Sejarah Kota Lumajang(Kerajaan lamajang Kuno) - KIM SINAR HARAPAN

Breaking

Selasa, 08 Oktober 2013

Sejarah Kota Lumajang(Kerajaan lamajang Kuno)


Kabupaten Lumajang terletak 112’53’-113’23’BT 7’54’-8’53’LS. Nama Lumajang berasal dari pengumpulan data-data tertulis yaitu Prasasti Mula Malurung,Naskah Negara Kertagama,Kitab pararaton,Kitab pujangga manik,Serat Babat Tanah Jawi dan Serat kanda. Prasati mulamalurung sendiri ditemukan di kediri pada tahun 1975 yang berangka tahun 1177 saka atau 1255 Masehi prasati ini berupa lempengan tembaga yang terdiri dari 12 lempeng,pada lempeng ke-VII halaman 1-3 menyebutkan “Sira Nararyya Sminingrat,Pinralista Juru Lamajang” Yang artinya “bahwa Beliau Nararyya Seminingrat yang di perkirakan Winu Wardhana (Raja Singosari)ditetapkan sebagai juru Lamajang diangkat menjadi pelindung dunia di negara Lumajang.Prasasti ini juga menyebutkan bahwa pada tahun 1255 paduka Sri maha raja seminingrat(wisnu wardhana) menobatkan putranya Nararyya Kirana untuk memimpin Lumajang. Berdasarkan etimologi rakyat LUMAH Artinya RUMAH dan JANG dari kata YANG(hyang) artinya DEWA,jadi RUMAH DEWA yang disucikan selain itu nama lumajang di kaitkan dengan sejenis nama tanaman yang tumbuh di wilayah ini.
Pada tahun 1295 Arya wiraraja mendapatkan bagian sebelah Timur dengan lumajang sebagai ibukotanya dan beliau menetap di lumajang( Anonim Babat Negara Krtagama ). Dalam Membangun ibukota kerajaan yang baru ini arya wiraraja sebagai seorang negarawan yang berpengalaman telah mempersiapkan letak ibukota dengan baik,pertama yang dipilih adalah daerah yang dilindungi benteng dari alam yaitu dikelilingi Sungai( sungai Bondoyudo,ploso,dan winong ) dan supaya lebih lengkap di buat juga sungai buatan yaitu sungai Cangkring. Demikian juga pertahanan benteng ibukota di bangun dengan batu bata sepanjang 10km ketebalan 6m dan tinggi 8m,Hal ini dapat kita lihat di DUSUN BITING sekarang. Disamping itu arya wiraraja mempersiapkan daerah-daerah penyangga ibukota seperti gerbang pertahanan pajarakan di Randuagung dan daerah basis pertanian disebelah selatan yang subur dan meliputi daerah-daerah yang sekarang di wilayah kecamatan sukodono,kecamatan lumajang,dan kecamatan padang .
Pada tahun 1316 M Arya Wiraraja meninggal dan Patih Nambi pulang ke Lumajang.Ia difitnah oleh Mahapatih akan memberontak pada Majapahit,Raja Jaya Negara berangkat ke Lumajang dan Merebut benteng Pajarakan, Patih Nambi beserta sanak saudaranya mati terbunuh. Para pembesar Majapahit yang menjadi korban perang Lamajang adalah:Pamandana,Mahisa pawagal,panji amenggah,panji samar,panji wiranagari,jaran bangkul,jangkung,Teguh,sami,lasem dan Emban yang semuanya Pagadean(pengikut)dari Raden Wijaya,perang besar ini kemudian disebut perang Lamajang(Anonim Babat Negara Kertagama).

Setelah perang Lamajang tahun 1316M ini kerajaan Lamajang mulai dibawah kekuasaan Majapahit dan diperkirakan Raja-raja Majapahit Menempatkan Keluarga dan keturunanya Untuk memperistri keluarga dan keturunan Arya Wiraraja sehingga dapat meredakan daerrah yang menjadi sumber pemberontakan.Dalam Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca Kota Lumajang banyak disinggung perjalanan keliling raja Hayam Wuruk pada tahun 1360M untuk melakukan upacara menghormati leluhurnya.Pada masa Majapahit akhir,Majapahit kemudian terbagi 2 yaitu Majapahit barat dan Majapahit Timur yang kemudin menimbulkan perang Paregreg(1404-1428).Pada masa ini Lumajang juga memerankan peranannya yang penting sebagai pusat Majapahit Timur dan pemberontakan Bhre Wirabhumi seorang putra Hayam Wuruk dari selir(anonim1957).Setelah Majapahit Runtuh Oleh Demak pada tahun 1500-an Lumajang memainkan perananya sebagai Kerajaan yang tidak tunduk pada pemerintahan Demak dan Mataram.Baru pada tahun 1625-an dimana serangan ketiga kalinya Sultan Agung dari Mataram bisa menundukkan Benteng Kertorenon dan membakar Kotanya Sehingga Benteng Itu disebut KUTORENON(asal kata madura dari ketonon yang artinya Terbakar.


Sumber: Museum rakyat kota Lumajang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar. Terima Kasih..

Pages