarin berlangsung kondusif. Menurutnya, masyarakat Lumajang sudah dewasa berpolitik. Mereka menyadari bahwa berbeda pendapat dan pilihan adalah wujud demokrasi. Itu dibuktikan bahwa susana Lumajang tetap tenang sambil menunggu hasil pengumuman resmi dari KPU pusat. “Masyarakat Lumajang tidak suka bersitegang atau gontok-gontokan, karena semua menyadari siapapun yang akan memimpin Indonesia 5 tahun kedepan adalah pilihan terbaik dari rakyat,” kata Bupati Sjahrazad. (humaslmj/h-ris)

KIM Selalu Dampingi Penyandang Cacat


Dengan banyak kegiatan sosial yang secara rutin dilaksanakan, kali ini KIM Sinar Harapan bekerjasama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) untuk menghadirkan anak-anak penyandang cacat dalam acara Siraman Rohani dan Buka Bersama, pada selasa kemarin (15/7/2014) di Rumah Sakit Islam Lumajang.

Dalam upaya untuk menghadirkan anak-anak penyandang cacat itu, KIM bersinergi dengan beberapa sekolah luar biasa yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang. Kurang lebih sekitar 150 anak yang didampingi oleh orang tua dan guru hadir dalam acara tersebut.

Adapun serangkaian acara yang digelar diantaranya pemberian santunan, buka bersama dan sholat bersama. Penyerahan santunan diserahkan secara symbolis kepada 2 anak cacat oleh pengurus Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) dan di dampingi oleh Ketua KIM Sinar Harapan, Saiful Kusnadi.

“Pemberian santuan ini untuk menunjukkan kepedulian YDSF dan KIM sebagai organisasi dibidang Informasi dan sosial yang secara sukarela telah melakukan sesuatu yang bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain yang membutuhkan”. Kata Saiful.

Di tegaskan oleh Saiful bahwa peran informasi sangat besar bagi kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan lain sebagainya. Dalam kehidupan masyarakat, teknologi informasi berfungsi untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan masyarakat. Pasalnya ini sudah menjadi tugas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai agen informasi untuk memberdayakan masyarakat.

Saiful juga berharap KIM Sinar Harapan semakin konsisten melakukan aktivitas penyebaran informasi dan kegiatan sosial yang nantinya akan terus memberi dukungan dan perhatian kepada masyarakat. (anam/ kim-infopublik lmj)

KIM Sinar Harapan Terima Reward Penggerak Donor Darah


Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sinar Harapan menerima reward dari UDD. PMI Kabupaten Lumajang, Minggu (13/7/2014). Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini merupakan satu-satunya kelompok di bidang informasi binaan Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang yang berhasil menggerakkan dan mengerahkan masyarakat untuk mendonorkan darah.

Tahun 2007 lalu melalui kegiatan donor darah yang bertajuk “Sadar Donor Darah (SANORAH)” in menjadi program bhakti sosial dari KIM sebagai bentuk pengabdian kita secara langsung terhadap masyrakat. KIM Sinar Harapan berhasil mengerahkan banyak pedonor, untuk menjadi pendonor sukarelawan secara rutin. Dan sekaligus memasukkan KIM Sinar Harapan pada daftar 10 Komunitas Kelompok Penggerak Donor Darah Sukarela Terbaik dari tahun 2007 hingga saat ini.

Tentunya dalam perolehan reward ini KIM tidak sendirian, akan tetapi karena KIM bersinergi dengan beberapa organisasi yang sejalan dengan KIM diantaranya Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Kab. Lumajang, Paguyuban Penyandang Cacat Kab. Lumajang, Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) Kec. Tekung dan Karang Taruna Setya Bhakti Desa Tukum. Yang mana disetiap kegiatan yang masing-masing diselenggarakan, kegiatan Sadar Donor Darah (SANORAH) juga ikut di gelar.

Reward diserahkan langsung oleh Budi Santoso selaku Ketua PMI Kabupaten Lumajang di rumah makan pondok asri, bertepatan dengan acara Sarasehan dan Buka Bersama Penggerrak Donor Darah se-Kabupaten Lumajang.

Budi Santoso mengatakan pemberian reward ini untuk menunjukkan kepedulian kepada KIM yang dengan kerelaan dan keikhlasan telah melakukan sesuatu tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. “Yang lebih-lebih kami hargai mereka akan selalu memikirkan, wah ini juga sebagai tanggung jawab pribadi kepada Tuhannya masing-masing, merupakan pekerjaan pahala,” kata Budi.

Menurut Budi, kelompok/ komunitas di bidang informasi sangat efektif untuk menggerakkan masyarakat. Terlebih lagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang menjadi binaan Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang bisa di fasilitasi oleh Radio Suara Lumajang FM milik Pemerintah. Selain membutuhkan informasi, melalui radio, masyarakat terkadang meminta pertolongan, jika stok darah di UDD. PMI habis. Dan selama ini, KIM Sinar Harapan dinilai Budi sangat membantu UDD. PMI dalam menggerakkan kepedulian masyarakat.

Ke depan, Budi mengharapkan akan ada wawancara atau temu wicara, antara Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dengan frontliners UDD. PMI, seperti Korps Sukarela (KSR), Palang Merah Remaja (PMR) dan mereka yang langsung berkecimpung dalam kegiatan kemanusiaan.

Bagi KIM Sinar Harapan, reward ini sebagai perwujudan visi dan misi KIM Sinar Harapan, untuk melakukan pengabdian secara langsung kepada masyarakat berupa kegiatan bhakti sosial “SANORAH”.

“Jadi, bukan hanya persoalan-persoalan produksi informasinya saja tapi bagaimana dia bisa menjadi mediator,” ujar Saiful selaku Ketua KIM Sinar Harapan.

Media Informasi, tambah Saiful bisa juga menjadi penghubung antar institusi dengan masyarakat, sehingga kegiatan semacam donor darah ini bisa menjadi tanggung jawab sosial KIM Sinar Harapan sebagai kelompok/ komunitas di bidang informasi yang sejak dari awal bersinergi dengan organisasi diatas untuk melakukan suatu kegiatan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Saiful juga berharap KIM Sinar Harapan semakin konsisten melakukan aktivitas sosial dan nantinya akan terus memberi dukungan dan perhatian kepada masyarakat. (anam/ kim-infopublik lmj)

KIM Hadiri Sarasehan dan Buka Puasa Penggerak Pendonor Darah


Pada minggu (13/7/2014) bertempat di rumah makan pondoka asri Kabupaten Lumajang, UDD. PMI Kabupaten Lumajang menggelar Sarasehan, diskusi dan buka puasa bersama para penggerak donor darah se-Kabupaten Lumajang, dengan Narasumber Ketua PMI Kab. Lumajang, Budi Santoso dan Direktur UDD. PMI Kab. Lumajang, dr. Halimih Maksum.

Acara yang digelar rumah makan pondok asri dengan suasana keakraban dan penuh kehangatan ini merupakan ajang berdiskusi sekaligus untuk menguatkan peran para penggerak donor darah di Kabupaten Lumajang, sehingga ada kesatuan pemahaman dengan para penggerak donor darah dalam memperjuangkan secara sukarela untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya mendonorkan darah dan besarnya manfaat kita bila mendonorkan darah.

Adapun para peserta yang hadir pun beragam yakni dari para pegawai pemerintahan, perorangan,penggerak sosial, dan  organisasi masyarakat misalnya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), dan Karang Taruna.

Dalam acara ini para penggerak donor darah dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang memberikan beberapa kritik dan saran. Yang mana kritik dan saran dari para penggerak donor darah ini sangat berarti dan bisa membuat UDD. PMI Kabupaten Lumajang untuk meningkatkan kinerjanya.

Diharapkan dengan diadakannya sarasehan dan buka bersama ini bisa membuat antar penggerak donor darah yang berbeda wilayah datau pun status, bisa saling mengakrabkan diri dan saling sharing antar sesama penggerak donor darah, juga di harapkan ”UDD. PMI Kab. Lumajang bisa membentuk wadah untuk para penggerak donor darah ini menjadi satu, yaitu Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kabupaten Lumajang”, tmbah dr. Halimih. (anam/ kim-infopublik lmj)

KIM Ajak Masyarakat Untuk Tanam Sayur Organik


Dengan semakin berkembangnya teknologi, salah satunya adalah Teknologi Informasi. Yang mana dengan mudahnya masyarakat untuk bisa mendapatkan informasi yang kerap dibutuhkan. Dalam kesempatan kali ini, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sinar Harapan Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, yang mana tujuan dari kelompok ini dibentuk untuk memperdayakan masyarakat akan informasi. Kami bermaksud untuk menerapkan hasil serap, olah dan sebar informasi dengan menanam sayuran organik, dimana upaya kami ini juga mendukung program kerja Pemerintah Kabupaten Lumajang di bidang Pertanian yakni Program Sigarpun Bulat. Yang mana Program Sigarpun bulat ini adalah Aksi – Gearakan Pemupukan Organik dan Benih Unggul Bersertifikat yang dicanangkan oleh Bupati Lumajang pada 15 Desember 2011.
                       
Dengan tindakan awal kami menanam sayur organik ini, kami bermaksud mengajak para masyarakat mengembangkan penanaman sayur organik sekaligus untuk mengajarkan hidup sehat kepada masyarakat dengan cara menanam sayur tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Kami sudah mempersiapkan ratusan bibit sayur yang sudah lama kita semai di dalam poliback, yang nantinya akan di distribusikan kepada masyarakat.

Sayur-sayuran yang kita makan itu menyehatkan, tetapi jika menggunakan pupuk kimia atau disemprot dengan pestisida, maka justru membahayakan kesehatan. Dengan cara ini kita mengajak petani agar tidak menggunakan pestisida.

Karena menurut kami, pestisida yang digunakan untuk menyemprot hama tanaman sayur-sayuran mengandung zat berbahaya, yakni residu pestisida. Zat berbahaya itu, memang tidak secara langsung menyebabkan yang makan sayur-sayuran itu sakit, tetapi bahan bahaya berupa residu pestisida berdampak jangka panjang, antara lain bisa menyebabkan kanker, tumor, dan penyakit kronis lainnya.

"Dampak penggunaan bahan pestisida pada makanan bukan saja menyerang manusia, namun berdampak negatif terhadap ekologi atau lingkungan, seperti tercemarnya air tanah dan perubahan pada sistem hormon hewan ternak mamalia serta ikan.

Dari sumber informasi kesehatan, pestisida bukan hanya menempel pada sayuran dan buah-buahan, tetapi ikan dan ternak yang dikonsumsi masyarakat juga bisa ikut tercemar pestisida. Untuk itu kami ingin mengajak masyarakat dengan menanam sayur-sayuran dan tanaman pangan lainnya melakukan pengembangan pertanian organik atau melakukan pola hidup sehat.

Manfaat lainnya, adalah tanaman yang dihasilkan lebih sehat dan segar, tanaman yang dibudidayakan secara oganik mampu menjaga kelestarian dan keseimbangan alam karena tidak ada pencemaran. Apabila kita mengkonsumsi sayur mengandung pestisida secara terus menerus berdampak buruk bagi kesehatan. (anam/ kim-infopublik lmj)

Pemkab Gelar Pasar Murah di Bulan Ramadhan


Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar pasar murah Ramadhan di 21 lokasi kecamatan yang serentak dilakukan pada (11/7/2014), Pasar murah digelar selama 5 hari, 11-15 Juli 2014 khususnya di wilayah pusat Kota Lumajang.

Pasar murah Ramadhan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag didmpingi oleh Wakil TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at. Nampak hadir juga Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Slamet Supriyono, M.Si, Asisten Administrasi, Drs. Wisu Wisono Adi, M.Si dan Dinas/ Instansi terkaidt.

Wakil Bupati Lumajang, dalam sambutannya mengatakan "Kami memilih lokasi pasar murah yang tersebar di 21 kecamatan, supaya dengan pasar murah yang digelar Pemkab ini bisa di jangkau oleh seluruh masyarakat baik wilayah perkotaan maupun pedesaan yang jauh dari pusat keramaian , sehingga diharapkan kegiatan pasar murah tepat sasaran”.

Ia menjelaskan tujuan Pemkab Lumajang menggelar pasar murah untuk memenuhi 9 kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1435 Hijriah, yang mana diantaranya adalah hasil produk unggulan dari masing-masing Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang. Karena hampir pada setiap Ramadhan selalu terjadi peningkatan kebutuhan pokok dengan harga selalu meningkat.

"Selain itu, pasar murah Ramadhan diharapkan juga mampu menekan laju inflasi karena biasanya pada bulan Ramadhan hingga Lebaran mengalami peningkatan, sehingga diharapkan laju inflasi dapat lebih terkendali dengan kegiatan pasar murah," tambahnya.

Usai memberikan sambutan, Wabup As’at mendampingi Wakil Ketua TP PKK Kab. Lumajang, Hj. Tutuk As’at untuk melakukan penggunyingan pita dan dilanjutkan dengan peninjauan di masing-masing stand pada pasar murah.

Kadin Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lumajang, Drs. Agus Eko mengatakan tiga komoditas utama yang akan dijual di pasar murah, yakni gula pasir, beras, dan minyak goreng. Namun, katanya, ada beberapa komoditas lainnya yang dijual, seperti kue kering, minuman dan sirup.

"Kami bekerja sama dengan Pabrik Gula Jatiroto dengan menyuplai stok gula, PT. Mustika Tama Group dengan menyuplai stockl beras, dan minyak goreng bekerja sama dengan sejumlah produsen minyak goreng dan juga toko modern yang ada di Lumajang," tambahnya. (anam/ kim-infopublik lmj)

Lumajang Memilih Untuk Indonesia


Hari ini Rabu (9/7/2014) dilaksanakan pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia tahun 2014 secara serentak di Indonesia. Seperti juga di Kabupaten Lumajang, mulai pukul 07.00 aktivitas masyarakat terlihat berduyun-duyun mendatangi dan antri di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing daerahnya. Jalanan dan pusat-pusat keramaian terlihat lengang. Kegiatan masyarakat terfokus datang ke TPS untuk menyalurkan hak suaranya.

Berbeda dengan hari sebelumnya, pada hari ini jalan-jalan tengah kota yang biasanya selalu padat dengan kendaraan dan berderetnya kendaraan yang parkir di sisi kiri dan kanan jalan nampak sepi. Apalagi, sebagian besar Kantor Pemerintah, kantor swasta maupun toko-toko memilih tutup dan meliburkan pegawai/ karyawannya untuk memberikan kesempatan menyalurkan hak pilih. Jalanan di sepanjang jantung Kota Lumajang ini juga relatif sepi dari pengendara yang melintas. Suasana lengang juga terpantau di jalanan pusat kota kecamatan Yosowilangun, Kunir,Tempeh dan Pasirian.

Di Kabupaten Lumajang telah disiapkan 2.306 TPS untuk melayani 831.951 pemilih yang ditetapkan dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) di 205 Desa/Kelurahan dan 21 Kecamatan. TPS-TPS sejak tadi malam sudah bersiap-siap menyiapkan hajat demokrasi ini. Mulai pukul 07.00 TPS sudah dibuka dan pukul 13.00 tadi ditutup sebelum memasuki tahap perhitungan suara.

Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar menghimbau agar masyarakat di Kabupaten Lumajang dapat menyalurkan hak suaranya dan tidak golput. Ia meminta masyarakat dapat memilih pemimpin rakyat sesuai sanubari untuk menentukan masa depan bangsa 5 tahun kedepan. Walaupun berbeda pilihan, ia juga meminta agar masyarakat Lumajang tetap menjaga kerukunan dan persatuan. Siapapun yang unggul, Bupati Sjahrazad Masdar akan menunjung tinggi hasil pilihan rakyat. (anam/ kim-infopublik lmj)

Gubernur Jatim Hadiri Upacara Tawur Labuh Gentuh Panca Wali Krama


Gubernur Jawa Timur DR.H. Sukarwo, atau yang akrab dipanggil Pak Dhe Karwo hadir dalam acara ritual Tawur Labuh Gentuh Pancawali Krama di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Kecamatan Senduro, minggu (6/7/2014). Hadir dalam upacara tersebut Direktur Urusan Agama Hindu Kemenag RI, Wakil Bupati Lumajang, Sekjen PHDI Pusat, Wanita Hindu Dharma Pusat, Ketua PHDI Jatim, Wanita Hindu Dharma Jatim, Bupati Klungkung, Bupati Karangasem, Wabup Lumajang, Wabup Karangasem, Sekda Lumajang, Sekretaris Kota Denpasar, Ketua PHDI Bali, Wanita Hindu Dharma Bali, Kakanwil Kemenag Bali.

Gubernur Jawa Timur DR. H. Soekarwo mengapresiasi masyarakat dalam menciptakan harmonisasi umat hindu baik di Jatim maupun di seluruh Indonesia. Umat Hindu terus menata harmonisasi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Menciptakan harmonisasi ini adalah cara membangun kehidupan yang damai di masyarakat. Ini merupakan nilai luhur yang dibangun agar manusia terus hidup berdampingan secara damai”, ujar Pakde Karwo

Ia juga mengatakan, Umat Hindu memiliki filosofi yang baik dalam menjaga keseimbangan hidup. Nilai-nilai ini mengedepankan keserasian hubungan antara manusia dengan Tuhan, antara sesama umat manusia, dan juga antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan yang harmonis dapat membawa kebahagiaan, kedamaian, keamanan, dan kenyamanan dalam kehidupan ini. Salah satunya melalui Upacara Tawur Labuh Gentuh, Panca Wali Krama, dan Pengusaban.

Upacara ini substansinya membangun harmonisasi hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, antara sesama umat manusia, dan juga antara manusia dengan lingkungannya, kata Pakde Karwo.

Pakde Karwo disambut ribuan umat Hindu di Upacara Tawur Labuh Gentuh Panca Wali Krama dan Pengusaban di Pura Mandhara Giri Semeru Agung Desa Senduro Kabupaten Lumajang

Lebih lanjut disampaikannya, harmonisasi ini juga merupakan hal yang penting bagi Pemprov dan masyarakat Jatim, mengingat diselenggarakannya Pemilihan Umum Presiden dan Wapres RI, Rabu (9/7/2014) mendatang.

“Jelang Pilpres, situasi yang harmonis, damai, aman, dan nyaman menjadi faktor penting. Upacara ini menjadi momentum bagi umat Hindu untuk menjaga keharmonisan menjelang Pilpres. Terima kasih kepada umat Hindu yang terus menjaga keharmonisan ini, kalau kita terus bertengkar itu jelas niatnya salah hasilnya pasti salah. mari kita gunakan hak pilih, sikapi perbedaan dengan kepala dingin dan yang paling penting, siapapun yang terpilih nanti, mari kita dukung untuk kemajuan Indonesia bersama”,  tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Karya Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menjelaskan, Upacara Tawur Labuh Gentuh, Panca Walikrama dan Pengusaban ini merupakan agenda 10 tahun sekali yang dibimbing dan dipimpin oleh 13 pendeta Hindu, diikuti sekitar lebih dari 6.000 umat Hindu dengan mengenakan pakaian adat lengkap. Upacara suci persembahan ini bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi alam semesta beserta isinya. Konsepnya harmonisasi antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, serta manusia dengan lingkungan alam,`` tambahnya.

Selain Upacara Tawur Labuh Gentuh Panca Wali Krama dan Pengusaban, ada juga upacara yang diadakan setiap 5 tahun sekali dalam skala yang lebih kecil yakni Tawur Pedanan. Sedangkan untuk upacara yang dilakukan setiap tahun dinamakan Caru Rsi Gana. (anam/ kim-infopublik lmj)

Wabup Lantik PJ Kades Banyu Putih Kidul


Tepatnya pada Jum’at (4/7/2014) Hasan Basri yang dipilih untuk menjadi Pejabat Sementara Kepala Desa, telah diambil sumpahnya/ dilantik sebagai PJS Kepala Desa Banyu Putih Kidul Kecamatan Jatiroto. Acara berlangsung di balai desa setempat ini berjalan lancar dan kodusif.
Pelantikan ini dalam rangka mengisi kekosongan Jabatan Kepala Desa setelah Kades terpilih pada pilkades Desember 2013 untuk mengisi Jabatan Kades, agar pelayanan terhadap masyarakat dan roda pemerintahan desa tetap berjalan lancar.

Acara itu sendiri dihadiri oleh Wakil Bupati Lumajang, Drs. H. As’at M. Ag, Dinas dan Instansi, Muspika setempat, Ketua BPD, LPMD RT/RW dan perangkan serta tokoh masyarakat setempat.

Wabup As’at dalam sambutanya menuturkan beberapa hal dalam rangka pelaksanaan fungsi dan tugas penyelenggaraan pemerintahan desa kedepan “ bekerjalah dan laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sesuai dengan fungsi dan tugas”, diantaranya menjaga kedamaian dan ketentraman serta mentaati hukum dan meningkatkan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

Mengingat tuntutan serta harapan masyarakat desa untuk peningkatan pelayanan serta kesejahteraan, selain itu sebagai unsur pemerintahan desa, Kepala Desa dan BPD merupakan mitra. Untuk itu Kepala Desa harus dapat membangun komunikasi yang harmonis dengan BPD, sekaligus bersinergi dengan tetap dan terus melakukan koordinasi maupun konsultasi serta bekerja sama dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan di desa

Harapannya semua pihak mendukung Samsul agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan secepatnya untuk segera membuat Perdes dang mengadakan Musrinbangdes, sehingga seluruh program dan kepentingan desa segera terakomodasi. Sementara Samsul menyatakan siap melayani masyarakat sepenuh hati agar Banyu Putih Kidul lebih sejahtera. (anam/ kim-infopublik lmj)

Persiapan Jelang Panca Wali Krama


Upacara Tawur Labuh Gentuh, Panca Walikrama dan Pengusaban merupakan peradatan  dari agama hindu sedunia. di Kabupaten Lumajang sendiri  agenda lima tahunan ini akan digelar mulai tanggal 6 Juli sampai 26 Juli 2014 mendatang, yang bertempat di tiga lokasi berbeda, yaitu Pura Mandara Giri Semeru Agung, Pantai Watu Pecak, dan Puncak Semeru. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Lumajang, Edy Sumianto, S. Ag.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa Upacara Tawur Labuh Gentuh, Walikrama dan Pengusaban juga dilakukan setiap tahunnya, akan tetapi agenda tahunan ini berbeda dengan agenda 10 tahunan. Salah satu perbedaan ada pada jumlah hewan pengorbanan yang digunakan. Jika agenda tahunan hanya memakai satu ekor kerbau dan hanya dirayakan di Pura saja. Berbeda dengan agenda tahunan, untuk Panca Walikrama yang diadakan 10 tahunan, menggunakan 11 ekor kerbau dan dirayakan di 3 berbeda termasuk yang spesial di puncak gunung tertinggi di pulau Jawa, Semeru.

Dalam suasana menjelang pelaksanaan Upacara Tawur Labuh Gentuh, Panca Walikrama dan Pengusaban ini, kami meliput beberapa persiapan dari panitia yang sudah berjalan beberapa waktu yang lalu. Panitia berusaha sangat keras dalam melakukan berbagai macam persiapan diantaranya merangkai jajan suci, mendirikan tempat-tempat untuk persembayangan, dan keperluan untuk upacara ini bisa berjalan dengan lancar.

Kegiatan upacara akbar semacam ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Lumajang dan tentu saja Indonesia secara umum. Dimana dalam kegiatan ini, Kecamatan Senduro tempat berdirinya Pura Mandara Giri Semeru Agung yang menjadi lokasi kegiatan akan berubah wujud sementara seolah-olah menjadi Pulau dewata Bali. Dimana setiap orang yang berlalu lalang mengenakan busana adat Bali. Gamelan khas Bali bergema disini. Dan tentu saja bahasa Bali juga dapat kita dengar dilokasi ini. Tidak berlebihan jika  atmosfir Bali seakan pindah kemari. Jadi cukup beralasan jika tidak perlu jauh-jauh ke Bali jika hanya ingin merasakan atmosfir dan suasana Bali. Cukup ke Senduro saja. (anam/ kim-infopublik lmj)

LAYANAN E-KTP

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger