SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

SPANDUK

SPANDUK

BERITA UTAMA

Latest Post

Lomba Pemanfaatan Hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga)


Tanaman obat keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat herbal dan obat tradisional sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69 tahun 2014 ini, warga Dusun Munder RW 16 Desa Tukum menggelar lomba Tanaman obat keluarga (TOGA) tingkat RT, minggu (31/8/2014). Berbagai jenis tanaman toga yang bermanfaat tersedia di masing-masing RT saat di tinjau oleh tim penilai yang berasal dari Kantor Ketahanan Pangan, dan UPT. Pertanian Kecamatan Tekung.

Endang. S selaku tim penilai dari UPT. Pertanian Kec. Tekung mengatakan pemanfaatan Toga merupakan wujud partisipasi masyarakat yang sebenarnya telah ada sejak nenek moyang dengan bahasa jawanya disebut jamu.

“Toga selain bermanfaat untuk konservasi lingkungan, juga ekonomi karena mampu menambah penghasilan keluarga, terlebih di jaman sekarang mempunyai peluang bisnis yang besar dengan adanya pengobatan herbal dengan slogannya back to nature,”terangnya.

Eko. P selaku Ketua Tim penilai dari Kantor Ketahanan Pangan Kab. Lumajang mengaku sangat kagum dengan pemanfaatan Toga di Dusun Munder RW 16 Desa Tukum yang telah ada sejak lama dan bukan karena akan dilakukan kegiatan lomba. Hal ini terlihat dengan banyaknya jenis-jenis tanaman yang ada telah lama tumbuh subur di beberapa halaman depan rumah masyarakat.

“Kita harus menggali apa yang selama ini terbenam di negara kita, kita punya segudang tanaman yang belum banyak dimanfaatkan, padahal kalau digunakan sangat minim efek samping dibanding obat-obatan kimia, mudah-mudahan kedepan masyarakat banyak akan semakin mengenal pemanfaatan Toga ini,”terangnya.


Eko berharap kegiatan yang dilakukan bukan semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi terus menerus dilestarikan, terlebih peran serta SIKIB sangat positif untuk membantu mensejahterakan masyarakat. Adanya taman herbal yang ada di kompleks rumah pintar diharapkan ke depan dapat dibuat di tempat lainnya, seperti RT, RW, kecamatan-kecamatan sehingga semakin semarak. (anam/ kim-infopublik lmj)

Persiapan Jelang, Penilaian Lomba Pemanfaatan Hasil TOGA


Saat ini segenap komponen elemen masyarakat di Dusun Munder RW 16 Desa Tukum Kec. Tekung sedang berbenah lagi. Terlihat suasana lingkungan, jalan-jalan utama desa menjadi lebih gebyar dan bersih dihias kibaran layur warna-warni yang tertancap ditepi-tepi jalan serta hijaunya pemandangan tanaman-tanaman hias maupun TOGA dihalaman taman toga milik masing-masing RT. Sebuah gerakan bersama warga masyarakat dalam rangka turut mensukseskan “Evaluasi/Penilaian Lomba Pemanfaatan hasil TOGA dalam rangka menyemarakan Hari Kemerdekaan RI Ke-69 tahun 2014” yang rencananya akan diselenggarakan pada hari minggu (30/4) besok di Dusun Munder RW 16 Desa Tukum Kec. Tekung Kab. Lumajang.

Bukan pekerjaan yang sederhana tentunya, mengingat komponen utama dari kegiatan ini adalah ibu-ibu dari Tim penggerak PKK yang ada di Dusun Munder RW 16 Desa Tukum. Ditengah berbagai kesibukannya menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, mereka harus meluangkan waktunya bekerja maksimal untuk bersaing memenuhi standar penilaian. Meskipun disadari pada awal kegiatan ini mereka hanya ingin berpartisipasi sekedarnya saja, tetapi ternyata hasil penilaian menunjukkan mereka lebih baik.

TOGA atau Tanaman Obat Keluarga saat ini menjadi salah satu aset unggulan di Dusun Munder RW 16 Desa Tukum Kec. Tekung. Tanaman Jahe Merah merupakan ikon Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang saat ini banyak dibudidayakan oleh sebagian besar warga masyarakatnya. Disamping bermanfaat dari aspek kesehatan ternyata secara ekonomi tanaman ini bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi warga masyarakat di Desa Tukum. Korelasi itulah yang melandasi semangat ibu-ibu PKK di Desa Tukum dalam rangka mengupayakan pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan hasil TOGA di Desa Tukum.


Semoga kegiatan evaluasi ini akan semakin memacu warga masyarakat di desa Tukum dalam rangka memasyarakatkan pemanfaatan hasil TOGA melalui upaya penanaman, pengolahan, pemanfaatan dan pemasaran hasil TOGA. Sehingga upaya ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat desa kedepan bukan hanya sekedar kegiatan sporadis dan praghmatis. Selamat kepada Tim Penggerak PKK desa Tukum, semoga semangat mereka akan menginspirasi perubahan yang lebih baik untuk masyarakat Tukum pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. (anam/ kim-infopublik lmj)

Pengukuhan Forum Komunikasi KIM JATIM Masa bakti 2014-2016


Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Propinsi Jawa Timur masa bakti tahun 2014-2016 dikukuhkan oleh Drs. Mardijono, M.Si selaku Kabid. Pemberdayaan TIK Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur. Di Aula Dinas Kominfo Jatim, Selasa (26/8/2014). Hadir dalam pengukuhan ini Dra. Isrowi Farida, M.Si selaku Kabid. Jaringan Komunikasi, Ir. Djoko Purwono, M.T selaku Kabid. Pengembangan TI Dinas Kominfo Jatim, 38 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari Kab/ Kota yang membidangi Kominfo se-Jatim serta anggota KIM se-Jatim sebanyak 38 orang.

Drs. Mardijono, M.Si dalam membacakan sambutan dari Kepala Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timut mengatakan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memiliki peran strategis dalam upaya penyerapan dan penyebaran informasi, karena KIM sebagai komunitas masyarakat informasi yang tumbuh dan berkembang di tengah – tengah kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia merupakan masyarakat sadar informasi yang diharapkan dapat berperan menjadi fasilitator untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan informasi yang terjadi antara pemerintah dengan masyarakat (top down) atau sebaliknya antara masyarakat dan pemerintah (bottom up).

KIM sebagai agen informasi, berperan aktif mendistribusikan informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif yang bermanfataan untuk menopang aktivitas mereka.

Tujuan pengukuhan Forum Komunikasi KIM Jatim ini dikatakannya sebagai Wadah bersama antar KIM se-Jawa Timur, yang bertujuan untuk memudahkan Komunikasi dan Koordinasi serta menjalin Kemitraan dalam upaya serap, olah dan sebar informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua FK-KIM Propinsi Jawa Timur masa bakti 2014-2016 adalah Sri Hartono, dengan Wakil Ketua yaitu M. Nanang Rois, Sekretaris yaitu Endra Yuafanedi, WK. Sekretaris, Agus Yunani, Bendahara, Novi Dinda, WK Bendahara, Dedi Farid, Koordinator Bid. Komunikasi dan Koordinasi, Mujiono, Koordinator Bid. Pendampingan Pengembangan KIM, Suyanto, Koordinator Bid. Kelembagaan KIM, Ednrik Supria, dan anggota FK-KIM Jawa Timur adalah semua anggota KIM se-Jawa Timur. (anam/ kim-infopublik lmj)

Lomba Tradisional Dagongan Meriahkan HUT RI ke-69




Sekitar 25 tim dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Lumajang, meramaikan pertandingan Dagongan dalam rangka menyemarakan HUT RI ke-69 tahun 2014, Senin (18/08/2014) di Alun-alun Lumajang.

“Perlombaan dagongan ini diikuti oleh tim yang terdiri dari staff masing-masing SKPD se-Kabupaten Lumajang. Ini salah satu bentuk partisipasi karyawan-karyawati Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk dalam rangka menyemarakan HUT RI ke-69th, ujar Moch. Chaiyun.

Menurut dia, Bagian Rumah Tangga dan Protokol Pemkab. Lumajang akan meraih juara dalam lomba dagongan untuk kategori putra maupun putri.

Ia juga mengatakan, “ perlombaan dagongan yang diikuti oleh lima orang peserta dalam satu tim, menilai beberapa aspek. Diantaranya, kebersamaan, kekompakan, semangat, dan berhasil membuat lawannya jatuh dalam lomba,” ujarnya.

Chaiyun menjelaskan, dalam menghadapi lomba kali ini, timnya tidak ada latihan khusus.

Sementara itu, panitia juga memberitahukan peraturan dalam perlombaan ini, bahwa ada beberapa kriteria penilaian yang dipakai dalam perlombaan gadongan kali ini, diantaranya skor mendorong bambu, para peserta tidak boleh melintasi garis yang telah ditentukan serta jatuhnya para peserta yang mengikuti dagongan.

Permainan tradisional dagongan ini mirip dengan tarik tambang, kalau tarik tambang mereka saling tarik menarik, sedangkan dagongan mereka saling mendorong bambu. (anam/ kim-infopublik lmj)

Ribuan Pelajar Ramaikan Lomba Gerak Jalan


Ribuan pelajar SMP dan MTS se Kabupaten Lumajang tampak antusias mengikuti lomba gerak jalan yang diadakan oleh panitia HUT kemerdekaan RI ke 69. Lebih dari 1600 orang yang terdiri dari 73 pleton dengan rincian 35 pleton putra dan 38 pleton putri, sejak pagi hari telah memenuhi seputaran alun-alun Lumajang yang menjadi titik start dan finish.
Drs. Siswinarko MM, ketua panitia pelaksana lomba gerak jalan dalam laporannya menyampaikan, bahwa para peserta lomba akan menempuh jarak sepanjang 5 kilometer dengan rute start di depan alun-alun Lumajang kemudian melewati jalan Sutoyo, Diponegoro, MT. Hariyono, Kayubi, kemudian belok ke PB. Sudirman, S. Parman dan berakhir di alun-alun utara.

Sementara penilaian akan meliputi beberapa hal diantaranya waktu tempuh, kerapian barisan, gerak irama dan keutuhan barisan.

Wakil bupati Lumajang sesaat sebelum memberangkatkan para peserta berharap, agar kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tahun. ”tahun lalu kegiatan ini tidak ada, saya harap setiap tahun bisa diadakan kegiatan seperti ini” paparnya.

Disisi lain dirinya juga menyambut gembira antusias dari para peserta. Menurutnya kegiatan seperti ini merupakan sebuah wujud positif dari generasi muda dalam mengisi kemerdekaan. Selain itu diharapkan momentum kemerdekaan dapat mengasah para generasi muda menjadi insan yang berjiwa sabar dan istikomah dalam menatap masa depannya.

Sebelumnya pada hari selasa (12/8) juga telah dilaksanakan lomba gerak jalan bagi siswa siswi tingkat sekolah dasar SD&MI se kabupaten Lumajang. dan untuk selanjutnya besok (14/8) giliran para pelajar SMA sederajat yang akan mempertontonkan kekompakan barisannya dalam lomba serupa.

Satu hal yang menarik dalam kegiatan lomba gerak jalan tingkat SD kemarin adalah hadirnya peserta kehormatan dari SDLB Lumajang. anak-anak berkebutuhan khusus ini tampak berjalan dengan penuh semangat dengan diiringi tepuk tangan dari seluruh masyarakat yang hadir menonton.

Sumber : humas-lmj

Deklarasi Lumajang Menolak Gerakan ISIS



Gejolak politik yang tidak kunjung selesai di Irak dan Suriah tenyata berimbas juga di Indonesia. ISIS atau Islamic State Of Iraq And Syria turut menjadikan Indonesia sebagai negara potensial untuk merekrut calon-calon pejuang baru. pemerintah sendiri telah menetapkan bahwa gerakan ISIS merupakan gerakan terlarang, dikarenakan paham dan ideologi nya sangat bertentangan dengan NKRI. Bahkan kemunculannya di Indonesia berpotensi menimbulkan gangguan keamanan negara.

Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata S.IK dalam acara Istigosah bersama memperingati HUT RI ke 69 dan deklarasi menolak gerakan ISIS di Pendopo Kabupaten Lumajang selasa malam (12/8) menyampaikan, bahwa gerakan ISIS yang meresahkan itu jangan sampai menggangu keamanan Lumajang yang sudah di nilai kondusif.

Orang nomor satu dijajaran kepolisian Lumajang ini juga berharap agar masyarakat turut berperan menolak gerakan itu. “mengingat keterbatasan personil kepolisian dan TNI, maka menjadi tanggung jawab bersama untuk menolak ISIS” tegasnya.

Disisi lain wakil bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag berharap agar lumajang terbebas dari pengaruh ISIS, yang pengikutnya sudah berhasil masuk di beberapa kota besar jawa timur. seperti lamongan dan malang. “malang dan lamongan sudah dimasuki, semoga bukan di lumajang” harapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi menolak gerakan ISIS yang di tandatangani oleh muspida, tokoh masyarakat dan tokoh agama, ormas islam dan gerakan pemudanya. Dan disaksikan oleh seluruh kapolsek se kabupaten Lumajang serta para PNS esselon 2 dan 3.

Pada akhir acara seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan istigosah juga berkesempatan dan bersama-sama ikut mendoakan kesembuhan bagi bupati Lumajang.

Sumber : humas-lmj

LAYANAN E-KTP

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger