Facebook  Twitter  Google+ Instagram

SELAMAT DATANG...!!!

SELAMAT DATANG DI WEBBLOG KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT. WEBBLOG INI MERUPAKAN MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANDA UNTUK MENGENAL LEBIH DEKAT KABUPATEN LUMAJANG DARI BERBAGAI ASPEK DIANTARANYA PELAYANAN MASYARAKAT, POTENSI WILAYAH, SARANA-PRASARANA, DAN BEBERAPA INFORMASI LAINNYA YANG BISA ANDA SERAP.. SELAMAT MEMBACA...!!

SLOGAN

APA KABAR KIM LUMAJANG? MAJU TERUS, TANPA PAMRIH UNTUK LUMAJANG..!!

INFO PENTING..!!

ll DAFTAR BPJS DIPERMUDAH LEWAT KANTOR KECAMATAN ll KTP YANG HABIS MASA BERLAKUNYA, OTOMATIS DIPERPANJANG JADI SEUMUR HIDUP ll PEMERIKSAAN KANKER SERVIKS (PAP SMEAR) GRATIS BAGI PEMILIK KARTU BPJS ll

SPANDUK

SPANDUK

BERITA UTAMA

Latest Post

Museum Daerah Lumajang, Akhirnya diresmikan


Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag meyakini sejarah kebesaran Kabupaten Lumajang akan tetap abadi. Keabadian itu salah satunya bisa dilihat pada Museum Daerah, yang ada di Kabupaten Lumajang. Museum ini, Senin kemarin (24/08/2015) diresmikan oleh Bupati As’at dengan melakukan penandatanganan prasasti didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Lumajang dan Disbudpar Propinsi Jawa Timur. Yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan untaian bunga melati oleh Ny Hj Tutuk As’at.

Dalam peresmian museum daerah Lumajang ini, turut diramaikan juga dengan pameran dari lima museum di Jawa Timur. Diantaranya dari Museum Mpu Tantular dan Museum 10 November Surabaya, Museum daerah Probolinggo, Museum Cakraningkat di Bangkalan, Madura dan Museum Malang Tempoe Dulu.

Gedung museum daerah Lumajang ini terletak di gerbang masuk menuju KWT, tempatnya cukup representative. Memasuki ruangan yang cukup luas ini, pengunjung langsung diterima oleh reseptionis. Selanjutnya, pengunjung akan diarahkan untuk memilih melihat koleksi di dua ruang berbeda di sisi kiri dan kanan.

Di sisi kiri dari pintu masuk, terpajang berbagai koleksi mulai dari prasejarah, naskah kuno, nuministik, senjata, hingga koleksi kolonial. Di ruang ini juga terpanjang berbagai koleksi, mulai guci, temuan gerabah kuno, keping uang kuno, hingga senjata-senjata yang ditemukan dari masa lalu.

Termasuk juga, replika berbagai prasasti temuan di Kabupaten Lumajang yang saat ini tersimpan di berbagai museum di Indonesia, diantaranya di Museum Mpu Tantular, yakni Prasasti Pasrujambe. Prasasti ini sengaja dibuat sama seperti aslinya, karena yang asli tentu tidak bisa kita kembalikan karena telah menjadi aset di Museum Mpu Tantular.

"Sehingga dengan replika ini, kita menunjukkan bahwa inilah benda peninggalan masa lalu Lumajang yang penuh dengan sejarah untuk bisa dipelajari lagi. Tujuan didirikannya," kata Indrijanto, SH Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lumajang.

Museum ini, masih katanya, memang dibangun dengan tujuan untuk mengedukasi sekaligus memberikan wawasan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui bahwa Lumajang memang memiliki sejarah besar di masa lalu." Sehingga masyarakat, terutama generasi muda bisa lebih mengenal lebih jauh Lumajang," paparnya.

Sementara, di ruangan sebelah kanan dari reseptionis, pengunjung bisa melibat berbagai koleksi kebudayaan dan seni asli Lumajang. Diantaranya, berbagai atribut seni mulai dari topeng kaliwungu, jaran kencak, pakaian pengantin khas Lumajang hingga berbagai alat musik khas yang mengiringi berbagai kesenian yang ada.

Menurut Bupati As’at, sejarah kebesaran Kabupaten Lumajang tidak bisa dipungkiri. Disini pernah menjadi pusat kerajaan besar Lamadjang. "Kita berbangga, berdirinya museum ini tidak hanya untuk pelestarian cagar budaya dan sejarah itu sendiri tetapi juga untuk menjaga semangat dan pendidikan generasi mendatang,".

Setelah beroperasi museum ini hendaknya dijaga dan dipelihara. Bukan dalam arti terus dicat dan lainnya namun terus diperbanyak koleksinya. "Kalau masyarakat tahu atau memiliki benda peninggalan sejarah yang saat ini disimpan sendiri, bisa dilaporkan atau diserahkan kepada pihak museum. Tentunya ada imbalan jika memang benda-benda itu sangat berharga," katanya.

Bupati As’at menambahkan, selain untuk pelestarian, museum ini juga menjadi salah satu sarana penunjang untuk kepariwisataan karena Kabupaten Lumajang termasuk salah satu daerah kunjungan wisata sejarah. "Perpaduan wisata sejarah, kuliner dan pesona alamnya, luar biasa Lumajang ini". (Humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Bupati Serahkan Remisi 106 NAPI Usai Upacara HUT RI Ke-70


Usai pelaksanaan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70th, Bupati As’at dan Jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang beserta istri bergerak menuju kantor Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIB Kabupaten Lumajang. Dimana acara ini digelar secara rutin untuk memberikan remisi kapada para nara pidana.

Sebelum pelaksanaan penyerahan remisi ini, diawali dengan pelaksanaan lomba-lomba yang digelar oleh para napi dan tahanan yang berjumlah 272 orang tersebut. Dilanjutkan diawali dengan pembacaan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, tentang pemberian remisi untuk para napi, selanjutnya pembacaan Catur Narapidana yang dibacakan secara lantang oleh Sdr. Sukamto (eks. Anggota TNI) dengan kasus narkoba.

Dilanjutkan Bupati As’at untuk menyerahkan secara simbolis pemberian remisi kepada para nara pidana. Dalam HUT RI kali ini ada 106 nara pidana yang mendapatkan SK remisi. Sedangkan 12 napi memperoleh kebebasan, yang disambut gemuruh para napi.

Dalam kesempatan ini, Bupati Lumajang memberikan bantuan peralatan olah raga berupa 3 Unit Meja Bola Pingpong kepada Kepala Lapas Kabupaten Lumajang Sarju Wibowo. Sebelum meninggalkan Lapas Bupati Lumajang diajak berkeliling untuk menyaksikan hasil ketrampilan para napi dan tahanan yang berupa pembuatan Paving, rangkean bunga, hiasan vas bunga dari sisa bungkus permen, meja belajar anak-anak dan rak sepatu dan jemuran.

Menurut Kepala Lapas Kabupaten Lumajang, Sarju Wibowo, dari keseluruhan nara pidana yang mendapat remisi rata- rata nara pidana yang perilakuknya baik selama ada di lapas. Tidak pernah melanggar hukum atau peraturan selama di Lapas, salah satunya tidak pernah berkelahi atau membawa barang yang di larang.

“Jika diurutkan kelompok yang paling banyak mendapat remisi dari kasus kesusilaan, narkoba dan kasus kriminal lainnya. Remisi yang diberikan ini, berbeda-beda ada yang 6 bulan, 3 bulan dan 2 bulan dan 15 hari,” kata Kalapas. (Humas-lmj)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Atraksi Drama Kolosal Warnai Upacara HUT RI Ke 70 Di Lumajang


Sekitar kurang lebih 100 Pelajar bawakan lagu syukur dan padamu negeri mengiringi upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 di Kabupaten Lumajang, Senin (17/08/2015).

Tepat pukul 10.00 WIB prosesi detik-detik proklamasi. Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag menjadi inspektur upacara Pengibaran Sang Merah Putih pada pukul 10.14 WIB, sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang bertindak untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan. Upacara ini dikomandani oleh Kapten Kavaleri Wahyu Nurtomo.

Selepas pembacaan Naskah Proklamasi dilanjutkan Pengibaran Bendera "Merah Putih" oleh 74 siswa/siswi dari SLTA/ MA/ SMK negeri dan swasta yang lolos seleksi dan tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lumajang. Adapun Yuniar Sugiarti didaulat sebagai pembawa bendera.

Para peserta upacara HUT RI yang terdiri pelajar SD hingga SMA/SMK, pemuda, mahasiswa, PNS, pegawai swasta serta prajurit TNI/ Polri tetap bersemangat mengikuti upacara dengan khidmat.

Peringatan HUT RI tahun ini ditutup dengan drama kolosal dari para komunitas kresno seto yang bekerjasama dengan pihak TNI.  Drama kolosal ini mengisahkan tentang sepak terjang Jendral Sudirman sebagai pahlawan pejuang kemerdekaan, yang telah mempertaruhkan segalanya melawan penjajah Belanda.

Semangat patriotisme, nasionalisme sengaja diperlihatkan untuk mengingatkan generasi muda saat ini dan untuk menjadi inpirasi dalam berkarya mengisi pembangunan. (Humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Moment 17 Agustus, Bupati Ajak Birokrasi Dan Masyarakat Untuk Tingkatkan Semangat Kerja


Bupati As’at memimpin upacara Detik-Detik Proklamasi ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Lumajang, Senin (17/8) pada pukul 10.00 WIB. Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag juga menjadi inspektur upacara Pengibaran Sang Merah Putih pada pukul 10.14 WIB, sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Lumajang bertindak untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan. Upacara ini dikomandani oleh Kapten Kavaleri Wahyu Nurtomo.

Sementara itu, pengibaran bendera ini dilakukan oleh 74 siswa/siswi dari SLTA/ MA/ SMK negeri dan swasta yang lolos seleksi dan tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lumajang. Adapun Yuniar Sugiarti didaulat sebagai pembawa bendera.

Dalam pelaksanaan upacara Detik-Detik Proklamasi ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, seluruh SKPD, anggota DPRD, Camat, Lurah, dan beberapa organisasi masyarakat hadir dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi di Alun-alun Lumajang.

Dalam amanatnya Bupati As’at mengajak seluruh birokrasi dan masyarakat untuk memaknai tema “Ayo Kerja” dengan bekerja secara sungguh-sungguh dan meningkatkan pelayanan publik secara maksimal.

Pemerintah pusat telah menetapkan “AYO KERJA” sebagai tema peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-70th. Untuk itu Bupati As’at mengajak segenap birokrasi untuk memaknai tema tersebut dan mengimplementasikannya dalam menunaikan aktifitas sehari-hari. Dengan dukungan pelayanan secara maksimal yang dilakukan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat  ini, diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk bekerja guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015.

“Tema Ayo Kerja sangat tepat bagi Lumajang, baik bagi seluruh masyarakat dan secara khusus bagi birokrasi. Tema ini tidak hanya mengajak kita untuk sekedar bekerja tapi bagaimana bekerja secara bersungguh-sunguh dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang tujuan akhirnya mampu mewujudkan kepuasan dan kesejahteraan bagi rakyat,” kata Bupati As’at.

Bupati melanjutkan berbagai prestasi dan kemajuan yang telah diraih oleh Kabupaten Lumajang selama ini merupakan hasil kerja keras semua elemen masyarakat bersama dengan pemerintah. Bupati pun berharap semua itu dapat menjadi penyemangat untuk terus menjadikan Kabupaten Lumajang lebih baik lagi.

“Semua prestasi hanyalah indikator adanya progress atas kerja keras kita, tapi jangan sampai kita berpuas diri. Justru ini harus menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik untuk Kabupaten Lumajang,” ajak Bupati As’at. (Humas-lmj).


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Kenang Jasa Pejuang 45, Dengan Semangat Ayo Kerja


Kehidupan seorang pelayan masyarakat atau aparatur negara itu tak ubahnya berada di dalam sebuah akuarium atau etalase kaca. Karenanya, kecil atau besar, sedikit atau banyak kesalahan yang dilakukannya dengan mudah dan cepat diketahui publik.

"Real time. Apa yang kita lakukan hari ini, jam ini dan bahkan saat ini juga, pada waktu yang bersamaan dapat diketahui orang lain. Sebab itu lakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagaimana yang diamanahkan negara, konstitusi dan pemerintah. Hindarkan sekecil mungkin sesuatu yang tidak perlu dilakukan. Jangan lakukan penyimpangan," tegas Drs. As’at M. Ag.

Bupati Lumajang mengemukakan hal tersebut ketika memberi sambutan saat mengadakan silaturahmi dan ramah tamah bersama para anggota Veteran, Warakawuri, Weredatama, Pejuang 45 dan Pepabri.

Ramah Tamah yang digelar secara rutin pada setiap tahunnya untuk  peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2015 tingkat Kabupaten Lumajang itu, dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Lumajang, Minggu malam (16/8).

Acara ini dihadiri oleh Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag dan Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang serta adik-adik pelajar dari sekolah tingkat SLTA/ MA/ SMKN di wilayah perkotaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang kembali peristiwa yang dialami oleh para pejuang rakyat Lumajang dalam menumpas penjajahan terhadap Tentara Belanda dan Jepang. Pada kesempatan itu telah diangkat kembali kilas balik perjuangan rakyat Lumajang yang disampaikan oleh Sdr. Joko Pramono, selaku putra dari angkatan 45 dan Bapak Sukadar selaku Veteran Kabupaten Lumajang.

“Kita sebagai generasi penerus harus mengenang jasa-jasa mereka dalam membela negara kita, mustahil bagi kita yang tinggal di negeri ini tanpa mengenang perjuangan selama 3,5 abad. Zaman kita berbeda, dahulu hidup didunia penjajahan, sedangkan musuh kita sekarang adalah hawa nafsu kita sendiri, untuk itu kepada para senior  beri kita masukan, karena  pengalaman kita masih sangat terbatas, kita tau bahwa Lumajang ini banyak sekali potensi yang harus dikembangkan dan anak-anak kita yang berprestasi”. Ujar Bupati As’at.

Bupati As’at pada moment Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70th yang bertemakan “AYO KERJA”, juga mengingatkan seluruh aparaturnya agar tidak melakukan tindakan korupsi. Korupsi yang dimaksudkan bukan hanya menyangkut penyalagunaan anggaran semata. Tetapi juga berkenaan waktu kerja.

"Masuk kerja tidak tepat waktu atau bahkan tidak masuk kerja sama sekali dengan alasan yang tidak dibenarkan, juga merupakan tindakan korupsi. Meskipun mungkin kecil sifatnya, hal-hal seperti ini juga harus dihindari," katanya menambahkan.

"Mesti dimulai dari diri sendiri agar masyarakat yang dilayani tidak kecewa. Agar para pahlawan bangga melihat kita. Mari kita jadikan budaya malu untuk bermalas-malasan, berbolos-bolosan atau tidak masuk kerja," imbuhnya.

"Jangan kecewakan masyarakat. Jangan sampai masyarakat datang berulang-ulang  namun tetap tidak memperoleh pelayanan yang baik. Jangan buang uang dan waktu masyarakat.Karena itu delegasikan wewenang jika memang harus meninggalkan tempat kerja kepada staf supaya pelayanan kepada tidak terkendala”. (humas-lmj)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

3 Buah Unggulan Lumajang, Siap Jadi Hidangan Di Istana Negara


Kabupaten Lumajang sebagai wilayah agraris, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sebagai dasar utama Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk menjadi daerah yang menghasilkan produk unggulan terbaik, salah satunya adalah program pertanian yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Kabupaten Lumajang, guna mewujudkan visi Kabupaten Lumajang, yakni “Mewujudkan Masyarakat Lumajang Yang Sejahtera Dan Bermartabat“.

Dalam upaya mewujudkan visi Kabupaten Lumajang, Pemerintah Daerah melakukan berbagai strategi dan kebijakan yang terus diupayakan dan dioptimalkan, yakni pelestarian dan peningkatan kesuburan lahan pertanian secara berkelanjutan, memberdayakan masyarakat petani maupun kelompok tani, pemenuhan sarana dan prasarana pertanian, serta permodalan dan pemasaran hasil produk pertanian.

Upaya nyata yang telah dan terus digalakan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama dengan petani, yakni melalui Aksi Gerakan Pemupukan Organik dan Benih unggul bersertifikat, yang dikenal dengan sebutan “SIGARPUN BULAT”.

Salah satu hasil nyata dari program sigarpun bulat dapat menarik perhatian Pemerintah Pusat dan Propinsi Jawa Timur serta Lembaga Internasional “Control Union Certification” untuk menganugerahkan Sertifikat Internasional bagi komoditi Buang Unggulan Kabupaten Lumajang, yakni Pisang Mas Kirana dan Salak Pronojiwo. Disamping Pisang Agung Semeru yang ditetapkan sebagai produk unggulan daerah oleh Kementrian Pertanian RI sejak tahun 2004 lalu.

Atas dasar tersebut, maka Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan tiga jenis buah unggulan Kabupaten Lumajang ini menjadi hidangan resmi pada acara kenegaraan 17 Agustus yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdakaan Republik Indonesia ke-70th tahun 2015.

Sebagai bentuk rasa syukur atas penganugerahan ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar acara ceremonial kirab pemberangkatan pengiriman buah unggulan ini di Pendopo Kabupaten Lumajang, Kamis (13/8/2015) yang diberangkatkan secara resmi Oleh Bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag yang didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lumajang, jajaran SKPD terkait, para perbankan, dan para kelompok tani, serta jajaran penyuluh pertanian dari masing-masing wilayah di Kabupaten Lumajang.

“Tentunya hal ini semua tidak terlepas dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas seluruh masyarakat, utamanya para petani. Semuanya ini tentu menjadi kebanggan dan sekaligus penyemangat kita, untuk generasi dan anak cucu kita, guna senantiasa melestarikan dan mengoptimalkan sumber daya alam, termasuk komoditi pertanian di Kabupaten Lumajang”. Tutur Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag.

“Dengan ditetapkannya komoditi buah-buahan unggulan Lumajang ini sebagai hidangan pada acara kenegaraan di Istana Negara ini, itu artinya Kabupaten Lumajang telah siap untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dari sisi kualitas produk unggulan pertanian yang dihasilkan”, tambah Bupati As’at. (humas-lmj/An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Program GSI Siap Tekan AKI & AKB di Kabupaten Lumajang


Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih fluktuatif di kalangan masyarakat, mendorong seluruh jajaran SKPD terkait untuk bersinergi dalam berupaya menurunkan angka AKI dan AKB di Kabupaten Lumajang.

Menurut Ketua I POKJATAP GSI Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at, berdasarkan data Propinsi Jawa Timur, Angka Kematian Ibu (AKI) menunjukan adanya peningkatan dari tahun 2014, jumlah AKI di Jatim mencapai 111 per 100.000 kelahiran hidup. Kemudian pada 2015 meningkat menjadi 277 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) juga menunjukan adanya peningkatan dari tahun 2014, jumlah AKB di Jatim mencapai 13 per 1.000 kelahiran hidup. Kemudian pada 2015 meningkat menjadi 26 per 1.000 kelahiran hidup.

Oleh karenanya secara sinergi dan intensif  guna menekan AKI dan AKB di Kabupaten Lumajang, Kepala Badan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSU Lumajang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ketua IBI, Ketua IDI Kabupaten Lumajang, para dokter serta jajaran SKPD terkait, serta   organisasi masyarakat duduk bersama, mengevaluasi kinerja masing-masing dan memberikan wawasan kepada Pokja dan Satgas Gerakan Sayang Ibu (GSI). Bertempat di Aula Gedung Panti PKK Kabupaten Lumajang, Senin (3/8/2015) yang diawali dengan peresmian ruang Laktasi Gedung Panti PKK Kabupaten Lumajang.

Menurut Kabid. Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr. Rosida, mengatakan beberapa upaya-upaya dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi dari Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Tim Penggerak PKK juga telah banyak melakukan upaya-upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, diantaranya dengan Program Gerakan Sayang Ibu (GSI), Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi P4K, Posyandu Gerbangmas Siaga, Parent Education, juga Kelas Ibu Hamil, dan Desa Siaga yang juga didukung oleh program Pemerintah Kabupaten Lumajang periode 2013-2018 yakni 1 desa 1 ambulan.

Program Gerakan Sayang Ibu (GSI) merupakan suatu gerakan yang dilaksanakan dalam upaya membantu program pemerintah untuk peningkatan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang berdampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) karena hamil, melahirkan dan nifas. 

Metode yang digunakan pada program ini adalah meningkatkan pemahaman pada keluarga dengan pendampingan dan penyuluhan, pembentukan komunitas (kelompok masyarakat) yang terdiri dari masyarakat sasaran dan stakeholders, melalui bantuan makanan bergizi pada saat untuk mengurangi beban keluarga dan merangsang mereka untuk secara mandiri mengupayakan perilaku sadar gizi.

dr. Edison, Sp.OG dalam paparannya mengatakan, “ selain itu ada penyebab yang membuat AKI dan AKB semakin meningkat, yakni kehamilan dibawah umur memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya “.

“Mengapa beresiko untuk kesehatan? Dikarenakan perempuan yang belum dewasa, memiliki organ reproduksi yang belum kuat untuk berhubungan intim dan melahirkan, sehingga gadis dibawah umur memiliki resiko 4 kali lipat mengalami luka serius dan meninggal akibat melahirkan. Kehamilan Usia Dini Adalah Kehamilan Yang Terjadi Pada Wanita Usia Dibawah Umur (Usia Muda) Yaitu Usia Kurang Dari 20 Tahun”, tambahnya

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at, bersama pengurus PKK Kecamatan, PKK Desa, dengan mengajak SKPD terkait untuk bersinergi dalam melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, akan menggerakkan semua kader  dalam mewujudkan Ibu sehat, Anak sehat, Keluarga Lumajang yang Sejahtera. “Semua unsur memegang peranan penting, dan satu sama lain sangat terkait”,tuturnya.

Istri Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag ini  berharap pertemuan sinergitas SKPD bukan hanya menjadi ajang ceremonial saja. Menurutnya, keberlanjutan program GSI ini menjadi penting, sedangkan apresiasi atau prestasi adalah buah dari komitmen kerja keras dan kerja nyata.  “Apa yang kita lakukan ini tujuan utamanya adalah  untuk menekan AKI dan AKB secara optimal di Kabupaten Lumajang, ini yang harus menjadi komitmen kita bersama ”, pungkasnya. (humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Safari Ramadhan Bisa Lebih Dekatkan Pemerintah Dengan Masyarakat


Putaran pertama Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Lumajang dimulai Senin, (22/6/2015) menjelang waktu berbuka puasa di Masjid Al-Mustaqim, Desa Klakah, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Tim Safari Ramadhan ini dipimpin Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag yang berdampingan dengan Forkopimda Kabupaten Lumajang, dan juga beranggotakan Sekretaris Daerah, para Asisten, serta seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag dalam sambutannya menyatakan, Safari Ramadhan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang setiap tahunnya dimaksudkan untuk lebih mendekatkan hubungan emosional antara jajaran Pemerintah Daerah dengan seluruh masyarakat dan guna menyerap aspirasi, masukan-masukan penting bagi kemajuan pembangunan Lumajang ke depan agar menjadi lebih maju, mandiri dan bermartabat dilandasi nilai Patut Patuh Patju.

“Datangnya bulan Ramadhan merupakan media untuk kembali merajut silaturrahmi dan memperkuat persaudaraan dan persatuan ummat, khususnya masyarakat Kabupaten Lumajang. Masyarakat dalam membangun perlu kebersamaan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan, sehingga apa yang dicita-citakan akan bisa terwujud dengan baik”, tambah Bupati As’at.

Pada kesempatan ini Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol. Inf. Imam Purnomo Hadi, S.IP dan Kapolres Lumajang, AKBP. Aries Syahbudin, S.I.K, M.Hum juga menyampaikan kepada masyarakat terkait keamanan yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang. Pada bulan puasa ramadhan ini juga harus ditingkatkan dalam menjaga keamanan di lingkungan sekitar, yakni pencurian, penjualan miras, aksi balap liar, dan aksi kejahatan lainnya. Dalam menjaga keamanan di Kabupaten Lumajang ini, peran penting oleh masyarakat sangat diharapkan untuk menciptakan rasa aman dan damai untuk kita semua. Diharapkan masyarakat bersama-sama dengan petugas untuk menjaga keamanan pada masing-masing lingkungannya.

Bertindak selaku penceramah Ramadhan saat itu Bupati As’at, pada intinya mengajak seluruh ummat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan. Karena di bulan Ramadhan inilah limpahan anugrah, rahmat dan keberkahan diberikan Allah SWT.

Di penghujung acara Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag memberikan bantuan sosial berupa santunan kepada sejumlah masyarakat yang kurang mampu, sholat berjama’ah dan berbuka puasa dengan masyarakat yang hadir dalam acara safari ramadhan di masjid Al Mustaqim Desa Klakah Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang. (humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Mari Kita Jaga Ekosistem, Demi Anak Cucu Kita


Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia bertujuan untuk menegaskan komitmen dan aksi perlindungan lingkungan hidup semua negara di dunia, yang telah menjadi kesepakatan dan pergerakan bangsa-bangsa di dunia. Di Indonesia khususnya di Kabupaten Lumajang peringatan dimaksud dapat dieksplorasi lebih berarti lagi terutama dengan mengundang, mengajak dan melibatkan secara aktif masyarakat serta spontanitas, kreativitas dan modal sosial yang kita miliki dalam menjaga sumber kekayaan alam kita yang merupakan salah satu unsur penting dalam membangun ketahanan nasional kita.

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag saat memberikan sambutan pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tingkat Kabupaten tahun 2015. Kegiatan yang diwarnai dengan aksi masyarakat kerja bhakti membersihkan lingkungan, penanaman pohon, dan pelepasan benih ikan pada Rowosumo bertempat di Desa Wonokerto Kecamatan Tekung, Jum’at (12/6/2015). Hadir pada acara tersebut Bupati Lumajang, para Asisten dan Kepala SKPD, Muspika Tekung, para guru dan siswa sekolah Adiwiyata serta tamu undangan.

Lebih lanjut Bupati As’at mengatakan kegiatan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup se-dunia 2015 yang mengusung thema “Mimpi dan aksi bersama untuk keberlanjutan kehidupan di bumi”, memiliki makna bahwa tujuh milyar manusia dengan berbagai keinginannya  menghuni satu bumi dan bumi yang menjadi satu-satunya planet yang bisa dihuni oleh manusia. Dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi yang terus berlangsung, membuat ekosistem bumi mendekati kritis.

“Rowosumo yang merupakan sumber mata air yang harus dilestarikan di kawasan Desa Wonokerto ini harus kita jaga, karena mata air adalah sumber kehidupan kita. Jangan kita rusak dengan mencemari rawa, justru kita harus bisa memanfaatkan potensi rowosumo untuk meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar dengan menjual lumut untuk umpan pemancingan di rawa ini”, tambah Bupati As’at.

Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag menghimbau kepada masyarakat bahwa Kabupaten Lumajang ini ibarat rumah yang sedang dibangun, untuk itu diharapkan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, dimana tanah tidak bertambah dan semakin hari semakin sempit, air sungai kering tidak ada airnya dan ekosistem yang ada didalamnya merupakan salah satu rantai kehidupan, sehingga harus menjadi salah satu perhatian kita. Untuk itu mari kita mulai menjaga lingkungan dimulai dari pinggiran selain perioritas pembangunan hendaknya sejalan juga dengan menjaga lingkungan sesuai dengan NAWACITA yang utama yakni hadirkan Negara ditengah-tengah masyarakat, pungkas Bupati As’at. (humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

BUPATI : Kita Tingkatkan Keberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian


Rabu (10/6/2015), bertempat di Balai Desa Besuk Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang, Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag dan Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at menghadiri acara Puncak Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-43th yang juga dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Lumajang, Asisten, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Kades/Lurah serta Ketua Organisasi Wanita, Ketua TP-PKK Kecamatan maupun TP PKK Desa  se-Kabupaten Lumajang.

Adapun serangkaian kegiatan produktif dan kegiatan sosial yang digelar dalam kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-43 tahun 2015, diantaranya penyerahan piala untuk lomba desa tingkat Kabupaten Lumajang tahun 2015, pemberian reward bagi kepala desa lunas pajak, penyematan lencana emas untuk pengurus PKK yang mengabdi selama 24 tahun, berdirinya stand bazar dari hasil produk-produk hasil tangan TP PKK dan produk unggulan se-Kabupaten Lumajang, Posyandu dan pemeriksaan kesehatan gratis terharap masyarakat kurang mampu dan pemberian bantuan sembako, serta pemberian inseminasi buatan gratis hewan ternak.

Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag dalam sambutannya berharap agar melalui program –program ini perlu dukungan serius dari semua lapisan masyarakat, dengan semangat gotong royong untuk mewujudkan program-program tersebut melalui kebijakan pembangunan dan dukungan gerak PKK ke-43 tahun 2015, yakni dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke XII dan Hari kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-43 Tingkat Kabupaten Lumajang tahun 2015 ini, kita gerakkan gotong royong menuju kemandirian dan kesejahtraan masyarakat.

Sementara itu dalam Sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at, mengajak agar seluruh upaya yang dilakukan oleh gerakan pkk harus diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga yang lebih maju, mandiri, sejahtera, sehat dan bahagia. Hal ini tercermin dalam suasana  kehidupan keluarga yang salin asih, asah dan asuh, sebagai Norma dasar terwujudnya keharmonisan kehidupan keluarga yang didukung kehidupan sosial ekonomi yang memadai.

Adapun tema pada kegiatan BBGRM dan HKG PKK Tahun 2015 adalah  “Dengan Bulan Bhakti Gotong Rotong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK, kita tingkatkan keberdayaan masyarakat menuju kemandirian,“ tambahnya

Dalam laporan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Lumajang, Susianto, SH selaku Ketua Panitia Penyelenggara, mengatakan tujuan pelaksanaan BBGRM dan HKG PKK adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup secara berkelanjutan serta memupuk kemandirian berkeluarga, sehingga menjadi keluarga yang tangguh dalam menghadapi permasalahan dan tantangan yang dapat membangkitkan kembali semangat gotong royong dan swadaya masyarakat dalam pembangunan. Dengan hasil yang diharapkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun Desa/ Kelurahan dan melaksanakan gotong royong secara berkesinambungan.

Pemukulan kentongan oleh Bupati Lumajang, Drs. As'at M. Ag yang didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Lumajang menandai pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-43 Tahun 2015. (Humas lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

K3S Manfaatkan Momentum Ramadhan Untuk Berbagi


Momentum bulan Ramadhan 1436 H banyak diwarnai dengan kegiatan agamis oleh berbagai kalangan muslim khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang, seperti safari ramadhan, buka bersama, taraweh keliling, menyantuni anak yatim dan lai-lain. Demikian pula halnya Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Lumajang menyelenggarakan bhakti sosial yang merupakan program rutin untuk setiap tahunnya.

Ketua K3S Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at, pada sambutannya mengatakan, pada bulan Ramadhan ini bhakti sosial yang dilaksanakan K3S adalah memberikan santunan kepada 3 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), yakni LKSA Miftahul Ulum Desa Sumberwringin Kecamatan Klakah, Desa Salak Kecamatan Randuagung, dan Terakhir Desa Darungan Kecamatan Yosowilangun yang digelar selama 3 hari (7-9 Juli 2015) kemarin.

Menurutnya, bhakti sosial kali ini bertujuan meringankan beban para pengurus LKSA, terutama di dalam menghadapi bulan Ramadhan, juga agar terjalinnya koordinasi yang baik antara yayasan dan panti sosial asuhan anak dalam menangani PMKS dan PSKS untuk terwujudnya kesejahteraan sosial di Kabupaten Lumajang. Akan tetapi masih banyak yang harus diperbaiki, dilakukan dan dihasilkan oleh K3S sebagai mitra kerja pemerintah daerah dalam bidang pembangunan sosial, meskipun cukup banyak yang telah dicapai.

Kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), K3S sangat berterimakasih karena dalam banyak hal panti sosial asuhan anak di Kabupaten Lumajang telah menampilkan sikap sosialnya yang objektif. Kegiatan bhakti sosial kali ini sangat tepat untuk menyiasati kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Diharapkan santunan yang diberikan dapat meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan lebaran. (humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

BUPATI : Giatkan Keberadaan Lumbung Pangan Di Lumajang


Bupati Lumajang, Drs. As’at M. Ag meminta masyarakat untuk kembali menggiatkan keberadaan lumbung pangan yang fungsinya untuk meminimalkan kerawanan pangan. Hal itu terungkap saat peresmian Lumbung Pangan Kelompok Tani “UMMAT” Desa Yosowilangun Lor Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang, Selasa (9/6/2015).

Diawali dengan pengguntingan pita oleh Bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag didampingi dengan leading sektor terkait dan Muspika Yosowilangun sebagai tanda peresmian lumbung pangan “UMMAT”. Dilanjutkan dengan peninjauan stand bazaar hasil produk unggulan pertanian berupa bahan pangan yang merupakan hasil dari kelompok tani se-Kabupaten Lumajang seperti beras organik, pengolahan makanan maupun camilan khas Kabupaten Lumajang dan lainnya.

Menurut Bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag, adanya lumbung pangan sebagai tempat penyimpanan cadangan gabah dan yang lainnya memang sudah ada sejak zaman dulu dimanfaatkan oleh para petani. Namun, semakin ke sini terkesan tidak aktif lagi. Oleh karena itu, pihaknya meminta para petani bisa kembali menggiatkan lumbung pangan tersebut guna menyimpan cadangan pangan yang ada. Saat ini pangan sangat penting bagi masyarakat dan mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik agar tidak terjadi kesulitan pangan ketika musim paceklik.

Bupati As’at juga menambahkan bahwa ketahanan pangan harus terus diperkuat sebagai cadangan. Karena produk pangan kita bersaing dengan pangan impor yang banyak beredar di pasaran. Oleh karena itu pemerintah mempunyai kewajiban untuk mencanangkan ketahanan cadangan pangan di masyarakat.

”Dengan hadirnya lumbung pangan ini diharapkan bisa berfungsi ketika paceklik, sehingga akan bisa memudahkan masyarakat dalam mencari pangan,” jelasnya.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Ir. Hairil Diani menambahkan keberadaaan lumbung pangan sangat penting guna mewujudkan ketersediaan pangan. Karena pangan yang ada di masyarakat dipenuhi oleh tiga komponen seperti produksi, pasokan dan cadangan pangan. Untuk cadangan pangan memang sangat penting guna menjaga kesenjangan dan persiapan kelangkaan pangan karena gangguan bencana alam dan yang lainnya.

“Saat ini Kabupaten Lumajang telah mempunyai sekitar 48 bangunan lumbung pangan dari beberapa kelompok tani yang tersebar di 21 kecamatan, dan diakui masih banyak desa yang belum memliki gudang lumbung pangan. Diharapkan pengelolaan ini bisa berjalan secara berkelanjutan,” harapnya. An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

BUPATI : Ciptakan Generasi Bangsa Yang Berkualitas


Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kembali digelar. Dinas Pendidikan  Kabupaten Lumajang menyelenggarakan Gebyar PAUD 2015 se-Kabupaten Lumajang dengan tema “Gerakan PAUD Berkualitas”. Acara Gebyar PAUD 2015 dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Lumajang dan Bunda PAUD Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at.

Acara Gebyar PAUD 2015 yang di buka secara resmi oleh Bupati Lumajang ini melibatkan anak-anak dari sekolah PAUD di wilayah Kabupaten Lumajang. Gebyar PAUD 2015 berlangsung di Alun – alun Lumajang, Kamis (4/6/2015). Acara diawali dengan penyambutan kedatangan Forkopimda Kabupaten Lumajang dan Bunda PAUD dengan lantunan lagu “Selamat Datang” sekitar  3.000 anak PAUD dan 300 guru PAUD serta orang tua menyanyikan lagu tersebut.

Bupati Lumajang, Drs. As’at M.Ag dalam sambutan sangatlah tepat jika gebyar PAUD kali ini mengambil tema “Gerakan PAUD Berkualitas” Karena hanya dengan pendidikan dan penanganan yang berkualitas akan tercipta generasi yang berkualitas pula. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berupaya memberikan fasilitas terhadap penyelenggarakan PAUD, menargetkan lahirnya SDM yang cerdas, komprehensif sehingga bisa menjawab tantangan jamannya.

Bupati As’at mempunyai gagasan, pengembangan Kabupaten Layak Anak akan mampu dicapai melalui kebijakan program pengembangan anak usia dini. Pemerintah terus berupaya akses layanan PAUD hingga menjangkau semua lapisan masyarakat dengan program “SATU DESA SATU PAUD”, namun mengingat besarnya tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan suksesnya program yang dicanangkan pemerintah membutuhkan semua pihak.

Bupati As’at juga mengharapkan, pengelola, guru, pengasuh dan juga para bunda PAUD kecamatan, desa dan lurah yang telah dinobatkan sebagai bunda PAUD agar ikut membantu secara rutin pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di desa dan di kelurahan. Caranya dengan melakukan pembinaan melalui PKK di Desa – desa dengan gerakan posyandu serta pembinaan gerakan sayang ibu (GSI).

Acara Gebyar PAUD ini di akhiri dengan persembahan senam sehat ceria oleh 3000 anak PAUD, dan dilanjutkan Forkopimda Kabupaten Lumajang dan Bunda PAUD Kabupaten Lumajang berkeliling meninjau anak-anak PAUD yang sedang melakukan kreativitas menggambar dan mewarnai. (humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

Peresmian Gedung Baru MI Miftakhul Ulum Desa Grati


Penandatanganan prasasti bangunan MI Miftakhul Ulum oleh Bupati Drs. As’at. M.Ag menandai diresmikannya gedung baru sekolah MI Miftakhul Ulum Selasa (3/6) kemarin. Peresmian gedung sekolah ini juga dirangkaikan dengan pelepasan para siswa siswi dari sekolah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Muslimin selaku Ketua PPDI Kabupaten Lumajang  menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya karena pembangunan gedung bisa dilaksanakan dengan lancar. Dikatakannya, pembangunan gedung ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan membangun kualitas masa depan anak-anak menjadi generasi yang berakhlak mulia. Ini juga  sesuai dengan harapan para donatur dari LIONS CLUP SURABAYA EDELWEIS.


Bapak bupati Lumajang juga menambahkan, pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak baik itu masyarakat, swasta maupun pemerintah, oleh karenanya, pembangunan gedung ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para orang tua untuk mempercayakan anak- anak mereka mengenyam pendidikan di sekolah ini. (KIM-lmj)

Lumajang Targetkan Peringkat 10 Besar Pada Porprov Ke-5


Bupati Lumajang, As’at Malik memberangkatkan kontingen Lumajang bersamaan dengan upacara rutin karyawan/ karyawati Pemerintah Kabupaten Lumajang di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang, Senin (1/6/2015), untuk mengikuti Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke V yang akan digelar di Kabupaten Banyuwangi mulai tanggal 1 Juni sampai 14 Juni 2015.

Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lumajang, Agus Triyono menerangkan, persiapan kontingen sudah 100 persen. “Para Tim secara teknis dan administrasi sudah siap kita berangkatkan. Keseluruhan 151 atlet dan official dari 19 cabor. Dan target kita memperbaiki peringkat dari 13 Menuju 10 dari 38 peserta Kab/ Kota di Jawa Timur,”

Bupati As’at juga mengungkapkan harapan kepada  para atlet yang merupakan putera-puteri terbaik daerah agar benar-benar memiliki dedikasi, sportifitas dan keahlian yang tinggi sehingga bisa memenangkan setiap pertandingan pada Pekan Olaha Raga  nanti.

“Saya yakin dengan kehadiran saudara-saudara dan kepedulian kita semua akan bisa membawa nama harum daerah” Ucapnya.

Ditambahkan selain membidik target kontingen juga diharapkan dapat membawa nama baik daerah,serta menjaga kekompakan, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lumajang beserta pengurus masing-masing Cabang Olah raga. (humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

BUPATI : SAT POL PP Harus Mampu Mengayomi Dan Melayani Masyarakat


Pendidikan dan Pelatihan Satuan Polisi Pamong Praja (SAT POL PP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang ditutup dengan tradisi pembaretan pada anggota satuan polisi pamong praja, Kamis kemarin (28/5/2015) malam. Acara yang ditutup Bupati Lumajang, As’at Malik berlangsung di Lapangan Desa Banjarwaru Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 40 Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lumajang.

Kasat Pol PP Kabupaten Lumajang, Totok Suharto mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk aparat yang mempunyai sikap, mental dan jiwa korps yang tinggi serta mempererat kekompakan sehingga memudahkan mereka dalam menjalankan tugas terutama dalam tugas penegakan perda serta menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Sedangkan Bupati As’at menyampaikan bahwa anggota Satpol PP setelah mengikuti pembaretan ini dapat dan mampu mengayomi dan melayani masyarakat,disamping itu mempunyai disiplin yang tinggi dan tentunya loyal terhadap pimpinan. Ditegaskan bahwa semua personil Satpol PP di Kabupaten Lumajang harus lebih sigap lagi dalam bekerja dan bertindak harus profesional sesuai aturan yang ada dengan mengedepankan tindakan prefentif dan persuasif daripada tindakan represif.


Peran keterlibatan Sat Pol PP dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di masa mendatang akan semakin meningkat, hal ini sebagai konsekwensi pelaksanaan otonomi daerah secara luas dan bertanggungjawab, peranan tersebut terutama dalam rangka pembinaan ketentraman dan pengawasan atas pelaksanaan berbagai kebijakan daerah, baik yang telah dituangkan dalam peraturan daerah maupun keputusan kepala daerah. Dan untuk dapat melaksanakan ini secara optimal, maka para anggota Pol PP diharapkan memiliki kemampuan dan profesionalisme yang memadai sehingga Pol PP dalam menegakkan hukum dituntut memiliki ketegasan namun tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan membina secara bijaksana serta melakukan pendekatan secara humanism terhadap masyarakat. (Humas-lmj/ An-m)

Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang 

Pentingnya Pengendalian Peredaran Miras di Kab. Lumajang


Mengingat pentingnya pengendalian peredaran minuman beralkohol demi menjaga ketertiban umum, khususnya perlindungan terhadap masyarakat. Apalagi fakta empirik yang ada menunjukkan bahwa pada akhir 2014 hingga Mei 2015, terjadi beberapa peristiwa menonjol mengenai penyalahgunaan minuman beralkohol. Dampaknya, banyak masyarakat yang telah menjadi korban meninggal dunia karna hal itu. Maka, Pemerintah Propinsi Jawa Timur mengambil inisiatif dengan menggagas dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) Propinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman  Beralkohol, kemudian didukung dengan Permendag RI No 6 Tahun 2015 tentang Pengedalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol yang harus cepat disosialisasikan kepada masyarakat luas.

Pemerintah Kabupaten Lumajang sedang menggiatkan sosialisasi Permendag RI No 6 Tahun 2015 tentang Pengedalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol kepada masyarakat, Dimana kegiatan sosialisasi ini digelar di Ruang Nararya Kirana Kantor Bupati Lumajang, Selasa kemarin (26/05/2015). Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 75 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Lumajang.

“Dengan semakin giatnya sosialisasi tersebut masyarakat akan mengetahui dan memahami tentang dampak masalah yang disebabkan oleh minum beralkohol apabila dikonsumsi. Adapun beberapa dampak negatif yang akan dialami oleh pengonsumsi minuman beralkohol diantaranya masalah kesehatan, masalah kehidupan sosial dan bahkan gangguan jiwa yang bisa merugikan diri sendiri”, Ujar Plt. Sekda Kab. Lumajang, Ir. Imam Suryadi, M.Si.

Ia juga menambahkan, peran kita bersama dapat mendukung upaya dari kepolisian dalam melakukan sosialisasi, mengingat tindak kriminalitas yang terjadi akibat minum minuman keras pada suatu daerah cukup tinggi. "Perkelahian antar kelompok masyarakat, penganiayaan, pembunuhan, kekerasaan dalam rumah tangga dan kecelakaan lalu lintas diawali dari minum minuman tersebut,"

Adapun sektor pemerintahan yang terlibat dalam pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol ini diantaranya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pasar, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja. Akan tetapi dalam hal ini pemerintah juga mengharapkan masyarakat juga ikut membantu, karena masyarakat juga mempunyai peran penting dalam pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol di masing-masing daerahnya. (humas-lmj/ An-m)


Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

BUPATI : Dukung Program Kecukupan Pangan Asal Hewani Di Lumajang


Untuk menjadikan Kabupaten Lumajang yang berkualitas maka haruslah diawali dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas pula, sebab pada hakekatnya sebuah daerah merupakan perwujudan dari masyarakat yang ada di dalamnya. Daerah yang maju menunjukkan masyarakat pada suatu daerah tersebut memiliki kualitas hidup yang baik, begitupun berlaku sebaliknya ketika daerah tersebut berada pada keterpurukan merupakan indikasi dari masyarakat yang hidup diluar kesejahteraan.

Berkaitan dengan hal tersebut begitu banyak program pemerintah Kabupaten Lumajang yang memiliki tujuan untuk menyejahterakan rakyat, salah satunya untuk meningkatkan kecukupan gizi masyarakat Kabupaten Lumajang dengan penyediaan pangan yang berkualitas. Pangan berkualitas yang dimaksud diantarannya adalah daging, yang merupakan salah satu bahan makanan asal ternak yang kaya akan protein, zat besi dan beberapa vitamin penting terutama vitamin B. Mengonsumsi daging maupun susu yang cukup, dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat itu sendiri.

Dalam pelaksanaannya, penyediaan pangan yang berkualitas tidaklah semudah yang dibayangkan, masalah bermunculan ketika masyarakat mulai sadar akan pentingnya pangan berkualitas namun tidak dibarengi dengan kesiapan dalam penyediaannya.

Padi dan palawija, produk pisang dan buah kelapa mayoritas tersedia di masing-masing wilayah di Kabupaten  Lumajang, Dimana rumput-rumput dan bagian-bagian dari batang, daun maupun buah bisa diolah menjadi makanan ternak secara organik oleh masyarakat.

Dalam acara Kontes Ternak yang digelar oleh Dinas Peternakan Kabupaten Lumajang di Lapangan GOR Wira Bhakti Lumajang, Senin (25/05/2015). Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Ternak dari 21 Kecamatan berkumpul untuk menyemarakan kontes ternak di Kabupaten Lumajang tahun 2015 ini. Adapun kelompok ternak dengan jenis yang berbeda menjadi peserta dan ikut memeriahkan dalam kontes ternak tahun ini diantara, Kelompok Ternak Kambing Etawa Senduro, Sapi Keraman Awal dan Akhir, Kelompok Pecinta Kelinci (KPK), dan Pecinta Kucing.

Bukan hanya hewan ternak yang di tampilkan dalam acara ini, bahkan hasil produk yang dihasilkan oleh hewan ternak yang sudah diolah dan bisa langsung dikonsumsi oleh masyarakat yakni Susu dan Keju Kambing Etawa Senduro pun ramai diserbu oleh masyarakat.

Bupati Lumajang Drs. As’at M.Ag sangat memberikan perhatian terhadap geliat peternak Kambing Etsen dan peternak hewan lainnya yang bisa mencukupi kebutuhan pangan asal hewani di Kabupaten Lumajang. Di Kabupaten Lumajang, setiap tahun selain menggelar kontes Ternak, Ia juga meminta Kepala Dinas Peternakan Drh. Gatot Subijantoro untuk melakukan pendampingan dan menggiatkan kelompok ternak binaannya. Harapannya, ekonomi masyarakat petani ternak yang ada di Kabupaten Lumajang semakin meningkat.


Bupati As’at juga menginginkan agar ada inovasi-inovasi terhadap hasil produk yang dihasilkan dari hewan ternak. Tujuannya agar dapat mencukupi kebutuhan pangan asal hewani untuk masyarakat sendiri, bahkan untuk memungkinkan bisa mencukupi daerah disekitar Kabupaten Lumajang. Dengan dilakukannya inovasi pengembangan produk maka harapannya akan membuka pasar yang dapat menjadi peluang yang besar bagi peternak dan akan menambah kesejahteraan masyarakat Lumajang. (humas-lmj/ An-m)

Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Lumajang

LAYANAN E-KTP

KAMPANYE IMUNISASI MR

JADWAL HUT RI KE-72

 
Sekretariat KIM Sinar Harapan : Jl. Raya Tukum No. 7/ 11 Desa Tukum | Kecamatan Tekung | Kabupaten Lumajang
Copyright © 2013. KIM SINAR HARAPAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger