36 KPM Lansia Kecamatan Tekung Terima Bansos PKH - KIM SINAR HARAPAN

Breaking

Selasa, 10 April 2018

36 KPM Lansia Kecamatan Tekung Terima Bansos PKH



Tekung, Kelompok Informasi Masyarakat – Sebanyak 36 Penerima Manfaat (KPM) Lanjut Usia (Lansia) dari delapan desa di Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur menerima bantuan sosial (Bansos) non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) untuk triwulan pertama tahun 2018, Selasa (10/4), bertempat di Pendopo Kecamatan Tekung.

Saat menyalurkan bansos tersebut, Koordinator Kecamatan (Korcam) PKH Tekung Mar'atus Sholikha mengatakan, bahwa Program Keluarga Harapan tidak hanya menyasar masyarakat miskin, Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa para Lansia diatas usia 70 tahun juga memperoleh bantuan sosial PKH.

Lebih lanjut, dia mengatakan bantuan sosial PKH Lasia ini memang diperuntukkan bagi lansia berusia yang di atas 70 tahun dan masuk dalam katagori tidak mampu.

“Tujuannya adalah agar mereka dapat mendapat pemenuhan gizi sesuai kebutuhan gizi lansia serta membantu meringankan beban hidup keluarga. Besarnya bantuan per tahun adalah Rp2.000.000 dengan empat kali pencairan, sehingga tiap tiga bulan penerima mendapat bantuan Rp500 ribu,” ujarnya.

Sholikha berharap bansos yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik serta dapat mendorong peran elemen masyarakat bersama pemerintah daerah untuk memberikan layanan dan sapaan kepada penduduk Lansia agar mereka berdaya, mandiri dan berperan aktif di lingkungannya.

Kegiatan penyaluran bantuan sosial PKH ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Sosial yang didampingi Koordinator Kecamatan PKH dan para Pendamping PKH Kecamatan Tekung.

Sementara itu, Pendamping PKH Kecamatan Tekung Muhammad Qoyyum mengatakan, penyaluran PKH bagi masyarakat miskin dan Lansia ini dilakukan secara bertahap secara non tunai dengan bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa KKS ini merupakan pengembangan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi pengembangan penyaluran format non tunai, yang dulu dikenal dengan sebutan kartu kombo. KKS ini memiliki sistem saving account dan e wallet serta garis hitam di belakang kartu yang menandakan dapat digunakan sebagai ATM.

“ATM KKS ini kemudian menjadi media bersama penyaluran berbagai program bansos secara nontunai yang dimiliki berbagai kementerian. Bansos PKH dan Bansos Pangan dari Kementerian Sosial dan LPG 3 kg bersubsidi, serta subsidi listrik dari Kementerian ESDM dapat diintegrasikan penyalurannya melalui ATM KKS,” pungkasnya. (KIM SH-lmj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar. Terima Kasih..

Pages