Meneropong Waktu di Candi Gedhong Putri - KIM SINAR HARAPAN

Breaking

Rabu, 04 September 2013

Meneropong Waktu di Candi Gedhong Putri


Siapa yang tak kenal Doraemon? Semua orang pasti pernah menonton kartun karya Hiroshi Fujimoto ini. Tentunya kita akan diajak berpetualang dengan gadget-gadget unik ala Doraemon dan Nobita. Salah satunya adalah lorong waktu. Yakni perjalanan ke ruang waktu yang berbeda, baik masa lampau maupun masa akan datang.

Lalu, apa hubungannya dengan Candi Gedhong Putri? Nah, ketika Tim Singgah Lumajang (TSL) berwisata ke sana bersama teman-teman Komunitas Mahasiswa Peduli Lumajang (KMPL), kami seakan-akan diajak masuk ke lorong waktu Lumajang tempo dulu. Karena di sinilah kami menemukan cikal bakal kabupaten Lumajang ini.

Candi Gedhong Putri, istana Ratu Nararrya Kirana

Candi yang terletak di dusun Gedhong Putri desa Kloposawit, Candipuro ini berada di tengah-tengah sawah yang sungguh elok pemandangannya. Hijaunya persawahan terbentang dari pintu gerbang hingga titik lokasi. Gemiricik aliran sungai turut menyemarakkan suasana alam di sana. Apalagi pohon-pohon kelapa dengan buahnya yang hijau. Hmmm...Degan!

Candi Gedhong Putri merupakan candi peninggalan Ratu Nararrya Kirana yang diyakini sebagai ratunya Lumajang. Mungkin agak janggal kalau dikatakan ratu bukan raja yang selama ini dikenal, namun memang ini kenyataannya. Karena dilihat dari nama candi dan beberapa referensi sejarah mencatat bahwa sosok Nararrya Kirana menyukai bunga (identik dengan feminin).

Tempat candi ini berdiri tak terlalu luas, hanya beberapa meter persegi saja dengan dikelilingi pagar kawat sebagai bentuk penjagaan dan kelestarian.

Di sekeliling batu Lingga Yoni

Di sebelah utara, terdapat batu Lingga Yoni yakni batu simbol kesuburan manusia. Jika kita ke sana maka harus melewati pematang sawah yang akan membuat pengalaman tersendiri. Batu tersebut berbentuk kotak persegi menjulang dengan motif pahatan sulur dan kepala naga. Sayang, kepala naganya telah hilang karena tangan-tangan jahil orang tak bertanggung jawab. Singkatnya, batu tersebut mirip lumpang lengkap dengan penumbuknya.

Dari Candi Gedhong Putri inilah Lumajang berdiri, karena stuktur batunya lebih tua daripada di situs Biting. Jadi, berbanggalah masyarakat Candipuro, karena mereka adalah keturunan langsung dari ratu Lumajang.

Sumber : Singgah Lumajang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar. Terima Kasih..

Pages